JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menghadiri diskusi PPRA LVI 2017 di Lemhanas RI. Dalam kegiatan tersebut membahas implementasi wawasan nusantara dalam kaderisasi pemimpin nasional.

Dia mengatakan, kaderisasi perlu dilakukan untuk mempersiapkan calon pemimpin terbaik masa depan, dan itu sebaiknya dilakukan sejak dini. Ada beberapa alasan, kata dia mengapa kaderisasi ini diangap penting sekarang ini.

“Masalah ketentuan periode kepemimpinan, lalu adanya penolakan untuk mengganti pimpinan, proses alamiah (menjadi tua) dan kehilangan kemampuan memimpin, kematian,” kata Tjahjo dalam paparannya di Lemhanas, Jumat (21/4).

Pemimpin nasional, menurut dia adalah sosok yang secara proporsional mampu mengemban amanat untuk menghadirkan kemampuan bagi bangsa. Mereka juga harus menjadi teladan bagi masyarakat melalui perbuatannya.

Adapun sejumlah kriteria menjadi pemimpin nasional adalah, rekam jejaknya baik, kapabilitas personalnya seperti bisa menjalankan tugas dan mengambil keputusan tepat, lalu berintegritas. Artinya, memiliki sikap moral tegas.

“Peran parpol dalam mengembangkan kepemimpinan transformatif ternyata belum menunjukan hasil yang memuaskan. Ini ditandi dengan adanya konflik kepentingan pemimpin,” tambah dia.

Selain itu, parpol juga dinilai melakukan rekrutmen yang lebih mengandalkan pada sumber daya alokatif daripada otoritatif. Menurut Tjahjo, parpol sebagai pilar demokrasi seharusnya berperan sebagai wadah seleksi pemimpin.

“Kondisi ini dimanifestasikan dalam proses pemilu. Namun hingga saat ini, Indonesia dengan sistem pemilu belum menghasilkan pemimpin yang baik,” ujar dia.

Tags :Pemerintah Ingin Ada Kaderisasi Pemimpin Nasional