Pesawat yang siap menerbangkan 141 penumpang tersebut, menabrak seekor sapi yang melintas landasan pacu, Senin (28/1) pagi, sekitar pukul 08.45 WIT, kemarin.
Pesawat mengalami kecelakaan pada posisi Ranway 16. Tidak ada korban jiwa dari kecelakaan tersebut, namun mesin pada sayap kiri mengalami kerusakan berat. Tampak dari penutup pada mesin tersebut sebagian tercabut keluar dan sebagian sempat diterbangkan angin ke bagian atas pesawat yang mengenai sayap bagian atas (stabilizer).

 

Sementara sapi yang ditabrak tewas, bahkan tidak berbentuk lagi, karena terseret sekitar 100 meter dari posisi tabrakan.
Pesawat dengan nomor penerbangan Collsing PK-MBP-MZ 774 yang dipiloti Edi Firnando Sinaga dan Co Pilot, Suanto, tujuan dari Jayapura-Merauke penuh
dengan penumpang dan kru.

Tercatat 6 orang kru, 10 anak-anak, 7 bayi dan 124 dewasa ditambah 1 jenazah di bagian kabin. Dengan kecelakaan itu, pesawat yang harus terbang kembali dengan tujuan Jakarta via Jayapura-Timika Makassar itu terpaksa tidak melanjutkan perjalanannya akibat kerusakan tersebut.
Tabrakan itu sempat membuat panik para penumpang yang sedang berada di dalam pesawat. '' Tapi saya cukup salut dengan pilot dan para pramugarinya, yang tidak
memberikan reaksi, tapi terlihat tenang-tenang saja,'' kata seorang penumpang yang enggan dikorankan.

Meski mengalami kerusakan mesin pada salah satu sayap, namun pesawat tersebut masih bisa jalan dari Ranway ke Evron.

Sementara itu, dari sejumlah saksi menyebutkan, saat itu terlihat empat ekor sapi sedang memotong landasan dari arah Timur perumahan warga yang ada
di sebelah Bandara Mopah Merauke ke arah Barat saat pesawat sedang meluncur (landing) di landasan dari arah Utara ke arah Selatan Landasan.

''Tapi 3 ekor itu sudah melewati landasan, sedangkan yang satu baru
memotong landasan dan pesawat datang menabrak,''kata sejumlah saksi. Para saksi juga sempat melihat asap keluar dari mesin bagian kiri saat menabrak sapi
tersebut.

Wartawan sempat dilarang mengambil gambar. Apalagi, di tempat kejadian, wartawan sama sekali dilarang untuk masuk mengambil gambar.
Kemudian, beberapa saat setelah kejadian, Wakil Bupati Merauke Drs Waryoto, Kapolres Merauke AKBP Drs I Made Djuliadi, SH dan Dandim 1707 Merauke Letkol Inf. A Saroy dan Distrik Manager Merpati Merauke M. Junus Mokodongan, terlihat langsung melihat kondisi pesawat.

Wakil Bupati Waryoto mengungkapkan, kedepan harus ada yang perlu diperbaiki dan dikoordinasikan dengan semua pihak, baik dari angkatan maupun pengelola Bandara, agar kejadian serupa tidak terulang.

Sebab, lanjutnya, tanpa menyalahkan antara satu dengan yang lain, kecelakaan itu terjadi karena pasti ada kekurangan-kekurangannya.

Yang pasti, lanjut Waryoto, baik pihak Bandara maupun Pemerintah Daerah sudah lama mengeluarkan pengumaman agar masyarakat yang memiliki ternak untuk tidak melepas ternaknya, baik di dalam kawasan maupun di sekitar kawasan bandara karena akan mengganggu keselamatan penerbangan. ''Memang kesadaran pemilik ternak inilah yang harus menyadari, sehingga dengan kejadian ini menyadarkan mereka sehingga hal serupa tidak terulang lagi,'' jelasnya.

Di tempat sama, Kabandara Mopah Merauke Herson, SH, mengungkapkan, kecelakaan itu terjadi akibat ternak sapi yang melintas secara tiba-tiba memotong pesawat
yang sedang landing. ''Jadi informasi dari Security Bandara bahwa sebelum pesawat lending mereka sudah keliling. Informasi lain dari Tower bahwa landasan
clear. Namun saat pesawat akan landing, tiba-tiba anak sapi itu yang lari dari perkampungan sana,'' jelasnya.

