Kabupaten

Kabupaten KOTA BINJAI

Profil | Sejarah | Arti Logo | Nilai Budaya

Profil

Nama Resmi :Kota Binjai
Ibukota :Binjai
Provinsi :Sumatera utara
Batas Wilayah:

Utara : Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat dan Kecamatan Hamparan Perak Kab.Deli Serdang
Selatan : Kecamatan Sei Bingei Kab.Langkat dan Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang
Barat : Kecamatan Selesai Kab.Langkat
Timur : Kecamatan Sunggal Kabupaten Langkat dan Deli Serdang

Luas Wilayah:59,19 km²
Jumlah Penduduk:282.415 jiwa
Jumlah Kecamatan:Kecamatan : 5, Kelurahan : 37, Desa : -
Website:http://www.binjai.go.id
   

Sejarah

Sejarah Singkat Kota Binjai


Asal Kota Binjai berdasarkan penuturan orang – orang tua yang kini sudah tiada yang diperkirakan mengetahui sejarah asal usul Kota Binjai.

 

baik yang dikisahkan atau yang diriwayatkan dalam berbagai tulisan yang pernah dijumpai.bahwa Kota Binjai itu berasal dari sebuah Kampung yang kecil terletak di pinggir Sungai Bingai.

Pada tahun 1823 Gubernur Inggris yang berkedudukan di Pulau Penang telah mengutus Jhon Anderson untuk pergi ke pesisir Sumatera Timur dan dari catatannya disebutkan sebuah Kampung yang bernama Ba Bingai (Menurut buku Mission to The Eastcoast Sumatera – Edinburg 1826). Sebenarnya sejak tahun 1822, Binjai telah dijadikan bandar/pelabuhan dimana hasil pertanian lada yang diekspor adalah dari perkebunan lada di sekitar Ketapangai (Pungai). 

Upacara adat dalam rangka pembukaan kampung tersebut diadakan di bawah sebatang pohon           “BINJAI“ yang rindang dan batangnya amat besar, tumbuh kokoh di pinggir Sungai Bingai yang bermuara ke Sungai yang dahulunya cukup besar dan dapat melayari sampan – sampan besar yang berkayuh.

Disekitar pohon Binjai yang besar itulah kemudian dibangun beberapa rumah yang lama kelamaan menjadi besar dan luas yang akhirnya berkembang menjadi “ BANDAR “ atau pelabuhan yang ramai didatangi tongkang – tongkang yang datang dari Stabat, Tanjung Pura dan juga dari Semenanjung Malaka, kemudian nama Pohon Binjai itulah yang akhirnya melekat menjadi nama Kota Binjai yaitu sebangsa pohon embacang.

Pada masa penjajahan Belanda Tahun 1864 Daerah Deli telah dicoba ditanami tembakau oleh pioner Belanda bernama .J.Nienkyis dan 1866 didirikan Deli Maatschappiy. Usaha untuk menguasai Tanah Deli oleh orang Belanda tidak terkecuali dengan menggunakan politik pecah belah melalui pengangkatan datuk – datuk. Usaha ini diketahui oleh Datuk Kocik , Datuk Jalil dan Suling Barat yang tidak mau bekerja sama dengan Belanda bahkan melakukan perlawanan. Dibawah kepemimpinan Datuk Sunggal bersama rakyat di Timbang Langkat (Binjai) dibuat Benteng pertahanan untuk menghadapi Belanda.

Dengan tindakan datuk Sunggal ini Belanda merasa terhina dan memerintahkan Kapten Koops untuk menumpas para Datuk yang menentang Belanda. Dan pada 17 Mei 1872 terjadilah pertempuran yang sengit antara Datuk/Masyarakat dengan Belanda.Peristiwa perlawanan inilah yang menjadi tonggak sejarah dan ditetapkan sebagai Hari Jadi Kota Binjai.

Arti Logo

PENGERTIAN LAMBANG DAERAH 

Pita merah putih melambangkan bendera pusaka dan kebangsaan Indonesia
Bambu runcing kiri kanan perisai melambangkan perjuangan dan kepahlawanan rakyat yang heroik melawan penjajahan
Pohon Binjai di tengah perisai melambangkan asal nama dari Kota Binjai
Lima akar pohon melambangkan lima sila dari Pancasila
Batang pohon dengan dua cabang melambangkan Pemerintah Kota Binjai terdiri dari Eksekutif dan Legislatif
Bunga kapas tujuh belas buah melambangkan tanggal 17 , lekukan daun berjumlah delapan melambangkan bulan Agustus, setangkai pada dengan 45 butir padi melambangkan tahun 1945, Keseluruhannya ini melambangkan 17 Agustus 1945 yaitu Hari Kemerdekaan Republik Indonesia
Garis bergelombang berjumlah tuga buah melambangkan ke tiga buah sungai yang mengalir di Kota Binjai
Bunga Kapas dan padi melambangkan keadilan dan Kebenaran serta kesejahteraan rakyat Kota Binjai
Warna dasar abu - abu melambangkan kesuburan dan kelestarian lingkungan

Nilai Budaya

**

back