Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Dalam Negeri melaksanakan kegiatan  e-learning bagi peserta Diklatpim TK III angkatan 02 di Gedung Pelatihan dan Pendidikan Kalibata, Jakarta Selatan pada tanggal 30 Mei 2013. Dalam kegiatan tersebut, Kepala Pusat Data Informasi Komunikasi dan Telekomunikasi (Kapusdatinkomtel) Drs. A.S  Tavipiyono, MM., MA didampingi Kepala Bidang Sandi dan Telekomunikasi Fredrick  Simatupang, ST.MM, Kepala Bidang Pengelolaan Data, Drs. Eduard S. Puji serta wakil pada Bidang Sistem dan Jaringan Deddy Jamal, S.T bertindak sebagai narasumber menyampaikan materi terkait “Teknologi Informasi Dalam Pemerintahan”. Peserta  Diklatpim TK III hadir sebanyak 36 orang, terdiri dari pejabat Kemendagri dan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota yang dimoderatori oleh Ir. Admiral, MM Kasubbid Pusat Diklat Struktural dan Teknis Badan Diklat.

Kegiatan e-learning yang memanfaatkan jaringan komunikasi pusat dan daerah (Jarkompusda)  ini bukanlah kali pertama dilaksanakan oleh Badan Diklat bekerja sama dengan Pusdatinkomtel Kemendagri, namun sudah 3 kali dilaksanakan pada diklat-diklat sebelumnya dari tahun 2012 sampai sekarang. Menurut peserta DiklatPim III, metode e-learning seperti ini cukup menarik karena memberikan nuansa baru sekaligus sebagai bentuk nyata implementasi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam rangka peningkatan kapasitas aparatur pemerintah.

Pada acara tersebut Kapusdatinkomtel menyampaikan materi mengenai e-Government (e-Gov.) dan rencana pengembangannya. Menurut beliau terdapat 6 rencana dan langkah strategis  yang perlu dilakukan dalam pengembangan e-Gov di Indonesia yaitu: 1).Pengembangan kebijakan e-Gov, 2).Peningkatan layanan masyarakat dan dunia usaha, 3).Peningkatan proses bisnis di pemerintah, 4).Pembangunan data pokok nasional, 5).Pembangunan infrastruktur berskala nasional sebagai basis untuk e-Gov, dan 6).SDM dan kelembagaan. Kemudian, Kapusdatinkomtel juga menjelaskan program pengembangan e-Gov yang sudah maupun yang sedang dikembangkan oleh Kemendagri, diantaranya pembuatan sistem e-office Kemendagri, penyusunan rencana induk (renduk) pengembangan TIK Kemendagri untuk lima tahun ke depan , koneksi cloud Kemendagri berupa pengembagan jaringan di Lingkup Kementerian Dalam Negeri serta Jarkompusda.

Dalam sesi tanya jawab, peserta terlihat sangat antusias. Hal tersebut terlihat dari banyaknya peserta yang bertanya maupun menanggapi. Dalam 3 jam diskusi melalui e-learning tersebut terdapat 15 pertanyaan dan tanggapan peserta. Para peserta umumnya menanggapi positif berbagai perkembangan TIK di Indonesia. Beberapa pertanyaan yang banyak muncul terutama terkait isu security atau keamanan data dan informasi serta jaringannya, pemanfaatan TIK di daerah agar lebih efisien dalam mendukung tugas dan proses penyelenggaraan pemerintah daerah, termasuk yang terkait dengan pemeriksaan inspektorat ke pemerintah daerah dan bagaimana mekanisme menyampaikan suatu berita/informasi dan hal lain yang perlu mendapatkan perhatiaan khususnya pengamanannya.

Sebelum mengakhiri acara kegiatan, Kapusdatinkomtel berpesan bahwa masih banyak pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan terkait pengembangan e-Gov di Kemendagri dan Pemerintah Daerah. Oleh karena itu, Kapusdatinkomtel mengajak kepada seluruh peserta untuk bersama-sama berdiskusi lebih lanjut dengan Pusdatinkomtel dalam rangka memberikan kontribusi berupa masukan ide dan saran. Kapusdatinkomtel juga mengajak peserta dari daerah untuk dapat berperan aktif dalam pengembangan e-Gov dan melakukan sinkronisasi program e-Gov di pemerintah daerah dengan Pemerintah karena hal itu merupakan tugas bersama.

Sumber :Ade Setiarachman, Pusdatinkomtel, Kemendagri