Presiden dalam kesempatan itu bertindak sebagai inspektur upacara sementara posisi Komandan Upacara dipegang oleh Kepala Departemen Matra TNI Angkatan Udara Kolonel (Pnb) Wahyu Amiruddin Djadja. Dalam upacara yang dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan seluruh menteri kabinet serta ketua lembaga negara para hadirin mengenang tragedi pengkhianatan terhadap Pancasila. Pada kesempatan itu Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Ginanjar Kartasasmita membacakan naskah Pancasila, sedangkan naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dibacakan oleh Ketua MPR Hidayat Nurwahid dan ikrar kesetiaan terhadap Pancasila dibacakan oleh Ketua DPR Agung Laksono. Usai upacara yang dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir pada 08.30 WIB, Presiden Yudhoyono kemudian menyempatkan diri bertemu dan beramah tamah dengan para keluarga Pahlawan Revolusi yang gugur di Lubang Buaya 42 tahun yang lalu. Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno mengatakan usai upacara bahwa setelah 42 tahun tanggung jawab untuk mengamankan Pancasila dan UUD 1945 harus diserahkan pada generasi muda sebagai generasi penerus bangsa. "Mereka harus diberikan kesadaran agar mau dan mampu mengemban tanggung jawab mengamankan Pancasila dan UUD 1945," katanya. Sementara Menteri Pendidikan Nasional Bambang Soedibyo, memaknai Kesaktian Pancasila dalam dunia pendidikan, menurutnya harus disesuaikan dan dikembangkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada sesua Ketetapan MPR RI. "Dunia pendidikan tetap mengacu pada ketentuan TAP MPR yang masih berlaku sehingga pelajaran sejarah juga mengacu pada hal itu," paparnya. (Ant)Sumber :www.analisa.online