Kabupaten

Kabupaten KEDIRI

Profil | Sejarah | Arti Logo | Nilai Budaya

Profil

Nama Resmi :Kabupaten Kediri
Ibukota :Kediri
Provinsi :Jawa Timur
Batas Wilayah:

Utara: Kabupaten Nganjuk dan kabupaten Jombang
Selatan: Kabupaten Blitar dan Tulungagung
Barat: Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Ngajuk
Timur: Kabupaten Jombang dan Kabupaten Malang

Luas Wilayah:1.386,05 Km2
Jumlah Penduduk:

1.420.643 Jiwa

Wilayah Administrasi:Kecamatan: 26, Kelurahan: 1 , Desa: 343
Website:

http://www.kediri.go.id

 

(Permendagri No.66 Tahun 2011)

Sejarah

Bupati  Kediri Ir. H. Sutrisno, MM berusaha menggali semua potensi wisata, baik wisata alam, sejarah, budaya maupun wisata religius. 

Terhadap seluruh potensi wisata tersebut, Ir. H. Sutrisno berupaya agar masing-masing obyek wisata seperti, kawasan Gunung Kelud, Air Terjun Dolo dan Irenggolo Besuki, Kawasan Wisata Puhsarang, serta Simpang Lima Gumul (SLG) dikelola menjadi satu paket wisata yang layak dijual, karena itu perlu diusahakan kemudahan akses menuju masing-masing lokasi wisata tersebut, baik dari sarana transportasi maupun perbaikan jalan

 

Petilasan Sri Aji Joyoboyo. Petilasan ini terletak di Desa Menang Kec. Pagu, sekitar 8 km ke arah Timur dari kota Kediri. Merupakan ternpat dimana Sri Aji Joyoboyo Loka Mukso (hilang bersama jasadnya). Sri Aji Joyoboyo adalah Raja Kediri pada abad XII dan terkenal dengan kitab " JONGKO JOYOBOYO " yang berisi tentang ramalan-ramalan kejadian di masa yang akan datang. Setiap 1 Suro di adat yang diadakan oleh Yayasan Hontodento - Yogyakarta bersama dengan Pemerintah Kabupaten Kediri. Pada Obyek Wisata ini para pengunjung bisa menyaksikan bangunan peninggalan Kerajaan Kediri, seperti tempat mukso, bangunan balai - balai dan kuluk setinggi + 4 meter.

Arti Logo

Bintang Sudut Lima 

 

Ganesya Kediri 

 

Gunung Kelud Berapi 

 

Sungai Berantas 

 

Sawah dan Ladang 

 

Padi Sauli dan Bunga Kapas 

 

Langit 

 

Tulisan " Canda Birawa " di atas Pita 

 

 

 

MAKNA MASING-MASING GAMBAR: 

 

Bintang sudut lima berwarna kuning adalah lambang  Pancasila ideologi Negara dan Bangsa Indonesia 

 

 

 

Ganesya Kediri berwarna abu-abu berdiri bertangan 4 (empat) memegang bejana (mangkuk) beratribut kapak dan Tasbih, adalah lambang pengetahuan dan kebijaksanaan. Gambar Ganesha ini menjadi tanda pengenal spesifik daerah Kediri (lihat Ensiklopedia Indonesia FM penerbit w. Van Hoeve, Bandung, halaman 74 dan 525).

 

 Gunung Kelud berapi dan kawahnya berwarna hitam dan merah merupakan lambang jiwa dinamis revolusioner yang kuat, sentosa dan tak kunjung padam

 

 Sungai Brantas berwarna biru melambangkan kesuburan daerah 

 

 

 

Ladang dan sawah berwarna hijau dan kuning adalah lambang kemakmuran daerah 

 

 

 

Padi sauli (setangkai) berwarna kuning berbutir 17, bunga kapas berwarna putih berjumlah 8 dengan tangkai hijau berkelopak 4 dan berbunga 5 helai melambangkan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945 dan sandang pangan 

 

 

 

Langit berwarna biru muda adalah lambang ketentraman dan damai 

 

 

 

Tulisan "Canda Bhirawa" di atas pita putih adalah nama lambang Kabupaten Kediri, bermakna suatu ikatan persatuan yang suci san tulus ikhlas sari segenap lapisan masyarakat hingga merupakan kekuatan yang berlipat ganda bersemangat patah tumbuh hilang berganti

