Humas Kemendagri

JAKARTA - Saat berbicara di acara rapat koordinasi data kependudukan yang dihadiri beberapa kepala daerah, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arief Fakrulloh berbicara panjang lebar dan penuh semangat. Di awal pidatonya, ia sempat menyinggung soal putusan Mahkamah Konstitusi tentang aliran kepercayaan di kolom KTP. Kata dia, begitu ia mendapat laporan tentang putusan MK, ia pun segera melakukan koordinasi dengan beberapa kementerian terkait. Gerak cepat ini diperlukan, agar tindaklanjut keputusan MK, bisa secepatnya dilaksanakan. Tak lupa ia juga sempat mengomentari kebijakan registrasi kartu prabayar.

" Aliran kepercayaan dimasukkan ke dalam kolom agama dalam KTP-elektronik dan di dalam Kartu Keluarga. Selain itu juga akan   disampaikan sosialisasi mengenai pemanfaatan dana khususnya dalam rangka registrasi kartu prabayar," kata Zudan di Jakarta, kemarin.

Terlepas dari semua itu lanjut Zudan, pihaknya terus berupaya memperbaiki kualitas pelayanan. Karena itu yang paling penting, agar hak warga bisa dilayani dengan baik, cepat dan efesien. Bahkan, kata dia, ia dan jajarannya baik di pusat maupun di daerah, telah berhasil menciptakan semacam revolusi layanan. Misalnya, ia contohkan layanan tentang akte kematian. Jenazah masih ada di ruang jenazah, akte sudah bisa dikeluarkan.

" Ini yang kita sebut dengan layanan terintegrasi, layanan tri tunggal, layanan for in one dan layanan tanpa permohonan. Dukcapil sudah melakukan revolusi layanan. Salah satu contohnya adalah layanan penerbitan akte kematian tanpa permohonan. Sudah banyak dinas dukcapil yang sudah melakukan penerbitan akte kematian ketika jenazahnya masih berada di rumah sakit, akte kematiannya sudah sampai ke rumah yang berduka cita. Ini bisa dilakukan dengan kerja sama pemanfaatan NIK oleh rumah sakit," tutur Zudan.

Tidak lupa, Zudan mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak, termasuk kepala daerah, baik tingkat provinsi, kabupaten atau kota, yang telah melakukan pelayanan administrasi kependudukan dengan baik. Zudan juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Agama dan Mahkamah Agung. Dua, lembaga itu punya peran penting dalam mendorong pencatatan perkawinan yang langsung terintegrasi dengan database kependudukan.

"  Sehingga setiap warga masyarakat yang menikah langsung terintegrasi ke dalam database, maupun warga negara yang melakukan perceraian di pengadilan agama, langsung bisa terintegrasi putusannya ke dalam database kependudukan di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil," katanya.

Sumber :Puspen Kemendagri
Tags :Terus Berusaha Merevolusi Pelayanan