Kabupaten

Kabupaten PROBOLINGGO

Profil | Sejarah | Arti Logo | Nilai Budaya

Profil

Nama Resmi :Kabupaten Probolinggo
Ibukota :Kraksaan
Provinsi :Jawa Timur
Batas Wilayah:

Utara: Selat Madura
Selatan: Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang
Barat: Kabupaten Pasuruan
Timur: Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Jember

Luas Wilayah:1.696,21 Km2
Jumlah Penduduk:1.099.602 Jiwa 
Wilayah Administrasi:

Kecamatan: 24, Kelurahan: 5 , Desa: 325

Website:

http://www.probolinggokab.go.id

 

(Permendagri No.66 Tahun 2011)

Sejarah

Ketika seluruh Wilayah Nusantara dapat dipersatukan di bawah kekuasaan Majapahit tahun 1357 M ( Th.1279 Saka ), Maha Patih Mada telah dapat mewujudkan ikhrarnya dalam Sumpah Palapa,menyambut keberhasilan ini, Sang Maha Raja Prabu Hayam Wuruk berkenan berpesiar keliling negara. Perjalanan muhibah ini terlaksana pada tahun 1359 ( Th 1281 Saka ).
Menyertai perjalanan bersejarah ini,Empu Prapanca seorang pujangga ahli sastra melukiskan dengan kata-kata, Sang Baginda Prabu Hayam Wuruk merasa suka cita dan kagum,menyaksikan panorama alam yang sangat mempesona di kawasan yang disinggahi ini. Masyarakatnya ramah,tempat peribadatannya anggun dan tenang,memberikan ketentraman dan kedamaian serta mengesankan. Penyambutannya meriah aneka suguhan disajikan, membuat Baginda bersantap dengan lahap. Taman dan darma pasogatan yang elok permai menyebabkan Sang Prabu terlena dalam kesenangan dan menjadi kerasan.
Ketika rombongan tamu agung ini hendak melanjutkan perjalanan, Sang Prabu diliputi rasa sedih karena enggan untuk berpisah. Saat perpisahan diliputi rasa duka cita, bercampur bangga. Karena Sang Prabu Maha Raja junjungannya berkenan mengunjungi dan singgah berlama-lama di tempat ini. Sejak itu warga disini menandai tempat ini dengan sebutan Prabu Linggih. Artinya tempat persinggahan Sang Prabu sebagai tamu Agung. Sebutan Prabu Linggih selanjutnya mengalami proses perubahan ucap hingga kemudian berubah menjadi Probo Linggo. Maka sebutan itu kini menjadi Probolinggo.

Arti Logo

Sebuah Bintang, bersudut lima, berwarna kuning dengan lima berkas sinarnya berwarna putih 

  1. Diatas Bintang, lukisan Angin berwarna merah putih
  2. Dibawah Bintang, lukisan Gunung berwarna biru tua
  3. Dibawah Gunung, lukisan Sungai berwarna putih
  4. Dibawah Sungai, lukisan Dataran tanah berwarna hijau
  5. Dibawah Dataran tanah, lukisan Gelombang Air Laut berwarna putih
  6. Pada sebelah kiri lukisan Gelombang Air Laut berwarna putih, aslinya hijau dan sebelah kiri bawah Buah Anggur sebanyak 17 (tujuh belas) buah dengan warna aslinya hijau muda
  7. Pada sebelah kanan, lukisan Daun Mangga sebanyak 5 (lima) helai dan sebelah kanan bawah 8 (delapan) Buah Mangga dengan warna aslinya hijau
  8. Dibawah Buah Anggur dan Mangga lukisan Pita putih berisi tulisan semboyan : “Prasadja Ngesti Wibawa.

Warna Merah berarti : Keberanian. Makna Lambang

  1. Bintang merupakan pertanda Ketuhanan Yang Maha Esa dan Lima berkas sinar Bintang dimaksudkan sebagai pertanda Dasar Falsafah Negara Republik Indonesia yaitu Pancasila sebagai perwujudan kejiwaan Bangsa Indonesia yang kita amankan dan amalkan.
  2. Angin merupakan ciri khas bagi Daerah Kabupaten Probolinggo yang terkenal dengan sebutan “Angin Gending. Angin yang arusnya sangat deras yang datang setiap musim kemarau dari arah Tenggara.
  3. Gunung sebagai pertanda Gunung Bromo. Sebuah gunung di Daerah Kabupaten Probolinggo terletak di Pegunungan Tengger dalam sebuah kalender yang luas dengan garis tengahnya kurang lebih 11 (sebelas) kilometer.
  4. Sungai sebagai pertanda “Sungai Banger. Sebuah sungai yang semula memberi nama daerah Kabupaten ini pada zaman Bupati Probolinggo yang pertama Kiyai Tumenggung Djojolelono (tahun : 1746-1768).
  5. Dataran tanah merupakan pertanda keadaan tanah Daerah Kabupaten Probolinggo yang cukup subur.
  6. Gelombang Air Laut yang mewujudkan letak Daerah Kabupaten Probolinggo ditepi pantai (Selat Madura).
  7. Daun Anggur sebanyak 4 (emapat0 helai dengan buah Anggur 17 (tujuh belas) buah menunjukkan hasil buah-buahan khas Daerah Probolinggo (terkenal sejak tahun 1913).
  8. Daun Mangga sebanyak 5 (lima) helai dengan buah Mangga 8 9delapan) buah menunjukkan buah-buahan yang terkenal di seluruh Indonesia dan sekitarnya dan merupakan hasil buah-buahan khas daerah Probolinggo. Rangkaian buah Anggur (17), Buah Mangga (8), Daun Anggur (4), dan Daun Mangga (5), merupakan pertanda : Tanggal, bulan dan tahun “Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia

  9. Pita Putih berisi semboyan : ;Prasadja Ngesti Wibawa. Makna semboyan : “Prasadja berarti : bersahaja, blaka, jujur, bares, dengan terus terang, “Ngesti"
    berarti : menginginkan, menciptakan, mempunyai tujuan, “Wibawa" berarti : mukti, luhur, muia. “Prasadja Ngesti Wibawa berarti : Dengan rasa tulus ikhlas (bersahaja, jujur, bares) menuju kemuliaan.

    Makna Warna-warna Yang Digunakan  

  1. Warna Kuning berarti : Keagungan, Keluhuran, Kemuliaan.
  2. Warna Biru berarti : Kesetiaan.
  3.  Warna Hijau berarti : Kesuburan, Kemakmuran.

 

Nilai Budaya

Selain itu Kabupaten Probolinggo memiliki bermacam-macam seni budaya khas, diantaranya Kerapan Sapi, Kuda Kencak, Tari Glipang dan Tari Slempang, Tari pangore dan Seni Budaya masyarakat Tengger. Selain obyek wisata dan keseniannya Kabupaten Probolinggo juga menghasilkan buah-buahan, sayur-sayuran serta hasil perkebunan lainnya yang sangat berperan dalam meningkatkan pendapatan asli daerah, guna memenuhi pembiayaan pembangunan dalam rangka pelaksanaan Otonomi Daerah.

back