Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah melakukan beberapa upaya diantaranya, bekerja sama dengan Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya untuk meningkatkan status pengamanan ibu kota. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 16.000 personel polisi akan dikerahkan di setiap suduh kota Jakarta.

Selain itu, upaya pengamanan juga akan dilakukan dengan pemasangan 160 kamera CCTV yang ditempatkan di lokasi-lokasi yang memiliki potensi kerawanan tinggi, patroli udara dengan menggunakan lima helikopter milik TNI AU, serta setiap pasangan calon diharapkan untuk melakukan membuat posko bersama mulai dari tingkat provinsi hingga tingkat kelurahan.

Sutiyoso mengatakan pihaknya telah mengimbau kepada pasangan calon gubernur untuk menyikapi secara dewasa apabila terjadi konflik di level pendukung/grassroot. "Kita minta KPUD dan para pasangan calon untuk langsung turun ke lapangan apabila terjadi konflik atau kerusuhan di tingkat bawah," kata Sutiyoso pada acara silaturahmi dengan Cagub/Cawagub, anggota Muspida Plus, KPU DKI, dan Panwaslu Pilkada 2007.

Menurutnya, peningkatan suhu politik selama proses pilkada berlangsung itu sebuah fenomena yang wajar. Namun, yang perlu diperhatikan adalah kontrol terhadap antisipasi terjadinya konflik di masyarakat.

"Kalau dalam pilkada terjadi suhu politik memanas itu menurut pandangan saya itu sudah biasa. Tapi suhu politik di Jakarta cukup sampai meriang saja, jangan sampai stroke," kata Sutiyoso mengibaratkan.

Pria Kelahiran Semarang 6 Desember 1944 itu menuturkan, penyelenggaraan pilkada langsung DKI Jakarta ini merupakan momentum penting yang akan menjadi cacatan sejarah dalam Pemerintahan Provinsi di DKI Jakarta ke depan. Sebab, pilkada tahun ini ini merupakan yang pertama kalinya di ibu kota.

Oleh karena itu, eks Pangdam Jaya itu meminta meminta kesadaran semua pihak untuk secara bersama-sama bertekad mewujudkan pilkada di DKI Jakarta ini secara aman.

"Kesuksesan pilkada di DKI ini saya minta menjadi tekad kita bersama, dan masyarakat saya minta untuk bisa memahaminya, bahwa pilkada ini merupakan peristiwa demokrasi dan politik yang sangat penting. Dan karena peristiwa ini terjadi di ibu kota negara jadi saya minta tidak ada kamus istilah gagal," jelasnya.  

Sementara itu, kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang hadir pada kesempatan tersebut sama-sama berjanji untuk menyukseskan pelaksanaan pilkada DKI Jakarta 2007.

Calon gubernur (cagub) Adang Daradjatun mengatakan, pihaknya siap untuk menyukseskan pilkada secara demokratis dan aman. Mantan Wakapolri itu mengatakan peristiwa pilkada sama seperti sebuah pertandingan dalam kompetisi olahraga pada umumnya. "Kalah atau menang itu hal biasa, sama seperti pertandingan, pasti ada yang menang dan kalah," katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh cagub Fauzi Bowo. Ia menyatakan, pihaknya akan mengikuti ketentuan yang berlaku selama pilkada berlangsung dan berjanji akan memenuhi semua persyaratan yang di berlakukan dalam proses pilkada DKI Jakarta 2007.

"Jadi komitmen kami adalah selalu mengikuti semua peraturan perundangan yang berlaku dan berusaha untuk memenuhinya. Saya kira ini merupakan bagian yang sangat penting untuk bisa menjamin terselenggaranya pilkada yang aman, tertib, demokratis, dan sukses," tandasnya.

Sumber :www.beritajakarta.com