Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Prijanto saat memberikan sosialisasi dan pengarahan jam masuk sekolah di Jakarta dari pukul 07.00 WIB menjadi pukul 06.30 WIB di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP), Jl Nangka Tanjung Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (15/12). Hadir pada acara itu para pengurus Komite Sekolah, pejabat dan aparat Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) DKI Jakarta.

Masalah macet di Jakarta jangan dipandang hal biasa melainkan kategori keadaan luar biasa (KLB). Karena tidak ada yang ingin produktifitas masyarakat hilang antara dua sampai tiga jam per hari. Diyakini banyak orang stres dalam setiap bepergian akibat macet dalam perjalanan, jelas Prijanto.

Jakarta selalu macet sehari-hari tidak terlepas dari keberadaan kendaraan pribadi mengantar jemput anak-anak sekolah dan mobil mahasiswa. Begitu juga kehadiran kendaraan dari luar kota masuk wilayah Jakarta. Misalnya, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Cianjur, Sukabumi, Karawang, dan daerah penyangga lain, kata Wagub.

Prijanto menjelaskan kontribusi terbesar penyebab macet di DKI termasuk kendaraan dari Tangerang sebanyak 847.750 unit pada tahun 2002. Dua tahun kemudian meningkat menjadi satu juta unit.

Begitu juga dari Bekasi sebanyak 54.500 unit kendaraan tahun 2002, sedang dari Bogor sebanyak 693.000 unit kendaraan tahun 2004, lanjutnya. ''Saya yakin semua sekolah akan patuh terhadap kebijakan Pemprov DKI itu. Ternyata aturan baru jam masuk sekolah itu sudah ada melaksanakan,'' ujar Prijanto.

Dalam segi keamanan terkait kebijakan itu, jelas Wagub, pihaknya sudah mengadakan koordinasi dengan Polda Metro Jaya. Begitu juga Dinas Perhubungan (Dishub) DKI dalam hal untuk persiapan angkutan umum untuk anak sekolah lebih pagi dari biasanya, kata Prijanto. (Ssr/OL-03)  Sumber :www.mediaindonesia.com