Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN), yang keduanya adalah lembaga pendidikan kedinasan milik Departemen Dalam Negeri yang berorientasi pada pendidikan di bidang ilmu pemerintahan. Namun dalam hal ini pola pendidikan atau sistemnya berbeda, dimana pada IIP orientasi akademiknya lebih kuat, sedangkan STPDN orientasinya lebih pada pengasuhan dan hal-hal yang menyangkut fisik serta pelatihannya. Sehingga, karena setelah penggabungan yang merupakan salah satu upaya untuk mengurangi atau menghilangkan kekerasan yang berlaku dalam penyelenggaraan pendidikan adalah sistem STPDN, maka kultur STPDN itulah yang mewarnai pendidikan di IPDN. Dimana, kata Prof Dr Ngadisah MA, jika mau mengikuti pendidikan di IIP, maka tidak akan berorientasi pada hal-hal yang menyangkut fisik. "Kalau sistem yang diberlakukan masih sistem yang sama, yaitu pola yang sama pada waktu awal berdirinya STPDN, maka tentu saja tidak akan merubah apapun, kecuali ada perubahan fundamental," tambahnya. (der)Sumber :www.elshinta.com