Humas Kemendagri

JAKARTA - Tidak berapa lama lagi, pesta demokrasi di 171 daerah akan digelar.  Dan di depan, Hari Raya Idul Fitri akan dijelang. Jika tak ada aral melintang, Jumat, 14 Juni 2018, Hari Raya Idul Fitri akan dirayakan seluruh umat Islam di Tanah Air. Pemilihan Kepala Daerah serentak (Pilkada) dan lebaran, memang dua momen yang berbeda. Tapi Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo berharap spirit Idul Fitri mewarnai pesta demokrasi yang akan digelar.

Spirit Idul Fitri yang bertumpu pada silahturahmi hendaknya menjadi langgam dama Pilkada. Bagi Tjahjo, politik harus diwarnai oleh spirit baik, sehingga masalah etik tak diabaikan dalam berkontestasi. Spirit Idul Fitri adalah salah satunya. Menurutnya, ketika Idul Fitri menghadirkan nuansa silahturahmi yang kental, maka Pilkada pun harusnya menghadirkan hal serupa.

Kata Tjahjo ini momentum membumikan spirit Idul Fitri dalam pesta demokrasi. Ini saatnya membangun kesadaran untuk menjaga harmoni dan persaudaraan.  Ini waktunya  merekatkan silaturahim dan kedamaian di temgah masyarakat. Walau ada perbedaan pilihan dalam sebuah kontestasi politik seperti Pilkada, tapi rasa kekeluargaan, kekerabatan, persatuan dan  kesatuan sebagai warga bangsa harus tetap terawat dan terjaga. Itu pula yang bisa dicatat dari spirit dalam Idul Fitri.

"Berbeda pilihan bukan berarti lalu persaudaraan menjadi terputus. Keberlangsungan hidup.masyarakat dan negara harus  kita jaga bersama,* kata Tjahjo, di Jakarta, Kamis (16/6).

Dalam kontek Pilkada, yang sebentar lagi digelar, Tjahjo pun mengeluarkan beberapa himbauan. Pertama, ia mengimbau pada saat hari pemungutan suara tanggal 27 Juni 2018, masyarakat agar hadir datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).  Seluruh pemilih harus datang menunaikan hak pilihnya dengan suka ria. Pesta demokrasi harus menghadirkan kegembiraan. Bukan ketakutan. Pilih dengan hati nurani, siapa pemimpin yang amanah.

"Datanglah dengan suka ria. Silahkan memilih kepala daerah setempat yang akan menjadi pemimpin daerah 5 tahun kedepan yang bisa menggerakkan pembangunan, pelayanan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menghadirkan rasa aman, tertib dan damai," katanya.

Himbauan kedua, Tjahjo meminta masyarakat, pasangan calon, tim sukses, aparatur dan penyelenggara pemilu dalam hal ini, KPU dan Bawaslu, serta tokoh masyarakat  memanfaatkan lebaran Idul Fitri sebagai momentum menurunkan tensi suhu politik lokal. Spirit silahturahmi Idul Fitri harus menjadi perekat persatuan.  Sekaligus ini saatnya untuk meneguhkan sikap saling menghargai perbedaan. Berbeda tapi tetap satu saudara. Satu daerah, satu bangsa.

"Saya percaya penyelenggara pemilu, baik KPU dan Bawaslu serta aparat TNI, Polri, aparat pemerintah daerah akan bekerja profesional. Saya juga yakin  tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh perempuan, pers dan tokoh agama serta  lembaga-lembaga keagamana akan bersatu padu memelihara iklim Pilkada serentak 2018 yang kondusif, tertib, lancar, aman dan damai," tuturnya.

Terakhir, Tjahjo meminta semua pihak berkomitmen menghadirkan kesejukan  dalam berkompetisi. Kontestasi Pilkada, harus berjalan dengan elegan. Menjadi pesta demokrasi yang  beretika dan bermartabat.

"Dan  menjauhkan diri dari perbuatan yang bertentangan dengan hukum dan ajaran agama," katanya.

 

Sumber :Puspen Kemendagri
Tags :Lebaran dan Pilkada, Momentum Menjaga Harmoni di Tengah Perbedaan