Kabupaten

Kabupaten HUMBANG HASUNDUTAN

Profil | Sejarah | Arti Logo | Nilai Budaya

Profil

Nama Resmi:Kabupaten Humbang Hasundutan
Ibukota:Dolok Sanggul
Provinsi :SUMATERA UTARA
Batas Wilayah:

Utara: Kabupaten Samosir
Selatan: Kabupaten Tapanuli Tengah
Barat: Kabupaten Pakpak Bharat
Timur: Kabupaten Tapanuli Utara

Luas Wilayah:

2.335,33 km2

Jumlah Penduduk:189.454 Jiwa 
Wilayah Administrasi:

Kecamatan : 10, Kelurahan : 1, Desa : 141

Website:

 

http://www.humbanghasundutankab.go.id/

 

(Permendagri No.66 Tahun 2011)

Sejarah

Tapanuli Utara sebagai kabupaten induk dari Humbang Hasundutan terbentuk berdasarkan Undang Undang Darurat Nomor 7 Tahun 1956 tentang pembentukan daerah otonom kabupaten-kabupaten dalam lingkungan Propinsi Sumatera Utara.

Pada masa pemerintahan penjajahan Belanda, salah satu afdeling di wilayah Keresidenan Tapanuli adalah Afdeling Bataklanden dengan ibukota Tarutung terdiri atas lima onder afdeling. Setelah kemerdekaan tepatnya tahun 1947 Kabupaten Tanah Batak menjadi 4 (empat) kabupaten yaitu :

1.        Kabupaten Silindung ibukotanya Tarutung.

2.       Kabupaten Humbang ibukotanya Dolok Sanggul.

3.       Kabupaten Toba Samosir ibukotanya Balige.

4.       Kabupaten Dairi ibukotanya Sidikalang.

Pada Tahun 1950 keempat kabupaten ini dilebur menjadi Kabupaten Tapanuli Utara, seiring dengan terbentuknya Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Kabupaten Nias. Keadaan ini bertahan hingga tahun 1964, karena pada saat itu Tapanuli Utara dimekarkan dengan terpisahnya Dairi menjadi kabupaten berdasarkan Undang-undang Nomor 15 Tahun 1964,dan selanjutnya berdasarkan Undang-undang Nomor 12 Tahun 1998 terbentuknya Kabupaten Toba Samosir. Kenyataan menunjukan bahwa kedua daerah tersebut mengalami perkembangan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Berdasarkan faktor sejarah dan keinginan untuk semakin cepat pembangunan dengan pelayanan yang semakin dekat kepada masyarakat maka harapan yang terkandung selama ini mengkristal menjadi usul pembentukan Kabupaten Humbang Hasundutan melalui terbentuknya Panitia Pembentukan Kabupaten Humbang Hasundutan.

Terbitnya Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah yang dilengkapi dengan Peraturan Pemerintah Nomor 129 Tahun 2000 tentang Persyaratan Pembentukan dan Kriteria Pemekaran, Penghapusan dan Penggabungan Daerah, menjadi peluang munculnya wacana perlunya usul pemekaran melalui pembentukan Kabupaten.

Berbekal keinginan untuk mendambakan peningkatan kesejahteraan masyarakat, peluang tersebut dimanfaatkan secara tepat oleh masyarakat di wilayah Humbang Hasundutan melalui Panitia Pembentukan Kabupaten Humbang Hasundutan. Ternyata sejalan dengan tuntutan kemajuan jaman mampu menumbuhkan aspirasi masyarakat untuk mengusulkan Pemekaran Kabupaten Tapanuli Utara, melalui usul pembentukan Kabupaten Humbang Hasundutan.

Aspirasi murni masyarakat tersebut disambut dan difasilitasi oleh pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, serta dukungan DPRD Kabupaten Tapanuli Utara, yang kemudian memperoleh dukungan Gubernur Sumatera Utara dan DPRD Provinsi Sumatera Utara.

Berikut ini beberapa langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, dalam menyikapi aspirasi tersebut di atas adalah :

  1. Mengikuti perkembangan Deklarasi Pembentukan Kabupaten Humbang Hasundutan tanggal 23 April yang dilaksanakan  di Dolok Sanggul.

  2. Tanggal 25 Mei 2002 menerima audensi Panitia Pembentukan Kabupaten Humbang Hasundutan sekaligus menerima berkas pengusulan.

  3. Tanggal 26 Mei 2002 Bupati Tapanuli Utara menerbitkan SK Tim Peneliti sekaligus memberi petunjuk dalam memfasilitasi aspirasi masyarakat.

  4. Tanggal 27 Mei 2002 berkonsultasi dengan DPRD Kabupaten Tapanuli Utara perihal aspirasi masyarakat tentang usulan pemekaran.

  5. Tanggal 3 s/d 5 Juni 2002 menugaskan Tim Peneliti  mendampingi DPRD Kabupaten Tapanuli Utara, turun ke Kecamatan guna mendengar aspirasi dan meneliti usulan dimaksud.

  6. Tanggal 5 Juni 2002 menerima berkas pengajuan/penyempurnaan usul pemekaran melalui pembentukan Kabupaten Humbang Hasundutan.

  7. Tanggal 5 Juni 2002 melapor ke Bapak Gubernur Sumatera Utara.

  8. Tanggal 6 dan 7 Juni 2002 secara langsung turun ke Kecamatan- kecamatan untuk mendengar dan memfasilitasi usul pemekaran Kabupaten, sekaligus mengingatkan masyarakat agar usul pemekaran tidak menimbulkan perpecahan di kalangan masyarakat termasuk para perantau.

