Dalam acara tersebut, bandara Juanda maju ke podium bersama dua pemenang di kategori lainnya. Yakni, PT Aerofood Indonesia sebagai Best Indonesia Airline Support Service Provider of the Year dan PT Indonesia AirAsia sebagai 2013 Best Managed Indonesian Low Cost Airlines of the Year.

Country Director Frost & Sullivan Indonesia Eugene van de Weerd menyatakan, pihaknya telah dinilai secara menyeluruh oleh analis industri Frost & Sullivan. Untuk acara yang juga telah digelar tahun lalu, pihaknya mengaku sudah menggelar riset mendalam melalui wawancara dan riset sekunder yang luas. "Kami sudah membandingkan para pemain pasar dalam kategori masing-masing. Dan kami bangga dapat menganugerahkan penghargaan tersebut dalam acara ini," katanya.

Pernyataan tersebut turut didukung Subhranshu Sekhar Das, Director Asia Pacific Aerospace & Defense Frost & Sullivan. Dia mengaku, penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas kompetensi perusahaan di Indonesia yang kinerjanya melebihi harapan pasar. "Sifat industri dirgantara sebenarnya rentan. Tapi, itu justru mendorong pelaku industri, terutama para pemain Asia, untuk fokus pada best practices (cara kerja terbaik, Red) dalam operasional. Hal ini " berdampak positif pada pertumbuhan penerbangan global," papar Subhranshu.

Sementara itu, General Manager Bandara Juanda Surabaya Trikora Harjo mengaku sangat puas dengan apresiasi tersebut. Dia bahkan menegaskan, pihaknya bakal terus meningkatkan kinerja bandara Juanda. Misalnya, dengan menerapkan jam operasi 24 jam. Menurutnya, pihaknya sedang mematangkan konsep tersebut.

"Kami sudah membahas dengan maskapai penerbangan dan Perum LPPNPI (Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia)," ujarnya.

Dia menegaskan, hal tersebut tak hanya dilakukan untuk mendapatkan pujian. Pasalnya, situasi di bandara Juanda memang sudah penuh. Dengan jam operasional, 05.00-24.00, Bandara Juanda sudah menampung 16,5 juta penumpang pada 2012. Itu sudah jauh melebihi kapasitas yang seharusnya 10 juta penumpang per tahun. "Dengan penambahan jam operasional, kami bisa meningkatkan arus penerbangan menjadi 500 penerbangan per hari," jelasnya. (bil/dos)

 

 

Sumber :Jawa Pos
Tags :Berita Daerah