Kabupaten

Kabupaten MAGELANG

Profil | Sejarah | Arti Logo | Nilai Budaya

Profil

Nama Resmi:Kabupaten Magelang
Ibukota:Mungkid
Provinsi :JAWA TENGAH
Batas Wilayah:

= Sebelah Utara : Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Semarang

= Sebelah Timur : Kabupaten Semarang dan Kabupaten Boyolali

= Sebelah Selatan : Kabupaten Purworejo dan DIY Yogyakarta

= Sebelah Barat : Kabupaten Temangung dan Kabupaten Wonosobo

= Di Wilayah Tengah : Kota Magelang.

 

Luas Wilayah:1.102,93 Km²
Jumlah Penduduk:1.331.673 Jiwa 
Wilayah Administrasi:Kecamatan: 21, Kelurahan: 5, Desa: 367
Website:http://www.magelangkab.go.id/index.php

 

(Permendagri No.66 Tahun 2011)

Sejarah

Terdapat beberapa versi yang menjelaskan asal nama Magelang. Versi terpopuler mengatakan bahwa Magelang berasal dari kata tepung gelang, yang berarti "mengepung rapat seperti gelang". Nama tersebut diberikan untuk mengenang Raja Jin Sonta yang dikepung di daerah ini oleh pasukan Mataram sebelum akhirnya mati di tangan Pangeran Purbaya.

Sejarah Kabupaten Magelang tidak bisa dipisahkan dari perkembangan Kota Magelang. Pada tahun 1801, Letnan Gubernur Jendral Sir Stamford Raffles mengangkat Ngabei Danuningrat sebagai Bupati pertama Magelang, atas petunjuk dari gurunya beliau memilih daerah antara desa Mantiasih dan desa Gelangan sebagai pusat pemerintahannya. Pada tahun 1930, jabatan bupati diserahkan kepada putranya yang bernama Ngabei Danukusumo, dan Magelang statusnya dari Kabupaten menjadi gremente bersama dengan Kota Semarang, Salatiga, danPekalongan. Namun kedudukan Bupati masih diakui sehingga ada dua pimpinan di daerah Magelang yaitu Bupati Magelang dan Walikota Magelang.

Seiring dengan waktu, kedudukan Kabupaten Magelang diperkuat melalui UU No. 2 tahun 1948 dengan ibu kota di Kota Magelang. Pada tahun 1950 berdasarkan UU No. 13 tahun 1950 Kota Magelang berdiri sendiri dan diberi hak untuk mengatur rumah tangga sendiri, sehingga ada kebijaksanaan untuk memindah ibu kota kabupaten ke daerah lain. Ada dua alternatif ibu kota sebagai penganti Kota Magelang, yaitu Kawedanan Grabag atau Kawedanan Muntilan, namun kedua daerah ini ditolak. Pada tanggal 22 Maret 1984, kecamatan Mertoyudan bagian Selatan dan kecamatan Mungkid bagian Utara dipilih secara resmi sebagai ibu kota Kabupaten Magelang oleh gubernur Jawa Tengah dengan nama Kota Mungkid.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Magelang

Arti Logo

Penjelasan tentang GAMBAR
Bintang bersudut lima berwarna kuning emas terletak ditengah yang berbentuk perisai sebagai lambang perjuangan menggambarkan daerah Kabupaten Magelang adalah daerah yang subur bagi segala macam golongan, agama dan lapisan masyarakat.
Tulisan KABUPATEN MAGELANG Berwarna kuning emas menunjukkan identitas daerah.
Stupa Borobudur berdiri limas trap berwarna putih dan berlubang hitam terletak ditengah - tengah perisai melambangkan monumen tersohor Candi Borobudur yang dimiliki Kabupaten Magelang dan merupakan salah satu dari 7 keajaiban dunia dan melambangkan obyek Pariwisata.
Keris berwarna kunig emas terletak ditengah stupa melambangkan perjuangan pahlawan Diponegoro yang gigih menentang penjajah Belanda.
Gunung berjumlah lima buah berwarna kuning emas terletak dibawah trap melambangkan bahwa Kabupaten Magelang adalah suatu wilayah pegunungan/dataran tinggi dari lima pegunungan ( Panca Arga ) yaitu Gunung Merapi,Merbabu, Andong, telomoyo dan Sumbing.
Duapuluh lima butir padi berwarna kuning berangkai membujur keatas di bagian kiri perisai dan lima buah kapas berwarna putih berangkai dengan empat daun berwarna kuning emas membujur keatas bagian perisai serta emapt buah panili pada batangnya yang melilit pada bambu runcing di sebelah kiri, melambangkan bahwa pada tanggal 25 September 1945 telah terjadi perjuangan mengusir penjajah Inggris dan Gurkha dalam mencapai kemerdekaan di daerah Kabupaten Magelang.
Dua helai daun tembakau berwarna kuning emas dan klembak yang terletak lurus dibawah daun tembakau menggambarkan hasil produksi pertanian untuk Kabupaten Magelang.
Dua bambu runcing berwarna kuning emas terletak sudut menyudut kekiri dan kekanan pada klembak melambangkan perjuangan rakyat dan pemerintah Kabupaten Magelang dalam perang kemerdekaan yang dapat menggalang persatuan dan kesatuan Bangsa.
Samir berwarna merah putih melengkung keatas terletak dibagian bawah perisai yang menggambarkan suatu optimisme akan tercapainya cita - cita yang luhur.

Penjelasan tentang WARNA
Kuning tua atau kuning emas berarti keluhuran, melambangkan cita -cita yang luhur yang terkandung didalam perjuangan rakyat Kabupaten Magelang.
Merah tua berarti berani, melambangkan keberanian bertindak, keberanian menderita demi untuk tercapainya cita - cita luhur.
Hijau tua berarti harapan kehidupan, harapan akan cita - cita luhur yang amat besar.
Hitam berarti abadi kekal, perjuangan rakyat Kabupaten Magelang kekal dan abadi, pantang mundur sampai cita - cita berhasil.
Putih berarti suci bersih, perjuangan mencapai cita - cita, mencapai keadilan dan kebenaran. (Sumber media kab magelang..)

Nilai Budaya

 

CANDI BOROBUDUR

Candi Borobudur, Pawon dan Mendut merupakan candi budha yang dibangun oleh raja Samaratungga dari dinasti Syailendra pada abad ke 8. Tiga Candi Budha tersebut memiliki relief atau gambar timbul yang menarik menggambarkan kehidupan sang Budha dan reinkarnasinya dalam bentuk ceritera Jataka dan Lalitavistara. Candi Borobudur dan Pawon terletak di Kecamatan Borobudur sedangkan candi Mendut di Kecamatan Mungkid, 3 km kearah timur candi Borobudur. 
back