Kabupaten

Kabupaten SUMEDANG

Profil | Sejarah | Arti Logo | Nilai Budaya

Profil

Nama Resmi :Kabupaten Sumedang
Ibukota :Sumedang
Provinsi :Jawa Barat
Batas Wilayah:

Utara: Kabupaten Indramayu
Selatan: Kabupaten Garut
Barat: Kabupaten Bandung
Timur: Kabupaten Majalengka

Luas Wilayah:1.518,33 Km2
Jumlah Penduduk:1.154.570 Jiwa
Wilayah Administrasi:Kecamatan : 26, Kelurahan : 7, Desa : 271
Website:

http://www.sumedangkab.go.id

 

(Permendagri No.66 Tahun 2011)

 

   

Sejarah

Berdasarkan ahli sejarah, runtuhnya kerajaan Padjadjaran pada abad ke 16 erat kaitannya dengan perkembangan kerajaan  Sumedang Larang , Kekuasan Padjadjaran berakhir setelah adanya serangan laskar gabungan dari kerajaan Banten , Pakungwati, Demak dan Angke. Pada waktu itu Sumedang Larang tidak ikut runtuh karena sebagian besar rakyatnya sudah memeluk Agama Islam yang datang dari arah timur, oleh karena itu pula pemegang pemerintahan kerajaan Sumedang Larang waktu itu adalah Pangeran Kusumahdinata yang berkuasa dari tahun 1530-1578, yang lebih dikenal dengan sebutan Pangeran Santri.

Berdasarkan catatan sejarah yang ada, sebelum menjadi Kabupaten Sumedang  seperti sekarang ini, telah terjadi beberapa peristiwa penting diantaranya :

 

z       Pada mulanya kabupaten Sumedang adalah sebuah kerajaan  bernama Kerajaan Tembong Agung dengan rajanya bernama Prabu Galuh Hadji Adji Putih ( Adji Purwa Sumedang )

z       Pada masa pemerintahan Prabu Tuntang Buana yang juga dikenal dengan sebutan Prabu Tadjimalela, Kerajaan Tembong Agung berubah nama menjadi kerajaan Sumedang Larang

z       Kerajaan Sumedang Larang mencapai masa keemasan pada masa pemerintahan Pangeran Angka Widjaya atau dikenal dengan sebutan Prabu Geusan Ulun. Pada masa pemerintahan Prabu Geusan Ulun inilah diterapkan mulainya Sistem Pemerintahan Kabupaten

z       Pada tanggal 22 april 1579, Prabu Geusan Ulun dinobatkan menjadi Prabu Sumedang Larang oleh Prabu Siliwangi. Penobatan ini menjadi titik awal berkembangnya Kabupaten Sumedang sebagai sebuah pemerintahan yang memiliki otoritas penuh. Oleh sebab itu Tanggal 22 April ditetapkan menjadi hari jadi Kota Sumedang.

 

Ibukota kabupaten Sumedang adalah Kota Sumedang, yang memiliki ciri seperti kota-kota kuno khas Jawa Barat yaitu terdapat alun-alun sebagai pusat Kota yang dikelilingi Mesjid Agung, penjara dan kantor pusat pemerintahan. Ditengah–tengah alun-alun terdapat Monumen Lingga yaitu tugu peringatan atas jasa-jasa Pangeran Suriatmaja dalam mengembangkan Sumedang. Monumen tersebut dibangun pada tahun 1902 oleh Pemerintahan Belanda dan hingga kini dijadikan lambang kabupaten Sumedang.

Adapun urutan lengkap susunan figur para pimpinan Sumedang yang memegang tampuk Pemerintahan dari dahulu sampai sekarang adalah :

1.             Pangeran Koesoemahdinata I ( Pangeran Santri ) dari tahun 1530-1578

2.             Pangeran Koesoemahdinata II ( Pangeran Geusan Ulun ) dari tahun 1578-1601

3.             Pangeran Koesoemahdinata III ( Pangeran Rangga Gempol I ) dari tahun 1601-1625

4.             Pangeran Koesoemahdinata IV ( Pangeran Rangga Gede ) dari tahun 1625-1633

5.             Raden Bagus Weruh ( Pangeran Rangga Gempol II ) dari tahun 1633-1656

6.             Pangeran Koesoemahdinata V ( Pangeran Panembahan/Pangeran Rangga Gempol III ) dari tahun 1656-1706

7.             Dalem Adipati Tanoemadja  dari tahun 1706-1709

8.             Raden Tumenggung Koesoemahdinata VII ( Pangeran Rangga Gempol IV/Pangeran Karuhun) dari tahun 1709-1744

9.             Dalem Istri Radjaningrat dari tahun 1744-1759

10.         Dalem Adipati Koesoemahdinata VIII ( Dalem Anom ) dari tahun 1759-1761

11.         Dalem Adipati Soerianagara II dari tahun 1761-1765

12.         Dalem Adipati Soerialaga dari tahun 1765-1773

13.         Dalem Adipati Partakoesoemah ( Tusschen Bestur Parakanmuncang) dari tahun 1773-1789

14.         Dalem Aria Satjapati III dari tahun 1789-1791

15.         Raden Tumenggung Soerianagara ( Pangeran Koesoemahdinata IX/Pangeran Kornel ) dari tahun 1791-1828

16.         Dalem Adipati Koesoemahjoeda ( Dalem Ageung ) dari tahun 1828-1833

17.         Dalem Adipati Koesoemahdinata ( Dalem Alit ) dari tahun 1833-1834

18.         Raden Tumenggung Soeriadilaga dari tahun 1834-1836

19.         Pangeran Soeria Koesoemah Adinata ( Pangeran Sugih ) dari tahun 1836-1882

20.         Pangeran Aria Soeriaatmadja ( Pangeran Mekah ) dari tahun 1882-1919

21.         Adipati Aria Koesoemadilaga dari tahun 1919-1937

22.         Tumenggung Aria Soeria Koesoema Adinata dari tahun 1937-1946

23.         Tumenggung Hasan Satjakoesoemah dari tahun 1946-1947

24.         Tumenggung Mohamad Singer dari tahun 1947-1949

25.         Tumenggung Hasan Satjakoesoemah dari tahun 1949-1950

26.         Raden Abdoerachman Kartadipoera dari tahun 1951-1958

27.         Sulaeman Soemitakoesoemah dari tahun 1951-1958

28.        

