JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengaku terganggu dengan ulah para massa aksi yang mengatasnamakan Barisan Merah Putih Tolikara yang berbuat anarkis di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Rabu (11/11) kemarin.

"Harga diri dan kehormatan saya khususnya, terganggu degan ulah orang-orang yang mengatasnamakan warga Tolikara. Mereka pendukung calon pilkada yang kalah," kata Mendagri Tjahjo dalam pesan singkatnya, Kamis (12/11) pagi.

"Ini ada yang bermain-main," tambah Tjahjo.

Menurut dia, masalah ini tak sekedar masalah Pilkada di Tolikara dan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK). Mendagri meminta Dirjen Polpum Kemendagri harus mencari akar masalah ini, termasuk siapa yang menjadi dalang mereka dan mendanai pergerakan tersebut.

Tjahjo menambahkan, dirinya juga sudah berkomunikasi dengan Gubernur Papua Lukas Enembe, namun ia mengaku tak puas dengan jawaban kepala daerah tersebut. "Jawaban Gubernur Papua kepada saya juga mengambang tidak pada akar masalah Pilkada Tolikara," ujar dia.

Bagi Tjahjo, mereka yang merusak Kantor Kemendagri harus diproses secara hukum. Karena mereka telah melukai banyak orang di antaranya pihak pengamanan Kemendagri dan sejumlah pegawai, bahkan wartawan.

"Saudara-saudara kita yang melawan mereka demi mempertahankan kehormatan dan kebenaran sikap sesuai hukum dan instansi Kemendagri. Apapun, siapapun harus kita lawan," tambah dia.

Tjahjo menyatakan, selama ini telah memfasilitasi para massa aksi ini. Bahkan, dirinya pernah bertemu dan berdialog langsung dengan mereka, bahkan menerima para perwakilan Tolikara ini ke ruangan kerjannya.

Namun balasannya mereka melukai saudara-saudara kita. Ini harus diproses secara hukum. Ini kehormatan dan harga diri Kemendagri, khususnya saya. Ini akan saya lawan, apapun dan siapapun terbuka," tutup Mendagri Tjahjo.

Sumber :Puspen Kemendagri
Tags :Tindakan Anarkis di Kemendagri, Mendagri Ini Menganggu Harga Diri dan Kehormatan Saya