Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi meminta para intelijen di daerah agar memantau dan mengawasi berbagai potensi konflik menjelang Pemilu 2014. Hal itu sangat penting supaya bisa diatasi dan diredam sebelum benar-benar terjadi konflik.

"Perhatian khusus patut diberikan mengingat pemilu menentukan keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. Kami mengharapkan peran pemerintah daerah dan utamanya jajaran Kominda dapat mendorong peran para pihak seperti KPU, Bawaslu, partai politik peserta pemilu dan DKPP untuk bersinergi mengantisipasi berbagai potensi kerawanan," kata Gamawan dalam rapat koordinasi nasional Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) di Jakarta, Senin (9/9).

Gamawan juga meminta seluruh anggota Kominda agar bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan iklim daerah yang kondusif menghadapi pelaksanaan pemilu 2014.

Kepada kepala daerah selaku Ketua Kominda, Gamawan juga berpesan agar lebih berperan aktif mengkoordinasikan dan mengoperasionalkan Kominda di daerah masing-masing.

"Jaga kekompakan, keharmonisan dan sinergitas antar anggota kominda. Tingkatkan kewaspadaan dini, deteksi dini, cegah dini dan lapor cepat terhadap potensi kerawanan menjelang pemilu 2014. Caranya dengan memberdayakan instrumen-instrumen yang ada seperti media massa," kata mantan Gubenur Sumatera Barat ini.

Lebih lanjut Gamawan menyatakan, hasil evaluasi penyelenggaraan 106 Pemilukada sepanjang tahun 2013 memerlihatkan tidak sedikit yang berekses konflik. Hal itu terjadi akibat ketidakpuasan terhadap hasil pemilukada, pelaksanaan tahapan yang tidak konsisten dan akurasi daftar pemilih tetap (DPT) yang kerap bermasalah.

Karena itu untuk ke depan, dia mengajak segenap pihak dapat berperan aktif meminimalisir kerawanan dan mendorong partisipasi masyarakat untuk ikut serta menggunakan hak pilih, baik dalam pemilu legislatif maupun pemilu presiden tahun 2014 mendatang.

Sumber :www.beritasatu.com