Tahun 1958-1960

a. Antam Sastradipura ( Kepala daerah )

b. R. Enoh Soeriadikoesoemah ( Pj. Bupati )

29.         Mohamad Chafil dari tahun 1960-1966

30.         Adang Kartaman dari tahun 1966-1970

31.         Drs. Supian Iskandar ( Pejabat Bupati ) dari tahun 1970-1972

32.         Drs. Supian Iskandar  dari tahun 1972-1977

33.         Drs. Soeyoed ( Pejabat Bupati ) dari tahun 1977-1978

34.         Drs. H. Kustandi Abdoerachman dari tahun 1978-1983

35.         Drs. H. Sutardja dari tahun 1983-1993

36.         Drs. H. Moch Husein Jachjasaputra dari tahun 1993-1998

37.         Drs. H. Misbach dari tahun 1998-2003

38.         H. Don Murdono, S.H,M.Si 2003-sekarang


 

Arti Logo

LAMBANG DAERAH SUMEDANG :

Lambang Sumedang diciptakan oleh R. MAHAR MARTANEGARA dengan arti dan makna sebagai berikut :

  1. Perisai : Melambangkan jiwa kesatria utama, percaya pada diri sendiri.
  2. Sisi Merah   : Semangat keberanian
  3. Dasar Hijau : Lambang kesuburan
  4. Bentuk setengah bola serta bentuk kubus pada ” LINGGA ” : Melambangkan bahwa manusia tidak ada yang sempurna.
  5. Sinar Matahari : Melambangkan semangat rakyat dalam mencapai kemajuan.
  6. Warna Kuning Emas : berarti keluhuran budi dan kebesaran jiwa.
  7. Sinar yang ke 17 : Angka  Sakti, tanggal Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
  8. Delapan bentuk dari pada ” LINGGA ” : Lambang bulan Proklamasi Indonesia.
  9. Sembilan belah batu pada ”  LINGGA ”, empat buah kaki tembok dan lima buah anak – anak tangga : Lambang Tahu Proklamasi Republik Indonesia (1945).
  10. Tulisan ” INSUN MEDAL ”  : Melambangkan kristalisasi dari pada jiwa dan kepribadian rakyat Sumedang.

 

Nilai Budaya

POTENSI wisata di Kabupaten Sumedang yang tergolong potensial, yaitu Museum Prabu Geusan Ulun yang menyimpan berbagai jenis barang pusaka peninggalan Kerajaan Sumedanglarang, serta sebagian peninggalan dari Karajaan Padjajaran. Lokasi Museum Geusan Ulun, berada di tengan kota dan berada di kompleks kantor Pemda Sumedang atau sekitar alun-alun kota, sehingga sangat mudah untuk dijangkau oleh para wisatawan. Kecuali itu, ada pula situs-situs yang ada keterkaitan dengan sejarah, seperti situs Gunung Tampomas, situs Gunung Lingga, sarta makam Pahlawan Nasional Tjoet Nyak Dhien.
Beberapa objek wisata yang kini sedang terus ditata dan dikembangkan, antara lain obyek wisata Kampung Toga, Benteng Gunung Kunci, Cipanas Cileungsing dan Cipanas Conggeang. Bagi wisatawan yang ingin melakukan hobinya bermain golf, di daerah ini juga sudah memiliki lapangan golf yang lokasinya berada di sebelah atas kompleks perguruan tinggi Jatinangor. Dan tidak lama lagi, kawasan Kampung Toga pun bakal dilengkapi landasan arena olahraga rekreasi seperti paralayang dan layang gantung.
Semua potensi yang dimiliki Sumedang, di masa mendatang diharapkan akan lebih berkembang. Terlebih, saat ini sedang ada rencana pembangunan Jalan Tol Cileunyi - Cimalaka, sepanjang sekitar 24,3 Km. Pra studi kelayakan tahap pertama, sudah selesai dilakukan, sementara fisik baru akan dimulai tahun 2004. Jalan tol tersebut, dirancang bakal menghabiskan dana Rp 700 milyar, yang berasal dari hasil kerjasama dengan investor dari Brunei Darussalam.
Selain jalan tol, mulai bulan Mei ini, juga bakal dimulai pembuatan perkampungan tradisi bagi 200 Kepala Keluarga (KK) transmigasi lokal (translok) dan eksodan yang berlokasi di kawasan Gunung Lingga, masuk wilayah Kec. Cisitu dan Kec. Darmaraja. Kampung tersebut, bangunannya didesain menyerupai kampung khas Sunda atau Kampung Kasumedangan dengan anggaran Rp 2 milyar dari ABBN. Selain untuk memberdayakan masyarakat pemukim dan disekitarnya, kawasan Kampung Kasumedangan diharapkan bisa menyedot arus wisatawan.(Hary Mashuri/"PR")***

 

 

back