“Mereka tengah mengemban tugas pembuatan pos perbatasan. Semoga keluarga TNI dan korban diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” kata Presiden SBY melalui akun twitternya @SBYudhoyono, yang diunggahnya pada Sabtu (9/11) malam.

Sebagaimana diketahui pesawat helikopter MI-17 milik TNI AD jatuh di sekitar Desa Apoping, Kecamatan Bahau Ulu, Kabupaten Malinau, Sabtu (9/11). Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigjen TNI Rukman Ahman mengatakan, heli tersebut mengangkut bahan bangunan untuk pendirian pos di kawasan tersebut. "Pesawat mengangkut personel TNI AD dan sejumlah pekera," kata Rukman.

Saat jatuh, pesawat ini membawa 19 penumpang termasuk kru. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 orang dipastikan tewas. Sedangkan enam lainnya selamat. Baik korban meninggal maupun selamat telah dievakuasi ke kota Tarakan, dengan menggunakan pesawat helicopter.

Mereka yang selamat adalah Sertu Joko (TNI), Praka Siburian (TNI) Mendan Bilung (sipil), Albert Daud (sipil), Fredy Usang (sipil) dan Desem Njuk (sipil).

Sedangkan korban tewas adalah empat prajurit TNI AD, yaitu kru helikopter atas nama Kapten CPN Wahyu Ramdan, Lettu CPN Agung Budiarjo, Lettu CPN Rokhmat, . Serka Aan Zidam,  dan satu orang anggota Batalion Zipur Kodam VI Mulawarman bernama Kapten CZI Sardi.

Adapun delapan korban dari sipil adalah: 1. Desi (Tarakan); 2. Wahyu (Tarakan); 3. Bilung Lengkang (Apauping-Malinau); 4. Lingling (Apauping-Malinau); 5. Asun (Apauping-Malinau); 6. Sam (Apauping-Malinau); 7. Gring Bilung (Apauping-Malinau); dan 8. Hirodis (Apauping-Malinau).

Sumber :Setkretarait Kabinet
Tags :Berita Nasional