“Kami minta kepada daerah agar mengurangi dana bantuan untuk LSM dan Parpol,” ujar Dirjen BAKD kepada sejumlah wartawan di Kantor BAKD Komplek Depdagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (26/9). Sebaliknya, kata Dirjen BAKD, daerah harus lebih memperhalikan kepentingan masyarakat setempat. “Dalam hal ini, kami tidak melarang daerah untuk memberikan bantuan kepada LSM maupun Parpol Namun kami hanya mengimbau agar titik berat bantuan diutamakan kepada pentingan masyarakat atau kepentingan yang lebih besar,” katanya. Dikatakan Dirjen BAKD, dengan adanya kebijakan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No.29 Tahun 2005 tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik, diakui banyak protes bermunculan. Karena berdasarkan kebijakan tersebut setiap Parpol hanya mendapatkan bantuan Rp21 juta per kursi. “Namun karena ini sudah menjadi ketetapan Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah, mau tidak mau kita harus melaksanakannya. Jadi kepada mereka yang protes terhadap kebijakan ini, saya berharap agar mereka juga mau memikirkan nasib rakyat banyak,” tegas Dirjen BAKD.Soal LampungDitanya soal belum beresnya penetpan APBD Provinsi Lampung, Dirjen BKAD Daeng M Nazier mengimbau kepada anggota dewan setempat agar berpikir lebih jernih. “Kami mohon agar DPRD Provinsi Lampung berpikir kedepan dan memperhatikan kepentingan rakyat. Kalau APBD tidak segera ditetapkan yang rugi banyak, pemerintah juga masyarakat,” kilahnya. Untuk itu, Dirjen BAKD meminta agar DPRD dan gubernur dapat bekerjasama dengan lebih baik. Karena yang disebut pemerintah provinsi berdasarkan UU No.32/2004 adalah Gubernur dan DPRD. “Jadi tanpa kerjasama keduanya, tentu pemerintahan tidak akan berjalan dengan baik. Untuk itu mari tinggalkan semua perbedaan, bersatulah untuk membangun Lampung,” katanya. Dalam kesempatan tersebut Dirjen BAKD menjelaskan, jika sampai pada waktunya, APBD belum juga dapat ditetapkan karena masih adanya ganjalan antara DPRD dan Gubernur. “Maka kita akan menggunakan pagu APBD tahun sebelumnya. Dan kalau ini sampai terjadi, sekali lagi yang rugi kita sernua,” tegasnya. Jadi, papar Dirjen BAKD, sebaiknya semua pihak dapat menahan diri terlebih ini bulan Ramadhan. “Sudah saat-nya kita berbaikan, menjalin silaturahmi demi masyarakat. Sebab kita ini adalah pilihan masyarakat. Maka jangan kecewakan rakyat,” katanya. (atn)Sumber :Pelita