Peluncuran pesawat DASH7 ini, berlangsung di Bandara Sentani, Ahad (26/11) kemarin. Selain disambut dengan tari-tarian adat khas Kabupaten Pegunungan Bintang, juga disambut langsung oleh Bupati Pegunungan Bintang, Drs Wellington Wenda M.Si, didampingi Ketua DPRD Kabupaten Pegunungan Binatang, Drs Theo Obki dan masyarakat Kabupaten Pegunungan Bintang yang ada di Jayapura. Terobosan baru ini disambut penuh suka cita oleh jajaran Pemkab Pegunungan Bintang dan masyarakatnya. Terlihat Bupati Wellington tampak terharu dan berlinangan airmata karena permasalahan sulitnya transportasi yang selama ini dihadapi di daerah pegunungan Papua, dapat segera teratasi. Kepada Cenderawasih Pos, Bupati Wellington Wenda mengatakan, pesawat ini didatangkan oleh para pengusaha yang peduli dan memiliki keprihatinan terhadap masyarakat Kabupaten Pegunungan Bintang. "Ada beberapa pengusaha melalui Ketua DPRD Pegunungan Bintang, Theo Obki untuk membantu dan berpartisipasi di Pegunungan Bintang. Karena adanya kesulitan transportasi, akhirnya mereka memutuskan untuk mendatangkan pesawat sendiri untuk tetap bisa melayani Pegunungan Bintang dengan bekerjasama Pelita Air, yang dikelola oleh PT Papua Avia," terangnya. Menurut Bupati, hadirnya maskapai penerbangan ini merupakan murni usaha dari swasta sendiri yang peduli terhadap kabupaten Pegunungan Bintang. Namun, untuk kepentingan tertentu, Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang akan terlibat, misalnya dalam penyediaan subsidi angkutan dan hal lainnya atau pengembangan dengan mendatangkan pesawat lainnya, sehingga nantinya pemda akan terlibat. "Kami menyambut dengan suka cita. Karena dengan pesawat DASH7 ini, daerah Pegunungan Bintang akan tertolong, baik dalam pembangunan maupun perekonomian. Sebagai pimpinan saya bertanggungjawab, ingin membuat sesuatu lebih namun tidak mungkin jika hanya dengan pesawat yang ada saat ini dan dengan medan yang berat. Mudah-mudahan dalam 1 - 2 hari ini sudah bisa beroperasi melayani masyrakat," ujarnya sambil menahan isak tangisnya. Ditambahkan, dari 44 kursi yang ada, akan diubah menjadi 2 yakni 25 untuk melayani penumpang dan selebihnya untuk melayani angkutan barang ke Pegunungan Bintang menjadi partner pemerintah dan masyarakat. Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pegunungan Bintang, Drs Theo Obki mendukung upaya yang dilakukan pemerintah daerah dan swasta ini dengan menghadirkan maskapai penerbangan yang membuka rute Jayapura-Pegunungan Bintang ini. "Ini merupakan solusi bagi rakyat kami yang ada di daerah pegunungan dengan medan yang berat dan kesulitan transportasi. Mudah-mudahan ini dapat membantu masyarakat dan pemerintah dalam membangun," ujarnya. Sedangkan, Dirut PT Papua Avia, E Dahlan Hasyim mengatakan pesawat DASH7 ini akan mampu mendarati landasan Lapter di Oksibil, Pegunungan Bintang. "Kami berharap dapat melayani masyarakat Pegunungan Bintang dalam pembangunan," imbuhnya. Dahlan Hasyim mengungkapkan bahwa rencana untuk mendatangkan pesawat yang khusus melayani masyarakat Kabupaten Pegunungan Bintang ini, karena adanya keresahan dari para pengusaha mitra pemerintah Pegunungan Bintang yang akan melakukan pekerjaan pembangunan, terutama dalam angkutan bahan material yang sulit. Apalagi, satu-satunya transportasi adalah dengan udara, sehingga pihaknya bersama dengan pengusaha lainnya, akhirnya berniat mendatangkan pesawat ini.(bat)Sumber :www.cendrawasih.onlline