 

Nilai Budaya

Arca Totok Kerot. Arca Totok Kerot merupakan arca berbentuk raksasa wanita berkalung tengkorak dengan tinggi arca + 300 cm, terletak di Dusun Kunir Desa Bulupasar Kecamatan Pagu + 8 Km ke arah timur dari kota Kediri. Legenda Totok Kerot dimulai dari seorang putri cantik dari Blitar yang melamar Sri Aji Joyoboyo. Karena lamaran ditolak, maka terjadilah pertempuran antara pasukan Lodoyo melawan pasukan Menang. Akhirnya, putri tersebut dikutuk oleh Sri Aji Joyoboyo sehingga berubah wujud patung raksasa wanita berbentuk dwarapala yang dikenal dengan nama TOTOK KEROT. 

 

Candi Surowono. Merupakan tempat penyucian Raja Wengker yaitu salah seorang Raja Bawahan pada masa Pemerintahan Raja Hayam Wuruk dari Kerajaan Majapahit. Berbentuk Bujursangkar dengan ukuran 8 x 8 meter dan didirikan pada 1400 Masehi. Daya Tarik obyek wisata Candi Surowono adalah bangunan candi hasil karya sejarah peninggalan masa lalu dan bangunan terowongan bawah tanah vang dialiri air jernih dengan jalan yang  bercabang - cabang  cukup  banyak  yang  terletak + 100 meter dari bangunan candi. Candi Surowono, terletak di Desa Canggu Kecamatan Pare, sekitar 25 Km arah Timur Laut dari Kota Kediri. 

 

Gunung Kelud: Adalah Wisata Alam yang terletak di Desa Sugihwaras Kecamatan Ngancar dengan obyek kawah Gunung Berapi yang masih aktif, hamparan muntahan lava  dari Gunung Kelud, tebing terjal sebelah Selatan, terowongan Ampera sepanjang ± 100 Meter dan pemandangan alam yang mempesona, bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat, dari Kota Kediri menuju Kecamatan Ngancar ± 27 Km dari Kecamatan Ngancar menuju Desa Sugihwaras ± 5 Km dari Desa Sugihwaras menuju Obyek Wisata Kawah Gunung Kelud ± 5 Km 

 

Air Terjun Ngleyangan. Air terjun Ngleyangan disebut juga air terjun sekartaji + 20 Km ke arah Barat Laut Kota Kediri tepatnya di Dusun Goliman Desa Parang Kecamatan Banyakan. Jatuhnya air dari ketinggian + 123 Meter merupakan daya tarik obyek wisata ini disamping udara sejuk karena berada diketinggian 800 meter dari permukaan laut sekaligus merupakan wahana wisata yang mengasyikkan karena rimbunnya pepohonan hutan disekitarnya. 

 

Taman Wisata Sumber Ubalan. Daya tarik wisata Sumber Ubalan berupa hutan lindung alami dengan berbagai jenis pohon hutan yang luasnya kurang lebih 10 Ha. disamping  itu juga sumber air di tengah hutan yang berhawa sejuk. Kawasan Sumber Ubalan juga menyediakan kolam renang, kolam pancing, panggung terbuka, kolam perahu, restoran, mainan anak-anak, taman yang ditata indah dan asri. Sumber Ubalan terletak kurang lebih 18 Km ke timur Kota Kediri tepatnya di Dusun Kalasan Desa Jarak Kecamatan Plosoklaten, dapat ditempuh dengan berbagai jenis kendaraan. 

 

Gereja Tua Puh Sarang. Adalah Gereja Tua Umat Katholik yang dibangun dengan swadaya umatnya bersama Ir. Hendricus Maclaine Port dengan prakarsa Yolianes Humbertus Walters CM pada tahun 1931. Hal yang unik dari bangunan Gereja Puh Sarang adalah reng dan usuk atap gereja terbuat dari bentangan kawat baja, sedang konstruksi dindingnya terbuat dari campuran pasir dan tetes tanpa semen. Gereja Puh Sarang terletak di Desa Puh Sarang Kecamatan Semen. Untuk mencapai Gereja Puh Sarang dapat menggunakan segala jenis kendaraan + 9 Km ke arah Barat Kota Kediri.. 

 

back