Menteri Dalam Negeri (Mendag­ri) Letjen (Purn) M Ma'ruf atas na­ma Presiden Susilo Bambang Yu­dhoyono melantik keduanya pada sidang paripurna khusus di Ge­dung Olahraga Cenderawasih, Jayapura, kemarin. Sidang dipimpin Ketua DPRD Provinsi Papua John Ibo. Acara itu juga sekaligus memberhentikan karteker Gubernur Papua Sondjuangon Situmorang. Mendagri dalam amanatnya me­minta masyarakat Papua membe­rikan dukungan kepada kedua pa­sangan terpilih dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) Gubernur dan Wagub Papua. Mendagri mengakui sebagian besar rakyat Papua masih kurang menikmati hasil pembangunan. Untuk itu, ia meminta gubernur dan wakil gubernur yang baru di­lantik bekerja secara sungguh-­sungguh dalam memberantas ke­terisolasian, keterbelakangan, dan kebodohan yang melilit daerahnya. Ma' aruf juga mengingatkan agar kedua pemimpin daerah itu de­ngan tulus membangun Papua da­lam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Sekecil apa pun aspirasi dari rakyat yang menentang pemerin­tah harap diterima dan dikaji serta diambil jalan terbaik untuk menjawab keprihatinan mereka," pinta Mendagri. Ketua DPRD Papua John Ibo me­nyatakan persoalan yang pernah terjadi antara dirinya dan Barnabas Suebu dalam proses pilkada meru­pakan bunga demokrasi politik. Ia mengajak semua pihak menghargai proses rekonsiliasi diantara kan­didat gubernur yang terjadi di Ja­karta beberapa waktu lalu. "Rekonsiliasi antara putra-putra Papua didasari kesepakatan bersa­ma, demi kepentingan rakyat. Ka­rena itu, segala konflik harus diakhiri dan marilah saling memaafkan," ungkapnya. Acara pelantikan juga dihadiri Gubernur Irian Jaya Barat Brigjen Marinir (Purn) Abraham Atururi dan mantan Gubernur Irian Jaya periode 1982-1987 Izaac Hindom. (MY/Ant/P-2)Sumber :Media Indonesia