Kabupaten

Kabupaten FLORES TIMUR

Profil | Sejarah | Arti Logo | Nilai Budaya

Profil

Nama Resmi  

 

:

 

Kabupaten Flores Timur 

 

Ibukota  

 

:

 

Larantuka 

 

Provinsi  

 

:

 

NUSA TENGGARA TIMUR

 

Batas Wilayah 

 

:

 

Utara: Laut Flores 
Selatan: Laut Sawu
Barat: Kabupten Sikka
Timur: Kabupaten Lembata

 

Luas Wilayah 

 

:

 

1.813,20 km2

 

Jumlah Penduduk 

 

:

 

260.630 Jiwa 

 

Wilayah Administrasi 

 

:

 

Kecamatan : 19, Kelurahan : 21, Desa : 232

 

Alamat Kantor 

 

:

 

Jl. Ile Napo-Batuata Kec. Larantuka
No. Telp.  0383-21994 

Website

 

:

 

http://www.florestimurkab.go.id

 

 

 

(Permendagri No.66 Tahun 2011)

Sejarah

Kabupaten Flores Timur dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor : 69 tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Tk II dalam wilayah Daerah-Daerah Tingkat I Bali, NTB dan NTT. Undang-Undang tersebut ditetapkan tanggal 20 Desember 1958 sehingga setiap tanggal
20 Desember diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Kabupaten Flores Timur.

Pada awal pembentukan Kabupaten Flores Timur terdiri dari 8 Kecamatan yaitu :

1.     Kecamatan Lomblen Timur Ibukota : Hadakewa
2.     Kecamatan Lomblen Barat Ibukota : Boto
3.     Kecamatan Solor Ibukota : Pamakayo
4.     Kecamatan Adonara Timur Ibukota : Waiwerang
5.     Kecamatan Adonara Barat Ibukota : Waiwadan
6.     Kecamatan Larantuka Ibukota : Larantuka
7.     Kecamatan Wulanggitang Ibukota : Boru
8.     Kecamatan Tanjung Bunga Ibukota : Waiklibang

Pada tahun 1964, terjadi pemekaran Kecamatan di Lomblen (Lembata) dan Solor yaitu :

·         Kecamatan Lomblen Timur dimekarkan menjadi 4 kecamatan yaitu :

1.     Kecamatan Omesuri Ibukota : Balauring
2.     Kecamatan Buyasuri Ibukota : Wairiang
3.     Kecamatan Ile Ape Ibukota : Waipukan
4.     Kecamatan Lebatukan Ibukota : Hadakewa

·         Kecamatan Lomblen Barat dimekarkan menjadi 2 Kecamatan yaitu :

1.     Kecamatan Atadei Ibukota : Waiteba
2.     Kecamatan Nagawutung Ibukota : Boto

·         Kecamatan Solor dimekarkan menjadi 2 Kecamatan yaitu :

1.     Kecamatan Solor Timur Ibukota : Menanga
2.     Kecamatan Solor Barat Ibukota : Ritaebang

Dengan pemekaran tersebut maka jumlah kecamatan di Kabupaten Flores Timur menjadi 13 Kecamatan yaitu :

1.     Kecamatan Wulanggitang Ibukota : Boru
2.     Kecamatan Larantuka Ibukota : Larantuka
3.     Kecamatan Tanjung Bunga Ibukota : Waiklibang
4.     Kecamatan Adonara Timur Ibukota : Waiwerang
5.     Kecamatan Adonara Barat Ibukota : Waiwadan
6.     Kecamatan Solor Timur Ibukota : Menanga
7.     Kecamatan Solor Barat Ibukota : Ritaebang
8.     Kecamatan Nagawutung Ibukota : Boto
9.     Kecamatan Atadei Ibukota : Waiteba
10.  Kecamatan Lebatukan Ibukota : Hadakewa
11.  Kecamatan Ile Ape Ibukota : Waipukan
12.  Kecamatan Omesuri Ibukota : Balauring
13.  Kecamatan Buyasuri Ibukota : Wairiang

Pada tahun 1999, ditetapkan UU no 52 tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Lembata dan diresmikan oleh Gubernur NTT pada tahun 1999, maka Kabupaten Flores Timur terdiri hanya terdiri dari pulau Solor, Adonara dan Flores Timur Daratan dan Kecamatan terdiri dari

1.     Kecamatan Wulanggitang Ibukota : Boru
2.     Kecamatan Larantuka Ibukota : Larantuka
3.     Kecamatan Tanjung Bunga Ibukota : Waiklibang
4.     Kecamatan Adonara Timur Ibukota : Waiwerang
5.     Kecamatan Adonara Barat Ibukota : Waiwadan
6.     Kecamatan Solor Timur Ibukota : Menanga
7.     Kecamatan Solor Barat Ibukota : Ritaebang

Pada tahun 2001, dengan Peraturan Daerah Kabupaten Flores Timur No.7 tahun 2001 tentang Peningkatan Status kecamatan pembantu menjadi kecamatan definitif maka jumlah kecamatan di Kabupaten Flores Timur menjadi 13 Kecamatan terdiri dari :

1.     Kecamatan Wulanggitang Ibukota : Boru
2.     Kecamatan Larantuka Ibukota : Larantuka
3.     Kecamatan Tanjung Bunga Ibukota : Waiklibang
4.     Kecamatan Adonara Timur Ibukota : Waiwerang
5.     Kecamatan Adonara Barat Ibukota : Waiwadan
6.     Kecamatan Solor Timur Ibukota : Menanga
7.     Kecamatan Solor Barat Ibukota : Ritaebang
8.     Kecamatan Titehena Ibukota : Lato
9.     Kecamatan Ile Mandiri Ibukota : Lewohala
10.  Kecamatan Wotan ulumado Ibukota : Baniona
11.  Kecamatan Ile Boleng Ibukota : Senadan
12.  Kecamatan Witihama Ibukota : Witihama
13.  Kecamatan Kelobagolit Ibukota : Pepakelu

