Dalam sambutannya pada acara yang bertema “GSI Menuju Sumber Daya Manusia yang Berkualitas” ini, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Meuthia Hatta Swasono, mengatakan bahwa GSI merupakan suatu gerakan masyarakat bersama pemerintah untuk meningkatkan perbaikan kualitas hidup perempuan. "Kegiatan yang dilakukan adalah upaya penurunan angka kematian ibu, atau AKI , dan angka kematian bayi atau AKB," kata Meuthia. AKI di Indonesia masih tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Hasil temuan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) menunjukkan bahwa AKI pada tahun 2002-2003 sebesar 307 orang, per 100.000 kelahiran hidup.
Menurut Meneg PP, dengan adanya perubahan dalam sistem pemerintahan, dimana tiap kabupaten atau kota dapat menetapkan kebijakannya sendiri, maka GSI perlu direvitalisasi sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan daerah. "Sesuai dengan kesepakatan Millenium Developmnet Goal atau MDG, penurunan AKI merupakan salah satu target tujuan pembangunan global tersebut, yaitu menurunkan AKI sebesar 3/4 dari kondisi AKI tahun 1990. Karena itulah GSI perlu direvitalisasi," ujar Meuthia.
Sementara itu, Ibu Ani dalam sambutannya mengingatkan kepada semua lapisan masyarakat untuk memahami `Tiga Terlambat` dan `Empat Terlalu` yang mempunyai faktor terhadap pengaruh angka kematian ibu. Tiga Terlambat adalah terlambat dalam mengenali tanda bahaya dan memutuskan untuk mencari pertolongan ke fasilitas kesehatan, terlambat dalam mencapai fasilitas kesehatan yang memadai serta terlambat dalam mencapai fasilitas kesehatan yang memadai. Sedangkan `Empat Terlalu` yang dimaksud adalah terlalu muda untuk menikah, terlalu sering hamil, terlalu banyak melahirkan dan terlalu tua untuk hamil.
Usai memberikan sambutannya, Ibu Ani menandatangani panel board GSI sebagai tanda dicanangkannya Gerakan Sayang Ibu. Setelah menandatangani panel board, Ibu Ani dan rombongan meninjau bazar yang lokasinya tidak jauh dari tempat acara. Setelah itu, Ibu Ani beserta rombongan menuju RSUD Karawang untuk meninjau poliklinik kesehatan ibu dan anak, pojok ASI, ruang bersalin serta ruang rawat gabung. (osa/mit)

Sumber :www.presidensby.info