"Yang empat orang itu, di­berhentikan dengan hormat, karena mereka mengundurkan diri. Masing-masing 3 orang dari muda praja dan 1 orang dari madya praja," ujar PIt. Pembantu Rektor (Purek) III IPDN, Prof. Dr. Drs. I Nyoman Sumaryadi, M.Si., pada acara pembinaan dan pengarahan Civitas Academica IPDN Jati­nangor, oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M. Ma'ruf, di Gedung Balairung Nagara Bhakti, Jln. Raya Jatinangor, Kab. Sumedang, Sabtu (6/5). Menurut Nyoman, 24 orang praja yang melanggar disiplin itu saat ini sedang diproses ad­ministrasi penjatuhan huku­man. Bahkan, keputusannya sudah ada dan sedang dipersi­apkan untuk pelaksanaannya. Bentuk sanksinya, menurut Nyoman, bisa berupa pem­berhentian ataupun penurunan pangkat sebagaimana yang su­dah terjadi sebelumnya. Selain itu, mereka juga tengah mem­proses kasus 13 orang praja IPDN yang terindikasi mela­kukan pelanggaran disiplin. Materi pelanggarannya pun sedang mereka dalami. "Sanksi itu diberikan dalam rangka penegakan disiplin," katanya. Bahkan, masih kata Nyoman, dalam rangka penegakan disi­plin itu pula, IPDN telah me­lakukan apel luar biasa dalam rangka penjatuhan hukuman disiplin kepada 45 orang praja pada 23 Januari 2006.Dalam apel tersebut, menu­rut Nyoman, satu orang di­berhentikan dengan tidak hor­mat, 4 orang diberhentikan dengan hormat karena melakukan pelangaran berat; 4 orang diberhentikan dengan hormat karena mengundurkan diri, 8 orang diturunkan tin­gkat, serta 28 orang lainnya diturunkan pangkat, nilai keprib­adian; dan tugas khusus.Jangan eksklusifSementara itu, Menteri Da­lam Negeri (Mendagri), M. Ma'ruf ketika memberikan pembinaan dan kuliah umum kepada Civitas IPDN kemarin meminta agar IPDN menjadi centre of excellence (pusat unggulan). Tetapi, bukan be­rarti IPDN eksklusif, namun harus inklusif dengan ma­syarakat. Untuk itu, menurut Ma'ruf, IPDN agar meningkatkan pen­didikan dan kurikulumnya. Tentu saja, hal itu bergantung pula pada pendidik, pengasuh, dan pelatih praja IPDN. Pada pelaksanaannya harus berkonsultasi dengan Mendiknas. "Kita ingin IPDN betul-betul menghasilkan anak didik yang mempunyai semangat pengab­dian kepada masyarakat. Oleh karena itu, saya mengharapkan agar kurikulum dan perangkat-­perangkat pendidikan ini disesuaikan pada tujuan itu," ujarnya. Sementara dalam dialog dengan Mendagri, para praja ke­marin mempertanyakan keje­lasan pengisian kekosongan pe­jabat definitif Rektor IPDN. Menanggapi hal itu, Men­dagri mengatakan bahwa tiga  calon rektor yang diusulkan masih digodok. Ketiga calon tersebut sedang dalam penilaian akhir sidang. "Kami tidak berniat untuk, menghambat pengisian rektor." Tapi, yang pasti hal itu harus disetujui dan disahkan, oleh presiden," tuturnya. Pada kesempatan yang sama, Mendagri meminta agar IPDN memperbaiki dan meningkat­kan kualitas pendidikannya, baik segi kurikulum, model pembelajaran, dosen/pendidik, fasilitas pendidikan, dan pendanaan. (A-136)***Sumber :Pikiran Rakyat