  9. Tanggal 8 Juni 2002  menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tapanuli Utara dengan hasil penerbitan Surat Keputusan DPRD  Kabupaten Tapanuli Utara Nomor : 16 Tahun 2002 tentang Persetujuan Pemekaran Kabupaten Tapanuli Utara.

Beberapa upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, untuk mempercepat proses pemekaran Kabupaten Humbang Hasundutan yaitu :

  • Melaksanakan pertemuan dengan segenap komponen masyarakat Tapanuli Utara guna memantapkan pemahaman dan                        Melaporkan perkembangan terakhir usul pemekaran kepada Gubernur Sumatera Utara dan Bapak Ketua DPRD Sumatera Utara.

  • Melaksanakan pertemuan dengan segenap komponen masyarakat Tapanuli Utara guna memantapkan pemahaman dan dukungan bagi terwujudnya pemekaran.

  • Meyampaikan laporan tertulis dan pendapat kepada Bapak Gubernur SumateraUtara, Bapak Menteri Dalam Negeri dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah.

  • Mengundang Komisi II DPR-RI untuk memantau, mengevaluasi dan berkunjung langsung  ke wilayah yang mengusulkan pemekaran.

  • Konsultasi dengan DPRD Kabupaten Tapanuli Utara dalam rangka dukungan APBD dan pengajuan usul dukungan DPRD Provinsi Sumatera Utara.

  • Melakukan akurasi data pendukung Pembentukan Kabupaten sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah  Nomor : 129 Tahun 2000.

  • Melakukan Pengkajian dan uji kelayakan pemekaran Kabupaten Tapanuli Utara yakni Kabupaten Humbang Hasundutan dengan memohon kesediaan Bapak Mendagri Cq. Dirjen Otonomi Daerah dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah.

  • Perencanaan persiapan sarana/prasarana dan Aparat guna mendukung pemekaran kabupaten.

  • Menyurati para anak rantau di luar Kabupaten Tapanuli Utara untuk mendukung Usul Pemekaran Kabupaten Tapanuli Utara sesuai fungsi dan tugas masing-masing.

Pemerintah Pusat sangat responsif terhadap aspirasi ini karena dalam waktu relatif singkat Tim Terpadu Depdagri, DPOD dan Komisi II DPR-RI melakukan kunjungan dan pertemuan dengan masyarakat se-wilayah Humbang Hasundutan tanggal 5 September 2002 sebagai lanjutan kunjugan  Komisi II DPR-RI tanggal 29 Juli 2002.

Sebagai tindak lanjutnya maka usul pemekaran ini mendapat pembahasan pada Sidang Paripurna DPR-RI yang pada puncaknya melahirkan Undang-undang Nomor 9 Tahun 2003 tentang Pembentukan Nias Selatan, Kabupaten Pakpak Bharat dan Kabupaten Humbang Hasundutan di Provinsi Sumatera Utara.

Pada hari Senin tanggal 28 Juli 2003 Kabupaten Humbang Hasundutan diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri RI sekaligus melantik Penjabat Bupati Drs. Manatap Simanungkalit di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan.

Mengawali tugas sebagai Bupati Humbang Hasundutan telah membuat pertemuan dengan para Tokoh Masyarakat, adat dan Tokoh Pendidikan serta Tokoh Agama di Daearah ini antara lain guna membicarakan pembuatan Logo Kabupaten Humbang Hasundutan yang disyahkan oleh DPRD.

Arti Logo

  1. Padi   dan    Kapas   dalam  komposisi   lingkaran   Bulat  dan  Nama Kabupaten  Humbang Hasundutan  yang     melambangkan Masyarakat  Humbang  Hasundutan    yang  telah membulatkan  Tekad  Membangun  Menuju   Masyarakat Sejahtera    dan Makmur.

  2. Bintang   Sudut  Lima   Berwarna    Kuning   dengan  Latar  Belakang   Warna     Merah, Melambangkan bahwa      Masyarakat  Humbang  Hasundutan    Menganut    dan  Percaya Kepada  Tuhan  Yang M aha   Esa  dan  Warna     Kuning    sebagai    Lambang Keagungan dan Keemasan.

  3. Kopi,  Ternak,  Kuda  melambangkan   Humbang   Hasundutan   sebagai  daerah  Pertanian dan Perkonomian.

  4. Timbangan melambangkan bahwa Masyarakat Humbang Hasundutan Senantiasa     Taat Kepada Hukum dan     Aturan.

  5. Pisau,  Tunggal  Panaluan  dan  Perangkatnya   Melambangkan  Warisan     Sejarah  Tempat Lahirnya  Raja     .

  6. Pohon Beringin Melambangkan Perlindungan dan Pengayoman Masyarakat

  7. Buku  Melambangkan  Wujud  dan  Kepedulian  Masyarakat Humbang Hasundutan dalam Pendidikan dan     Berjuang Menyekolahkan Generasi Muda.

  8. Gunung,  Tanah,  Pohon  dan  Persawahan  Melambangkan   bahwa   Masyarakat Humbang  Hasundutan     sebagai Daerah Pertanian, Tanah Kesejukan dan Tanah    Pengharapan.

  9. Lipatan  Ulos  Warna  Merah,   bertuliskan  Bona  Pasogit  merupakan  Sarana    Kata  untuk Menggugah     Perasaan Masyarakat Humbang Hasundutan di    Desa  sampai  Perantauan agar selalu mengingat Kampung     Halamannya.

Nilai Budaya

..

back