Berikut 6 strategi Jokowi dan Ahok menaklukkan 'PKL ngeyel' Tanah Abang:

1. Toleransi 2 Minggu

Jokowi tidak pernah melarang PKL berjualan di Tanah Abang asalkan tidak di tengah jalan dan mengganggu lalu lintas. Penertiban pedagang terus digenjot.

Sarjana Kehutanan UGM itu bersedia memenuhi aspirasi pedagang yang meminta agar bisa berjualan selama 2 minggu lagi menjelang Lebaran.

2. Kantongi Nama 'Pemalak'

Jokowi turun tangan menghentikan praktik penarikan uang sewa lapak ilegal terhadap PKL di Tanah Abang. Ia telah mengantongi identitas para oknum 'pemalak' itu.

"Kita sedang identifikasi, siapa-siapa yang terlibat di situ. Entah premannya, RW-nya atau yang lain," kata Jokowi di Gedung Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (22/7/2013).

3. Percantik Blok G

Pemprov DKI Jakarta yakin bisa menata para PKL Tanah Abang. Untuk itu Pemprov akan melakukan pembenahan pasar Blok G Tanah Abang untuk menampung para PKL yang kini menjamur di jalanan seputar Tanah Abang.

"Karena memang di Blok G-nya kalau kita lihat kan gelap, kemudian akses semuanya harus diperbaharui semuanya. Tangga-tangga enggak ada, yang di lantai 3 dan 4 nya juga kosong," kata Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (19/7/2013).

4. Jembatan Penghubung

Jokowi berupaya menarik minat PKL di Tanah Abang agar bersedia direlokasi ke Blok G. Ia segera membangun jembatan penghubung agar lokasi itu ramai dikunjungi pembeli.

5. Mau Nyaman? Dagang di HI

PKL yang menjajakan dagangan di trotoar dan badan jalan di kawasan Tanah Abang enggan untuk direlokasi. Mereka berdalih dagangan mereka tak laku jika berdagang di Blok G, Tanah Abang. Ahok pun memberikan sindiran.

"Kalau mau dagang paling enak tuh di bundaran HI. Usul sama orang PKL sana. Di bundaran HI paling top dagang di sana," sambungnya sambil tersenyum.

6. Ngeyel ya Penjarakan

Para pedagang kaki lima liar di Tanah Abang melawan rencana pemindahan mereka ke Blok G. Ahok pun tidak mau kalah.

"Kita ambil tindakan. Kita akan penjarakan kalau perlu!" kata Ahok dengan nada meninggi di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (16/7/2017).

Sumber :Liputan 6
Tags :Berita Daerah