BANDUNG – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menargetkan kalau perekaman data KTP elektronik (KTP-el) akan rampung pada akhir tahun 2017. Namun, bukan berarti tugas pemerintah dalam menjamin data kependudukan masyarakat telah tuntas.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, pemerintah akan terus memberikan layanan kependudukan pada masyarakat. Hal ini karena selalu ada masyarakat yang masuk usia wajib KTP, pindah status, alamat dan pendataan warga meninggal dunia.

“Secara prinsip tahun ini selesai. Tinggal meng-update tiap tahun, orang yang KTP ganda dan orang yang merekam lagi,” katanya Tjahjo saat menghadiri diskusi yang diselenggarakan Juru Bicara Presiden, Johan Budi di Bandung, Selasa (22/8) kemarin.

Saat ini, Tjahjo menambahkan kalau perekaman KTP-el telah tembus pada angka 94,31 persen dari jumlah wajib KTP sebanyak 261 juta jiwa. Masih tersisa 10,5 juta jiwa atau 5.69 persen yang dianggap belum melakukan perekaman, termasuk ada 800 ribu data ganda.

Terkait upaya pemerintah mengejar target perekaman, Mendagri Tjahjo menilai lebih mudah bagi dinas dukcapil daerah mendata warganya di pelosok. Berbeda dengan kota-kota besar, dimana sebagian besar penduduknya tak mudah ditemui meski ada upaya jemput bola.

“Yang di kota yang repot, yang tinggal di apartemen. Ada yang pindah alamat, RT sudah ganti, RW ganti. Kalau di pelosok enggak masalah,” katanya.

Kemendagri sendiri, kata Tjahjo sudah melakukan pengadaan 7,5 juta lembar blanko KTP-el untuk kebutuhan masyarakat yang belum mendapatkan fisik KTP. Lalu, rencanannya juga akan menyusul pengadaan tambahan sebanyak 11 juta blanko lagi pada 2018.

“Mudah-mudahan yang 7,5 juta ini bisa selesai September ini,” ujar dia.

Sumber :Puspen Kemendagri
Tags :Pemerintah Akan Terus Perbaharui Data Kependudukan