"Kita akan tetap bekerja keras untuk mewujudkan sesuai target yang ada,” tegas Menteri Dalam Negeri kepada wartawan di Jakarta,  Kamis (6/10).


Mendagri berharap, dengan kerja keras semua pihak termasuk di pemda dan konsorsium maka target itu akan tercapai. Meski demikian Mendagri  mengaku heran dengan pelaksanaan e-KTP yang bertujuan agar semua data penduduk terekam itu malah coba disabotase oleh pihak tertentu.


Padahal jika program e-KTP berhasil, tegasnya, maka pelaksanaan Pemilu 2014 dijamin bebas kecurangan. Mendagri menjamin tidak ada lagi data pemilih ganda. Sebab, Daftar Pemilih Tetap (DPT) mengacu Nomor Induk Kependudukan (NIK) tunggal yang tercatat di data center Kemendagri.



"Ini orang niatnya baik malah dilawan. Maunya apa mereka? Saya siap lawan mereka," geram Gamawan.

Mendagri memang tidak memungkiri sejumlah persoalan terkait pembuatan e-KTP. Dia mengakui, hingga akhir September ini belum semua peralatan sampai ke semua kecamatan.

       
Kendati demikian Mendagri memastikan untuk turun langsung ke lapangan guna mengecek kesiapan petugas pembuatan e-KTP. Pihaknya akan mengerahkan 400 petugas pemantau yang disebar ke sejumlah daerah.
      
Dijelaskannya, secara umum ada tiga tahap pengerjaan proyek e-KTP yang menjadi tugas Kemendagri. Pertama, menyiapkan data kependudukan dan kegiatan itu sudah diselesaikan. Kedua, pemberian NIK kepada sekitar 250 juta penduduk Indonesia yang harus sudah selesai akhir 2011.

       
Ketiga, bagi warga yang sudah punya NIK maka bisa langsung mengurus pembuatan e-KTP. Mendagri berharap, warga yang sudah menerima penggilan dari kecamatan, agar segera datang mengurus e-KTP ini. “Petugas juga harus siap,” pungkasnya.(boy/jpnn)

 

Sumber :Jawa Pos
Tags :Berita Depdagri