Puluhan orang luka dan dirawat di Rumah Sakit (RS), namun belum diketahui dengan pasti mengenai korban jiwa akibat kejadian tersebut. Angin puting beliung menerjang Yogyakarta Minggu sekitar pukul 17.00 WIB dan berlangsung sekitar 10 menit saja. Ratusan pohon juga tumbang yang mengakibatkan sejumlah akses jalan tidak bisa dilewati. Dari data yang ada kerusakan paling parah dialami di Kecamatan Gondokusuman dengan jumlah rumah mencapai 742 buah. Sedangkan di Kecamatan Danurejan 139 rumah, Kecamatan Pakualaman 20 rumah dan Kecamatan Umbulharjo 165 rumah. "Total rumah yang rusak mencapai 1.066 buah, dan itu belum termasuk bangunan fasilitas umum yang sampai saat ini masih kita data," kata Haryadi Suyuti, Wakil Walikota Yogyakarta yang dihubungi, Senin pagi (19/2). Sedangkan untuk korban luka, dari 57 orang, masih ada 44 orang yang dirawat di sejumlah rumah sakit, seperti RS Bethesda, RS Panti Rapih dan RS Sardjito. "Untuk biaya pengobatan seluruhnya digratiskan," katanya. Sementara itu, para pengungsi yang memadati posko-posko semalam sudah pulang dan mulai memperbaiki atap rumah mereka. "Pihak aparat kini tengah membantu penduduk untuk memasang atap-atap sementara, karena kami perkirakan akan turun hujan lagi nanti," kata Haryadi. Pemkot Yogyakarta, lanjut Haryadi, juga akan segera membagikan tenda dan terpal untuk menutup sementara rumah yang rusak. Pihaknya juga sudah membangun dapur umum di tiga titik, yakni Lempuyangan, Jl Dr Soetomo dan Kecamatan Danukusuman. "Selain itu juga banyak posko yang didirikan oleh organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah, yang juga telah membagikan ribuan nasi bungkus untuk korban," katanya. Angin puting beliung juga mengakibatkan bangunan SMP 15 yang terletak di Danurejan juga rusak berat. Hampir seluruh genting bangunan tersebut hilang diterjang angin. Akibatnya siswa tidak bisa melakukan kegiatan belajar mengajar. "Kita akan segera bangun tenda sehingga secepatnya proses belajar mengajar bisa dilakukan. Kalau hari ini jelas tidak bisa dilakukan proses belajar," kata Syamsuri, kepala Bidang Pengembangan Pendidikan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Kerusakan parah juga terjadi pada bangunan Detasemen Zeni Bangunan 2/IV milik Kodam IV Diponegoro yang terletak di Jl. Dr. Sutomo. Seluruh atap bangunan juga rusak diterjang angin. Sedangkan sejumlah bangunan milik PT KAI di stasiun Lempuyangan juga mengalami kerusakan cukup parah. Namun menurut Humas PT KAI Daop VI, Mochtadi, kerusakan tersebut tidak sampai mengganggu jadwal perjalanan kereta. Amukan angin puting beliung ini juga menumbangkan puluhan pohon sehingga menutup akses jalan seperti jalan Gayam dan jalan Argolubang. Beberapa bangunan yang rusak berat dengan atap yang terangkat hingga terdampar di jalan layang Lempuyangan. Selain itu, menara pemancar Radio Geronimo juga mengalami kerusakan. Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta aparat segera bertindak cepat untuk menolong para korban. Ia segera meminta Dinas Kebersihan segera turun untuk membersihkan dan menyingkirkan pohon-pohon yang tumbang yang menghalangi jalan. "Saya juga minta PLN segera bisa menghidupkan aliran listrik untuk daerah-daerah yang dipandang masih dimungkinkan untuk dinyalakan agar tak menambah beban psikologis para korban," katanya. Sementara itu, Kepala Seksi Data dan Informasi BMG Yogyakarta, Tiar Prasetya, mengatakan potensi munculnya kembali puting beliung di Yogyakarta masih ada. Untuk itu warga diminta untuk terus waspada dan memperhatikan tanda-tanda alam. Menurut dia, angin puting beliung ini terjadi karena adanya perbedaan cuaca yang ekstrem di Yogyakarta akhir-akhir ini. Terjadi penguapan yang cukup tinggi, namun di sisi lain curah hujan cukup rendah. (AZ)Sumber :www.mediaindo.co.id