"Hari libur nasional untuk memperingati Lebaran tidak ada perubahan, tetap 13-14 Oktober. Namun, cuti bersama kita atur ulang sehingga lebih efektif," ujar Menko Kesra Aburizal Bakrie usai rapat koordinasi tiga menteri membahas cuti bersama di Kantor Menko Kesra, Jalan Medan Merdeka Barat, kemarin (1/10). Hadir dalam rapat koordinasi tingkat menteri tersebut, Menteri Agama Maftuh Basyuni, Men PAN Taufiq Effendy, dan Menakertrans Erman Soeparno. Dengan demikian, hak cuti bersama PNS dan karyawan swasta sebanyak 12 hari dalam setahun telah digunakan delapan hari. Jatah cuti bersama tiga hari akan digunakan untuk perayaan Natal, Idul Adha, dan Tahun Baru 2008. "Natal tahun ini jatuh pada Selasa (25/12). Tadi diputuskan dua hari cuti bersama digunakan pada Senin (24/12) dan Rabu (26/12)," kata Ical. Untuk menyambut Idul Adha yang jatuh pada 20 Desember, pemerintah memberlakukan cuti bersama pada 21 Desember. Sementara itu, untuk menyambut tahun baru 2008 yang jatuh pada Selasa (1/1), pemerintah memberlakukan cuti bersama pada Senin (31/12). Demi menjaga kelangsungan pelayanan kepada masyarakat, pemerintah meminta agar setiap unit instansi mengatur piket penugasan karyawan. Terutama, di unit pelayanan yang tidak boleh berhenti bertugas, seperti rumah sakit, telekomunikasi, listrik, keamanan dan ketertiban, perhubungan, industri, serta perbankan "Mereka diberikan kebebasan untuk menentukan apakah cuti Lebaran diambil pada 16 Oktober atau 19 Oktober," ujarnya. Untuk menjaga agar tidak terjadi stagnasi ekonomi, Menakertrans Erman Soeparno meminta pengusaha berunding dengan serikat pekerja untuk menentukan piket pekerjaan. "Bagaimanapun, ekonomi tetap harus bergerak, meski ada hari libur yang ditentukan undang-undang," katanya. Menteri Agama Maftuh Basyuni menekankan, setiap instansi pemerintah di pusat dan daerah harus mengawasi pelaksanaan cuti bersama sehingga tidak ada karyawan yang mangkir masuk kerja setelah cuti bersama. "Menurut disiplin pegawai negeri, ada sanksi untuk pegawai yang mangkir. Kalau sudah ada bonus hari libur, tapi masih ada pegawai yang mangkir, itu keterlaluan. Dia layak untuk digebuk," tegasnya. (noe/bay)Sumber :www.jawapos.co.id