Humas Kemendagri

JAKARTA - Bertempat di depan gedung utama kementerian, jajaran Kementerian Dalam Negeri menggelar upacara peringatan hari Pahlawan yang jatuh pada tiap tanggal 10 November. Upacara peringatan hari Pahlawan, dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo.

Dalam upacara peringatan Hari Pahlawan juga dilakukan prosesi pemberian Penghargaan Satya Lencana Karya Bakti Praja Nugraha dan  Parasamnya Purnakarya Nugraha kepada 15 kepala daerah.

Dalam kata sambutannya, Menteri Tjahjo menekan pentingnya menghormati jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk menegakkan republik ini. Tidak lupa, Menteri Tjahjo juga mengapreasi para kepala daerah yang berhasil menorehkan prestasi dalam memimpin daerah.

Menurutnya Parasamya dan Satya Lencana, merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada mereka yang dianggap punya prestasi dan sumbangsih besar. Khususnya kepala daerah. Bagi Tjahjo, para kepala daerah yang amanah, yang telah memberi bukti lewat kinerjanya, juga adalah para 'pahlawan'. Ia jadi 'pahlawan' bagi masyarakat yang dipimpinnya.

" Mereka semua adalah kepala daerah yang berhasil mengemban amanah masyarakat dan daerah yang telah memilih kepala gubernur, bupati dan walikota," kata Tjahjo, di Jakarta, Jumat (10/11).

Mereka, kata Tjahjo, para kepala daerah yang meraih penghargaan, adalah sosok-sosok yang dengan konsisten melaksanakan apa yang menjadi janji politik pada saat kampanye. Dan secara terus menerus mampu membuktikan lewat kinerjanya.

" Sehingga walaupun ada yang belum selesai masa jabatan lima tahun tapi setidaknya sudah melebihi daei 80% program-programnya dilaksanakan dengan baik," ujarnya.

Penghargaan yang diberikan, lanjut Tjahjo, semata-mata untuk memacu kepala daerah yang lain. Dan juga memacu daerah yang lain untuk bisa minimal menyamai prestasi, maksimalnya lebih hebat lagi. Ia juga mengingatkan para kepala daerah para peraih penghargaan untuk tak berpuas diri. Tapi, kembali melanjutkan dan mempersiapkan serta mengoptimalkan pelaksanaa  program-program strategis nasional di daerah.

" Dan juga melaksanakan program-program prioritas tingkat provinsi dan juga melaksanakan dengan sungguh-sungguh menggerakkan masyarakat, mengorganisir masyarakat dari berbagai skala prioritas program di tingkat kabupaten dan kota yang ada," kata dia.

Penghargaan Parasamya dan Satya Lencana sendiri katanya, diberikan tiap tahun. Penghargaan yang diberikan hasil dari evaluasi secara keseluruhan yang dilakukan berbagai kementerian.  Bukan hanya Kemendagri. Kemendagri hanya menyampaikan seluruh data. Kemudian seluruh kementerian termasuk dari kepolisian, BIN dan semua pihak terlibat. Jadi ini melalui proses yang cukup panjang.

" Selamat kepada para penerima. Penghargaan pemerintah dan negara ini semoga kedepan akan terus dipertahankan dalam upaya untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat," ujarnya.

Setidaknya kata Tjahjo lagi,  bagi para penerima penghargaan yang kebetulan  tahun depan juga akan maju kembali sebagai calon bupati, walikota atau lebih tinggi sebagai calon gubernur dan wakil gubernur,  telah ada bukti nyata yang bisa dikampanyekan.

" Kalau sudah berhasil membawa masyarakat dan daerah selama ini dengan penghargaan dan Kepres dari bapak Presiden Jokowi. Sekali lagi selamat kepada para penerima penghargaan dari negara," ujarnya.

Diujung pidatonya, Tjahjo mengajak semua yang hadir, menyerap spirit perjuangan yang telah ditorehkan para pahlawan. Dan, tugas generasi selayang serta yang akan datang, untuk meneruskan apa yang telah menjadi keinginan,  harapan, cita-cita para pahlawan tersebut. Kewajiban semua elemen bangsa adalah mengisi kemerdekaan.

" Semuanya untuk tujuan yang utama menuju masyarakat yang adil dan makmur. Jembatan emas sudah kita persiapkan dengan program perencanaan jangka pendek,  jangka panjang mulai pemerintah pusat sampai pemerintah yang ada di tingkat pedesaan di pinggiran yang dikoordinir langsung oleh para bupati yang ada diseluruh wilayah Indonesia," ujarnya.

Semoga dengan semangat yang telah ditularkan para pahlawan, kata Tjahjo,  semua anak bangsa  terus memperteguh tekad, untuk bersama-sama membangun bangsa. Mewujudkan bangsa yang mandiri. Bangsa yang berdaulat. Bangsa yang tetap punya ciri khas dan jati diri sebagai bangsa yang mempertegas komitmen, memegang prinsip UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI.

" Semoga tuhan yang maha kuasa Allah SWT akan senantiasa memberikan bimbingan dan kekuatan kepada kita semua untuk melaksanakan amanah dalam upaya mempercepat pembangunan bangsa ini dan untuk memberikan kesejahteraan rakyatnya," kata Tjahjo mengakhiri pidatonya.

Sumber :Puspen Kemendagri
Tags :Pemimpin yang Amanah, Juga adalah Para Pahlawan