"Mulai hari ini (kemarin, Red), kami secara intens akan mensosialisasikan kepada masyarakat tentang kawasan tertib ini," ujar Koordinator Tim Kawasan Tertib Arief Setio Boedi. Tiap hari, akan ada dua tim yang diterjunkan mensosialisasikan kawasan tertib.

Tim terbagi dalam dua shift. Shift pertama bertugas mulai pukul 07.00-14.00, sedang shift kedua pukul 14.00-22.00. Personel tim terdiri dari Satpol PP, Bagian Hukum dan HAM, Denpom, polisi dan kodim.

Seperti namanya, sosialisasi berupa pemberitahuan pada masyarakat tentang adanya program kawasan tertib. Sampai 2007 nanti, sosialisasi masih terus dilakukan. Baru pada 2008, tim akan melakukan yustisi terhadap pelanggar kawasan tertib. Sosialisasinya berdasarkan Peraturan Wali Kota Surakarta No.11c, tanggal 1 November 2006.

"Ada tujuh prioritas penanganan dalam penyelenggaraan kawasan tertib ini," imbuh Arief. Yaitu pedagang kaki lima (PKL), lalu lintas, perdagangan dan industri, reklame, pariwisata, pelajar, serta PGOT (pengemis, gelandangan, orang terlantar dan juga pengamen).

Dalam sosialisasi kemarin, tim menyebarkan selebaran soal pemberlakuan kawasan tertib dan menginformasikannya kepada pengamen dan pedagang asongan yang ditemui. Di perempatan Purwosari, sempat terjadi kejadian lucu. Saat melihat ada petugas datang, pengamen yang ada di situ langsung bubar melarikan diri.

Di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, petugas juga mendapati banyak orang yang seenaknya duduk-duduk atau nongkrong di taman kota. Bahkan banyak karyawan kantor yang sedang santai sambil menikmati makan siang di atas rumput taman. Melihat hal itu, mereka langsung diperingatkan dan diminta pindah.

Bahkan di depan Solo Grand Mall, ada dua pasang insan sedang asyik berduaan sambil menikmati kerindangan pohon. Tak mau tahu, mereka juga diminta pindah tempat. "Ya, pak. Maaf. Kami tidak akan mengulanginya lagi," ujar salah satu dari mereka sambil berjalan meninggalkan taman. (mg6)

Sumber :www.jawapos.co.id