JAKARTA –  Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo tidak ingin tergesa-gesa dalam menangani pemilihan gubernur dan wakil gubernur putaran kedua. Dia mengatakan akan menunggu rekapan terakhir hasil pemungutan suara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Saya tidak mau tergesa-gesa yang penting menunggu rekap terakhir KPU,” ujar Mendagri di Intercontinental Midplaza, Jakarta, Jumat (17/2).

Kemendagri akan terlebih dahulu melakukan pengecekan dengan aturan KPU tahap kedua. 
Banyaknya warga DKI Jakarta yang tidak bisa mencoblos saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) tanggal 15 Februari lalu menjadi bahan evaluasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta untuk memaksimalkan pendataan pemilih pada Pilkada putaran kedua mendatang.

Tjahjo mengatakan akan membahas kembali bersama KPU tentang masalah kekurangan surat suara untuk putaran kedua Pilkada DKI. Kendati demikian, dia menilai partisipasi masyarakat dalam Pilkada serentak ini cukup baik, yakni di atas 65 persen. 

Tak hanya itu, kepada Presiden Joko Widodo, Tjahjo juga melaporkan akan ada pengajuan revisi peraturan KPU, sehingga hak warga negara untuk menggunakan suaranya dapat terpenuhi.

“Akan ada pengajuan revisi peraturan KPU supaya hak-hak warga negara jangan sampai terganggu atau hilang,” ujar Tjahjo.

Sumber :Humas Puspen Kemendagri/Koran Jakarta
Tags :Pilkada Putaran Kedua, Mendagri Ingin Evaluasi Peraturan