Korban selamat itu adalah Aprianto, 17, warga Kompleks Pelabuhan Perikanan Nusantara Cilacap, dan Irwan, 45, warga Kabupaten Pemalang. Yang hilang ialah Kusnadi, 35; Kepar 30; Siman 30; dan satu korban belum diketahui namanya.

''Kami masih terus membantu pencarian empat orang yang belum ditemukan. Sedangkan yang selamat masih shock,'' ujar Kepala Seksi Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Kantor Administrator Pelabuhan (Adpel) Tanjung Intan Cilacap Aher Priyatno.

Aher menandaskan, kecelakaan itu diketahui awak kapal tanker berbendera Indonesia MT Soechi Chemical VII yang mengangkut 3.500 ton minyak dari Cilacap menuju Surabaya. Sekitar pukul 02.00 WIB ABK kapal tanker tersebut melihat dua nelayan terapung. Lokasinya sekitar empat mil sebelah timur mercusuar Cimiring, Pulau Nusakambangan.

Mereka langsung memberikan pertolongan, namun upayanya tidak berhasil karena kondisi cuaca buruk. Akhirnya, nakhoda tanker F.X. Suhardi mengontak stasiun pandu. Kemudian, stasiun pandu mengirimkan kapal tugboat (TB) Trans Power 205 untuk mengevakuasi korban.

Menurut Aher, korban selamat menceritakan ganasnya ombak yang langsung menghantam kapal dan membuat para ABK terjatuh ke laut. Hingga kini nasib kapal nahas berikut empat ABK lainnya belum diketahui.

Ketua II Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cilacap Indon Cahyono mengimbau para nelayan memeriksa kondisi kapal dan mesin sebelum melaut. Selain itu, dia berharap agar perlengkapan keselamatan selalu dikenakan. ''Sekarang ini ombak di perairan Cilacap sangat besar. Kita harus mewaspadainya,'' ujar dia. (amu/jpnn/ruk)Sumber :www.jawapost.co.id