Jakarta - Setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Presiden Finlandia Sauli Vainamo Ninisto akan bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sejumlah agenda kerjasama pun akan dibahas dalam pertemuan yang akan digelar hari ini.

Berdasarkan agenda gubernur yang diterima detikcom, Rabu (4/11/2015) Presiden Sauli akan tiba di Balai Kota pada pukul 10.00 WIB. Ditemani oleh delegasi bisnis, rencananya Presiden Sauli dan Ahok akan membicarakan peluang kerjasama di bidang ekonomi, infrastruktur, pendidikan, pariwisata, energi dan transportasi.

Ahok akan didampingi oleh Sekda DKI Jakarta Saefullah; Deputi Gubernur bidang Industri, Perdagangan dan Transportasi (Indagtrans); Asisten Sekda bidang Perekenomian (Asekmin); Asisten Sekda bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup (Asbang); Biro Kepala Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri (KDH KLN) dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

Pantauan detikcom pada pukul 07.00 WIB di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat sejumlah persiapan sudah dilakukan. Terlihat ada karpet merah membentang menuju pintu ruang kerja gubernur lengkap dengan hiasan pot-pot bunga untuk menyambut Presiden Sauli.

Ada juga metal detector yang dipasang di sejumlah titik, seperti di dekat Gedung Blok H menuju Pendopo dan pintu masuk utama kompleks Balai Kota. Kepala Biro Umum DKI Jakarta Agustino Darmawan mengatakan, hal ini sudah sesuai dengan SOP Paspampres untuk menyambut tamu-tamu asing kenegaraan.

"Kami hanya siapkan sarana pendukung saja. Misalnya mimbar untuk pidato, ruang pertemuan, kursi meja, pengamanan dalam dengan detektor. Itu ikut dari Paspampres," ujar Agustino saat dihubungi, Rabu (4/11/2015).

Sebelum ini, Presiden Sauli telah bertemu dengan Presiden Joko Widodo pada hari Rabu (3/11) lalu. Dalam pertemuan itu, kedua negara sepakat memperkuat hubungan bilateral dalam berbagai bidang.

Sedikitnya ada 3 poin kerjasama yang dijalin oleh Presiden Jokowi dengan Presiden Sauli, antara lain peningkatan perdagangan dan investasi, kerjasama dengan Uni Eropa untuk mempererat hubungan kedua negara dan kerjasama dalam kaitan resolusi konflik.

Sumber :detik.com