Awalnya, lanjut Herson, sapi tersebut tidak kelihatan oleh petugas Tower. Namun secara tiba-tiba sapi itu lari ke landasan, sehingga tertabrak pesawat.
Dengan kejadian tersebut, tegas Herson, pihaknya akan lebih mempertegas intruksi Bupati tentang larangan peternak membiarkan sapinya masuk ke dalam
area kawasan bandara dan aturan kebandaraan yang ada. ''Kita juga akan memfasilitasi pemagaran seluruhnya, sehingga tidak ada lagi sapi-sapi yang berkeliaran bebas masuk,'' terangnya. Saat ini yang baru selesai dipagar, sepanjang 1.500 meter. ''Belum mengelilingi bandara,'' tambahnya.

Sementara itu Manager Merpati Distrik Merauke M. Junus Mokodongan, mengungkapkan, secara teknis tidak mengetahui pasti kerusakan-kerusakan apa yang dialami pesawat. Namun pesawat tidak dapat terbang lagi. ''Kita masing menunggu Tim investigasi baik secara internal Merpati maupun secara eksternal Merpati yang rencananya akan tiba besok (hari ini,red),'' jelasnya.

Namun yang pasti, tabrakan yang menyebabkan kerusakan pada mesin itu menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi Merpati. Oleh karena itu, dirinya mengharapkan agar kedepan areal bandara sebelum dan saat akan
terbang supaya benar-benar steril.

Untuk diketahui, selama ini pihak Bandara Mopah Merauke telah mengeluarkan pengumuman larangan bagi masyarakat yang memiliki ternak untuk tidak melepas
ternaknya di dalam kawasan bandara karena akan mengganggu keselamatan penerbangan. Bahkan, mengeluarkan pengumuman tembak di tempat bagi ternak
yang berkeliaran di dalam kawasan bandara. Meski demikian, masyarakat pemilik ternak sering tidak menghiraukan larangan tersebut.

General Manager PT Merpati Nusantara Airlines Wilayah Papua, Yose Rizal,
Membenarkan kejadian tersebut. Dikatakan, saat terjadi tabrakan, jumlah penumpang yang ada di dalam pesawat bernomor MZ774 berjumlah 141 orang kesemuanya selamat bersama pilot Kapten Edy Fernando.

"Tidak ada korban jiwa, hanya bagian kiri pesawat yang rusak,"katanya kepada wartawan di Swiss belHotel Papua, Senin, (28/1).
Menurut Yose Rizal, pesawat naas tersebut berangkat dari Jayapura dalam keadaan aman dan siap terbang pukul 07.55 WIT menuju Merauke dan mendarat di Bandara Mopah, Merauke pukul 08.00 WIT.

"Jenis pesawat boing itu, penerbangan dari Jayapura-Merauke,"jelasnya didampingi Sales Manager Merpati Papua Abdul Kadir.
Dikatakan, kecelakaan terjadi saat akan mendarat (landing) dan sudah diizinkan Air Traffic Control (ATC) Bandara Mopah, saat bersamaan tiba-tiba melintas seekor sapi di area landasan (Runway) sehingga tabrakan tersebut terjadi. Meski tidak ada korban, namun sapi yang ditabrak mati.

Lanjut dia, untuk sementara waktu, pesawat naas tersebut masih berada di Merauke dan dalam pengawasan Dinas Sertifikasi Kelayakan Udara (DSKU). "Kondisi pesawat terdapat kerusakan sehingga belum bisa diterbangkan kembali untuk memberikan pelayanan,"terangnya.

Oleh karena itu, untuk tetap mengangkut penumpang di Merauke, Manajemen PT Merpati Nusantara sudah menyiapkan pesawat pengganti dengan tipe sama, sehingga semua penumpang dapat terangkut pada penerbangan keduaa. "Adanya penundaan penerbangan, diharapkan besok bisa normal kembali,"pungkasnya.(ulo/api)

 

Sumber :www.jawapos.com