Pembangunan merupakan proses perubahan ke arah kondisi yang lebih baik melalui upaya yang dilakukan secara terencana. Proses perencanaan itu sendiri merupakan critical point untuk berhasilnya pembangunan sehingga harus dilakukan dengan baik dan komprehensif. Agar dapat menghasilkan perencanaan yang ideal, maka setiap penyusunan perencanaan harus menggunakan data dan informasi yang valid dan terbaru. Tanpa data dan informasi yang akurat, maka perencanaan yang disusun tidak tepat sasaran, salah prioritas, salah kebijakan,dan rentan pemborosan anggaran. Pada akhirnya tujuan pembangunan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak dapat dicapai dengan efektif dan efisien.

Urgensi penyediaan data dan informasi untuk perencanaan pembangunan dan penyusunan kebijakan tidak dapat ditunda lagi. Pada kenyataannya, setidaknya terdapat dua isu utama dalam hal ketersediaan data dan informasi pembangunan. Pertama availability data itu sendiri, dan yang kedua adalah lokasi sumber data yang masih persial. Penyusunan sebuah dokumen perencanaan seringkali membutuhkan ratusan bahkan ribuan data pendukung, namun data itu belum tentu ada semua. Saat ini Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai lembaga penyedia data di Indonesia juga belum dapat menyediakan seluruh kebutuhan data untuk pembangunan daerah, terutama yang terkait dengan data sektoral di Kabupaten/Kota. Inilah yang menjadi tantangan bagi kita semua untuk bersama-sama saling bekerjasama dalam hal penyediaan data pembangunan daerah.

Masing-masing Direktorat di Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah tentunya telah memiliki data-data pembangunan yang dibutuhkan dalam penyusunan rencana kegiatan pembangunan daerah untuk jangka panjang, menengah dan pendek. Setiap kegiatan dan prioritas yang disusun setiap tahun tentunya merupakan hasil pemikiran dan analisis terhadap serangkaian atau sekumpulan data dan informasi terkait. Data dan Informasi tersebut umumnya didapatkan secara langsung dari Kabupaten/Kota melalui system informasi yang dibangun oleh direktorat atau melalui kajian ke daerah, dibantu oleh pihak akademis atau konsultan.

Data dan informasi pembangunan yang dimiliki direktorat sudah pasti saling memiliki keterkaitan. Misalnya dalam menyusun sebuah kebijakan komprehensif mengenai penanggulangan banjir DKI Jakarta, diperlukan data dan informasi mengenai kawasan lindung dan daerah serapan air di wilayah Bogor, daerah aliran sungai, tata kota Jakarta dan kota-kota satelit sekitarnya, drainase perkotaan, kemiringan dan karakteristik geografi wilayah, luas ruang terbuka hijau, sampai pada jumlah penduduk asli dan komuter Jakarta. Dan tentunya dibutuhkan lebih banyak lagi data dan informasi untuk menyusun sebuah kebijakan strategis.

Hal ini juga berlaku saat penyusunan kebijakan secara cepat dan tepat saat terjadi bencana alam dan saat terjadi perubahan besar global seperti krisis ekonomi dunia beberapa waktu lalu. Kita selalu dituntut cepat, tepat dan akurat dalam memberikan solusi akan permasalahan yang banyak terjadi belakangan ini, dimana solusi itu tidak dapat dilakukan oleh Kementerian lain, sehingga harus ditangani oleh Kementerian Dalam Negeri. Disinilah mengapa data dan informasi terkait daerah harus tersedia, dan ini tidak dapat ditunda lagi. Kendala yang dihadapi adalah ketika data-data tersebut terpancar dan tidak dapat diakses secara online sehingga kita harus membuka satu persatu laporan atau hasil kajian untuk pencarian data dimaksud, sementara data diperlukan mendadak dan mendesak. Untuk itulah Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Dr. H. Muh. Marwan, M.Si berinisiatif membangun Data Center, sebuah pusat data dimana data dan informasi direktorat diberikan media online sehingga dapat diakses dengan mudah oleh kita semua, terutama saat dalam keadaan mendesak dan jauh dari kantor.

Data dan informasi ini nantinya dapat diakses melalui internet, sehingga kita dapat melihat informasi-informasi seperti jumlah wilayah cepat tumbuh, pulau-pulau kecil terluar, prosentase dan lokasi Ruang Terbuka Hijau per Provinsi/Kabupaten/Kota, jumlah PTPS, dan linnya. Diakses baik melalui computer atau gadget lainnya, kapan saja dan dimana pun kita berada.  Dengan bersandingannya banyak data dan informasi pembangunan daerah dari direktorat dalam sebuah wadah Data Center maka diharapkan kegiatan dan prioritas pembangunan daerah yang disusun oleh masing-masing direktorat dapat lebih komprehensif dan saling terkoordinasi.

Sumber :Ditjen Bangda-Kemandagri