serangan bom beruntun di Ibukota Brussels, Belgia

 

Brussels -Otoritas keamanan Belgia masih melakukan perburuan terhadap otak serangan bom beruntun di Ibukota Brussels yang terjadi pada Selasa pagi lalu waktu setempat.

Menteri Kesehatan Belgia Maggie De Block kepada televisi VRT Belgia, Rabu 23 Maret 2016 mengumumkan sedikitnya 31 orang tewas dan 260 lainnya terluka dalam serangan teroris tersebut. Jumlah korban dikuatirkan bertambah mengingat kondisi banyak korban tubuhnya terpisah. 

Informasi yang dikumpulkan Tempo hingga Rabu, 23 Maret 2016 sore, ada tiga warga negara Indonesia menjadi korban ledakan bom di bandara Zaventem. Ketiganya pada Selasa lalu tengah menunggu pesawat yang hendak menerbangkan mereka berlibur ke Tanah Air. Nahas tak bisa ditolak, di aula keberangakatan terjadi ledakan dari bom pelaku serangan teroris.

Kedutaan Besar RI di Brussel menyebutkan mereka adalah Meilissa Aster Ilona beseta dua anaknya bernama Lucie Vansilliette dan Philippe Vansilliette, dirawat di Unversity Hospital Leuven, 20 menit di luar kota Brussel.

Dari pesan saudara Melissa Aster yang didapat koresponden Tempo menyebutkan Melissa Aster masih koma, patah tangan, terluka di kepala, dan mengalami luka bakar. Putrinya Lucie, 3 tahun, terluka bakar di sekujur tubuh. Keduanya di unit gawat darurat. Adapun Philippe, 5, sudah menjalani operasi dan kini sudah dirawat bangsal biasa.

Sumber :tempo.co