MUKOMUKO--MICOM: Badan Pelaksana, Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, menjadikan enam dari 15 kecamatan di daerah sebagai sentra produksi pangan.

"Enam kecamatan di daerah ini memiliki potensi sumber daya alam serta di dukung dengan fasilitas pertanian," kata Kepala Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan Badan Pelaksana, Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Mukomuko Hamdan Kasiran, Selasa (24/5).

Ia mengatakan, kecamatan yang merupakan sentra produksi pangan di daerah ini yakni, Kecamatan Lubuk Pinang, V Koto, Air Manjuto, XIV Koto, Selagan Raya, dan Ipuh. Sedangkan lahan yang berada di Kecamatan Teras Terunjam, Malin Deman, Penarik, Pondok Suguh, Sungai Rumbai, Air Rami, Teramang Jaya, dan Kecamatan Kota Mukomuko, umumnya digunakan untuk tanaman sawit, karet, dan kakao.

"Meski sembilan kecamatan yang tidak termasuk sebagai wilayah sentra produksi pangan, namun beberapa kecamatan itu ada yang menanam padi dan komoditi pangan lain, tetapi jumlahnya sangat terbatas," urainya.

Ia menambahkan, ditetapkannya enam kecamatan sebagai sentra produksi pangan, karena sejumlah fasilitas pertanian, seperti irigasi dan jalan usaha tani banyak dibangun di kecamatan tersebut, selain potensi sumber daya alam sangat mendukung.

"Pemeritah sangat khawatir bila terjadi alihfungsi lahan di sentra produksi, karena bisa mengurangi luas lahan persawahan yang tersedia, dan bisa berdampak krisis pangan di daerah ini," katanya.

Selain itu kegiatan pendataan lahan beralihfungsi juga di fokuskan di pusat sentra produksi pangan, dan sudah terdata empat yang melakukan pengalihan lahan pangan menjadi lahan perkebunan. Total luas lahan empat kecamatan yang beralihfungsi sudah terdata oleh Penyuluh Pertanian Kecamatan yakni Kecamatan Lubuk Pinang seluas 340 haktare, Air Manjuto seluas 1.520 haktare, Kecamatan XIV Koto seluas 803 haktare, dan Kecamatan Ipuh 412,25 haktare.