Kedua mantan petinggi GAM ini harus bisa menjadi pemimpin yang mengayomi semua pihak di Aceh, untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dalam masa lima tahun ke depan.

"Mulai hari ini, pasangan Zaini/Muzakir resmi memimpin Aceh setelah mendapat kepercayaan dalam Pilkada 9 April 2012. Namun kiranya tidak hanya membela kepentingan kelompok atau partai tertentu saja, tapi juga memperjuangkan kesejahteraan bagi semua lapisan masyarakat Aceh," ujar Gamawan Fauzi.

Harapan itu disampaikan Mendagri dalam sambutannya saat melantik dan mengambil sumpah Zaini Abdullah/Muzakir Manaf sebagai Gubernur/Wakil Gubernur Aceh periode 2012-2017 dalam sidang paripurna istimewa di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Senin (25/6) siang.

Sidang paripurna terbuka itu dipimpin Ketua DPRA, Drs Hasbi Abdullah yang juga adik kandung Zaini Abdullah. Pengambilan sumpah jabatan dilakukan di depan seluruh anggota DPRA. Saat pengambilan sumpah, Zaini/Muzakir didampingi rohaniawan dari Mahkamah Syariah (MS).

Zaini Abdullah/Muzakir dilantik Mendagri atas nama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 58/P/2012. Surat keputusan itu juga menyatakan tentang pemberhentian Penjabat Gubernur Ir Tarmizi A Karim.

Gamawan Fauzi mengingatkan, pasangan yang diusung Partai Aceh itu setelah resmi memimpin Aceh, haruslah dapat segera merealisasikan janji-janji kampanye yang dulu pernah disampaikan kepada para pemilih.

"Janji-janji itu harus diwujudkan mulai besok (hari ini-red), yaitu pembangunan yang dapat mensejahterakan masyarakat Aceh dan meningkatkan sumberdaya manusia lewat pendidikan serta peningkatan ekonomi masyarakat. Janji itu akan ditagih oleh seluruh masyarakat Aceh baik yang dulu memilihnya dalam Pilkada ataupun tidak," sebutnya.

Acara pelantikan gubernur itu dihadiri sejumlah pejabat negara seperti Wakil Ketua MPR-RI Ahmad Farhan Hamid, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar, sejumlah pejabat daerah serta tamu-tamu asing.

Juga hadir Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, Pemangku Wali Nanggroe, Malek Mahmud Al-Haytar, sejumlah mantan Gubernur Aceh seperti Syamsuddin Mahmud, Abdullah Puteh, Irwandi Yusuf dan mantan Wagub Muhammad Nazar.

Mendagri menyatakan, jumlah tamu asing yang hadir menyaksikan pelantikan Gubernur Aceh ini, merupakan yang terbanyak di Indonesia. "Ini adalah tamu asing terbanyak yang pernah saya saksikan. Tidak pernah saya lihat jumlah tamu asing sebanyak ini selama 15 kali saya melantik gubernur," ungkapnya.

Prosesi pelantikan tersebut dijaga ketat 4.000 personil polisi dan Satpol PP ditambah Satgas dari Partai Aceh. Para tamu dan undangan yang memasuki gedung dewan harus melalui serangkaian penjagaan, yaitu melintasi pintu X-Ray. (mhd)

Ket.Gambar:

(Analisa/muhammad saman) Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi melantik dan mengambil sumpah jabatan dr H Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf sebagai Gubernur/Wakil Gubernur Aceh periode 2012-2017 dalam sidang paripurna istimewa di Gedung DPRA, Senin (25/6) siang.

Sumber :Harian Analisa
Tags :Berita Kemendagri