Kabupaten

Kabupaten PADANG PARIAMAN

Profil | Sejarah | Arti Logo | Nilai Budaya

Profil

Nama Resmi :Kabupaten Padang Pariaman
Ibukota :Nagari Parit Malinta
Provinsi :Sumatera Barat
Batas Wilayah:

Utara: Kabupaten Agam
Selatan: Kota Padang
Barat: Selat Mentawai, Kota Pariaman
Timur: Kabupaten solok, Kab. Tanah Datar

Luas Wilayah:1.332,51 Km²
Jumlah Penduduk:309.526 Jiwa 
Jumlah Kecamatan:Kecamatan : 17, Kelurahan : -, Desa : 49
Website:

http://www.padangpariamankab.go.id

 

(Permendagri No.66 Tahun 2011)

   

Sejarah

Pada awalnya Kabupaten Padang Pariaman sesuai dengan Peraturan Komisaris Pemerintah di Sumatera No 81/Kom/U/1948 tentang Pembagian Kabupaten di Sumatera Tengah yang terdiri dari 11 Kabupaten diantaranya disebut dengan nama Kabupaten Samudera dengan ibukotanya Pariaman, meliputi daerah kewedanaan Air Bangis, Pariaman, Lubuk Alung, Padang Luar-Kota, Mentawai dan Nagari-Nagari Tiku, Sasak dan Katiagan. Kabupaten Samudera ini terdiri dari 17 wilayah ( gabungan nagari-nagari)

 

Kabupaten Padang Pariaman dibentuk dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1956 tanggal 19 Maret 1956 tentang Pembentukan Daerah otonom Kabupaten Dalam Lingkungan Daerah Propinsi Sumatera Tengah, dimanana Propinsi Sumatera tengah dibentuk menjadi 14 Kabupaten, yang salah satunya adalah Kabupaten Padang/Pariaman dengan batas-batas sebagai yang dimaksud dalam pasal 1 dari Surat Ketetapan Gubernur Militer Sumatera Tengah tanggal 9 Nopember 1949 No. 10/G.M/S.T.G./49, dikurangi dengan daerah Kampung-Kampung Ulak Karang, Gunung Pangilun, Marapalam, Teluk Bajur, Seberang Padang dan Air Manis dari kewedanaan Padang Kota yang telah dimasukkan kedalam daerah Kota Padang, sebagai dimaksud dalam Surat ketetapan Gubernur Kepala Daerah Propinsi Sumatera Tengah Tanggal 15 Agustus 1950 No. 65/G.P./50 Bupati Padang Pariaman semasa Agresi Milter Belanda Tahun 1948 adalah Mr. BA. Murad

 

No. 

 

Nama 

 

Periode Jabatan 

 

1.

 

Sutan Hidayat Syah

 

1945 – 1946

 

2.

 

Ibrahim Datuk Pamuncak

 

1946 – 1947

 

3.

 

BA. Murad

 

1947 – 1950

 

4.

 

Said Rasyad

 

1950 – 1953

 

5.

 

Taher Samad

 

1953 – 1956

 

6.

 

Harun Al Rasyid

 

1956 – 1958

 

7.

 

Na’azim Sutam Syarif

 

1958 – 1959

 

8.

 

Raharjo

 

1959 – 1960

 

9.

 

Syamsu Anwar

 

1960 – 1961

 

10.

 

JB. Adam

 

1961 – 1966

 

11.

 

Muhammad Noer

 

1966 – 1975

 

12.

 

Prof. Drs. Harun Zein

 

1975

 

13.

 

Muhammad Zein Chatib

 

1975 – 1980

 

14.

 

Kol. Inf. H. Anas Malik

 

1980 – 1990

 

15.

 

H. Zainal Bakar, SH

 

1990 – 1994

 

16.

 

Ir. H. Nasrul Syahrun

 

1994 – 1999

 

17.

 

Drs. Armyn AN

 

1999 – 2000

 

18.

 

Drs. H. Muslim Kasim AK, MM Dt. Sinaro Basa

 

2000 – 2005

 

19.

 

H. Sudirman Gani, SH. MM

 

6 April 2005 – 5 September 2005

 

20.

 

Drs. H. Muslim Kasim AK, MM Dt. Sinaro Basa

 

2005 – 2010

 

Arti Logo

Arti Bentuk Lukisan Lambang

Lambang Daerah Kabupaten Padang Pariaman berbentuk perisai bersegi lima, diatas dasar hijau yang dihiasi dengan :

  • Didalamnya/ditengah-tengah, berdiri sebuah Balairung Adat Bergonjong Lima yang beratap Ijuk (hitam) berdinding hitam.

  • Disamping kiri dan kanan Balirung Adat, terdapat dua batang pohon kelapa berwarna hijau yang mempunyai pelapah lima belas buah Disebelah bawah Balairung Adat, terdapat dua jalur warna biru bergelombang, membayangkan adanya lautan diatas dasar putih.

  • Warna merah melengkung diatas balairung adat, adalah busur/panah dan diujung anak panah ada sebuah bintang bersegi lima.

  • Pada bahagian sebelas atas, tertulis judul Padang Pariaman dan bahagian sebelah bawah tertulis Motto SAIYO SAKATO diatas dasar kuning.


Arti Motto SAIYO SAKATO

Pada bahagian sebelas atas, tertulis judul Padang Pariaman dan bahagian sebelah bawah tertulis Motto SAIYO SAKATO diatas dasar kuning. 

Arti Gambar

Balairung AdatMelambangkan bahwa rakyat daerah Kabupaten Padang Pariaman mematuhi/menghormati dan melaksanakan ketentuan Adat Minangkabau dan juga lambang tempat permusyawaratan yang menjunjung tinggi Demokrasi.
BintangMerupakan bahagian dari Lambang Negara yakni Lambang Ketuhanan Yang Maha Esa.
Pohon KelapaLambang kesatuan yang merupakan tanaman utama di daerah Padang Pariaman dengan jumlah pelapah daun 17 buah, menunjukkan banyaknya Kecamatan yang ada dalam Daerah Kabupaten Padang Pariaman.
PanahLambang patriotisme, senjata sakti untuk mempertahankan hak atas jalan kebenaran, musuh tidak dicari-cari (basuo pantang dielakkan).
LautanMelambangkan masyarakat yang dinamis, kreatif yang merupakan manifestasi dari alam fikiran dan perikehidupan masyarakat yang berpaham luas dan berfikiran tenang. Laut juga merupakan bahwa Daerah Kabupaten Padang Pariaman mempunyai daerah lautan yang luas.


Nilai Budaya

**

back