Menurut Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Azrul Azwar, untuk mewujudkan revitalisasi Gerakan Pramuka, kita harus
merapatkan barisan, memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa demi terciptanya tujuan pendidikan kepramukaan. "Yaitu, membina watak kaum muda yang memiliki kepribadian yang baik, disiplin yang tinggi, mandiri serta memiliki komitmen sepanjang hayat," ujarnya.
Upacara peringatan hari jadi Pramuka diawali dengan penghormatan pasukan kepada Presiden SBY selaku pembina upacara, dilanjutkan laporan pemimpin upacara kepada pembina upacara, mengheningkan cipta, pembacaan Pancasila, UUD 1945, pembacaan Dasa Dharma Pramuka.
Presiden SBY selaku Ketua Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka, secara simbolis menyematkan tanda penghargaan berupa Lencana Darma Bakti, Lencama Melati dan Wiratama kepada 20 tokoh Pramuka dan tokoh masyarakat yang secara terus menerus mendharma baktikan diri untuk gerakan Pramuka. Penghargaan tersebut diberikan setelah dibacakan Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka tentang Penganugrahan Tanda Penghargaan Lencana Melati, Darma Bakti dan Karya Bhakti.
Mereka yang dianggap berprestasi itu antara lain Rudolf M. Pardede, Badar Ali, Ning Nicholas Tang, Sutham Phanthusak, Eric HP. Khoo, Nazaruddin, Syamsurizal, Chalik Saleh, Hasan Basri Agus, Tutty Hayati Anwar, Ramoy Markus Luntungan, Yudhi Suyoto, Mahrus Amin, Frans Lebu Raya, Wahidin Alim, Eris Herryanto, Mariati Soetijono, Noer Bahry Noor, Muhadjir Albaar,
Agustamin dan Dian Yahya.
Menurut Presiden, menghadapi era globalisasi, perlu dilakukan pembinaan generasi muda yang efektif melalui revitalisasi gerakan Pramuka yang harus dilaksanakan di seluruh tanah air. "Gerakan pramuka saya yakini dapat berperan dan berbuat banyak, bisa mendorong memberi contoh dan mengajak generasi muda kita untuk berprestasi dan menyelamtkan generasi muda dari kegiatan yang merusak, menghancurkan," kata SBY di hadapan sekitar 1.000 anggota Pramuka dari seluruh tanah air.
Upacara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan hymne Satya Dharma Pramuka, pembacaan doa kemudian ditutup dengan laporan pemimpin upacara kepada pembina upacara.
Usai mengikuti upacara, Presiden SBY beserta Ibu Ani melakukan penanaman tanaman langka secara simbolis. Presiden SBY menanam buah mundu atau Garcinia dulcis, sedangkan Ibu Negara menanam bisbul atau Diopiros phillippensis. Usai menanam pohon, Presiden beserta rombongan meninggalkan lokasi. Turut hadir mendampingi Presiden antara lain Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menpora Adhyaksa Dault, Menhub Jusman Syafii Jamal, Menkominfo M. Nuh, Seskab Sudi Silalahi serta Kapolri Sutanto.
(mit)Sumber :www.presidensby.info