Kepala Pusat Indonesian Automatic Fingerprints Identification System (Inafis) Card pada Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Brigjen (Pol) Drs Bekti Suharsono mengatakan program Inafis dihentikan secara permanen.

"Apapun yang jadi aspirasi masyarakat dijadikan pedoman dalam pelaksanakan tugas-tugas Kepolisian. Dihentikannya secara permanen program Inafis ini juga didasari oleh aspirasi masyarakat. Sejak kemarin, program Inafis resmi dihentikan," kata Bekti Suharsono, di press room DPR, gedung Nusantara III, Senayan Jakarta, Kamis (26/4).

Dikatakan Bekti, penghentian program Inafis ini bersifat permanen sebagai respon Kapolri atas aspirasi masyarakat yang merasa keberatan atas biaya pelaksanaan Inafis Card.

"Karena itu pihak Kepolisian meminta pemerintah untuk segera merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 50 tahun 2010 tentang Jenis dan Tarif atas Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kepolisian Negara RI," kata Bekti.

Lebih lanjut dia juga menyampaikan apresiasi terhadap media massa dalam menyampaikan aspirasi masyarakat yang keberatan dengan Inafis.

"Polri sangat menghargai peranan media massa yang intens dalam menyampaikan aspirasi masyarakat. Bagi Polri, media massa bukanlah lawan tapi mitra strategis bagi Polri untuk menyerap aspirasi masyarat," tegasnya. (fas/jpnn)

Sumber :Jawa Pos
Tags :Berita Nasional