Dengan Peraturan Daerah Kabupaten Flores Timur No.2 tahun 2006 tentang Pembentukan Kecamatan Baru maka jumlah kecamatan di Kabupaten Flores Timur menjadi 18 Kecamatan terdiri dari :

1.     Kecamatan Wulanggitang Ibukota : Boru
2.     Kecamatan Ile  Bura Ibukota : Lewotobi
3.     Kecamatan Titehena Ibukota : Lato
4.     Kecamatan Demon Pagong Ibukota : Lewokluok
5.     Kecamatan Larantuka  Ibukota : Larantuka
6.     Kecamatan Ile Mandiri Ibukota : Lewohala
7.     Kecamatan Lewolema Ibukota : Kawaliwu
8.     Kecamatan Tanjung Bunga Ibukota : Waiklibang
9.     Kecamatan Solor Barat Ibukota : Ritaebang
10.  Kecamatan Solor Timur Ibukota : Menanga
11.  Kecamatan Wotan Ulumado Ibukota : Baniona
12.  Kecamatan Adonara Barat Ibukota : Waiwadan
13.  Kecamatan Adonara Tengah Ibukota : Lewobele
14.  Kecamatan Adonara Timur Ibukota : Waiwerang
15.  Kecamatan Ile Boleng Ibukota : Senadan
16.  Kecamatan Witihama Ibukota : Witihama
17.  Kecamatan Kelubagolit Ibukota : Pepakelu
18.  Kecamatan Adonara Ibukota : Sagu 

Sekarang Kabupaten Flores Timur mempunyai 18 Kecamatan

Arti Logo

LAMBANG KABUPATEN 

 

I.        DASAR HUKUM

Lambang Daerah Kabupaten Flores Timur ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Flores Timur Nomor: 19 Tahun 1974 Tanggal 17 Desember 1974 dan disahkan oleh Menteri Dalam Negeri dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: Pem. 10/47-409 tanggal 5 Juli 1978.

 

II.    Bentuk Lambang: Bentuk Lambang Kabupaten Flores Timur "PERISAI BERSISI LIMA" 

Yang mengandung arti sebagai berikut :
1.     Perisai adalah Perlindungan Rakyat
2.     Sisi Lima melambangkan Pancasila sebagai Dasar Negara

 

III.     Warna Isi dan Lambang

Tata (susunan) warna lambang berupa: Hijau, Kuning, Hitam, Putih & Biru yang mempunyai arti:
1.     Hijau adalah harapan, dambaan akan kejayaan
2.     Kuning adalah keagungan, kejayaan, keluhuran
3.     Hitam adalah keteguhan, keabadian
4.     Putih adalah kemurnian hati nurani
5.     Biru adalah ketenangan, kedamaian

 

IV. Arti Gambar Lambang

1.     Bintang berwarna emas melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa sesuai sila I dari Pancasila

2.     Tempat sirih (ekot, wajak, kepe sirih) melambangkan kesatuan/persatuan Flores Timur

3.     Padi dan Kapas melambangkan kemakmuran (kesejahteraan rakyat)

4
.     14 butir padi, 12 kuntum kapas, 5 daun sirih serta 8 daun bunga putih melambangkan saat terbentuknya Kabupaten Flores Timur tanggal 14 Desember 1958

5.     Bunga yang berdaun bunga putih dan berputik kuning melambangkan Flores Timur yaitu Bunga di timur

6.     Sebilah tombak dan sebilah parang penopang pita nama Daerah Kabupaten Flores Timur yang keduanya dihubungkan dengan tali yang melilit pada batang tombak dan hulu parang dan melingkar sebagian bunga terletak pada/menyentuh tempat sirih, melambangkan Flores Timur yang dahulunya terdiri dari 2 buah wilayah yaitu Demon dan Paji yang suka mengangkat senjata satu sama lainnya tetapi kini tidak lagi, sudah berdamai/bersatu dengan terbentuknya Daerah Kabupaten Flores Timur.

7.     Laut sesuai kondisi geografis Flores Timur dalam melambangkan keindahannya.

8.     4 alunan gelombang putih melambangkan Adonara, Solor, Lembata dan Flores Timur Daratan yang membentuk Flores Timur.

9.     Pohon Beringin melambangkan pengayon menandakan bahwa rakyat Flores Timur ikhlas dan rela menjunjung tinggi kekuasaan dan kewibawaan Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Nilai Budaya

Kabupaten Flores Timur adalah sebuah kabupaten di Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Sebagian besar penduduknya beragama Katolik, diikuti Islam, Hindu, dan Buddha.

Objek Pariwisata

Upacara Keagamaan Paskah, dimana penduduk kota biasa melakukan perarakan membawa Patung Yesus dan Bunda Maria sebagai Pelindung dan Penyelamat Umat manusia untuk mengelilingi kota Larantuka.

Pembuatan Tenun Ikat, atau semacam kain yang proses pembuatan sampai menjadi kain yang siap dipakai menggunakan cara tradisional.


Wisata Bahari, yaitu menikmati pantai dan pulau yang indah, atau juga melakukan kegiatan seperti scuba, snorkling, atau renang karena pantai dan laut yang terhampar semuanya masih perawan belum dirusaki oleh tangan ataupun limbah, baik industri ataupun rumah tangga. 

Tradisi

Masyarakat Flores Timur terikat dengan adat istiadat serta tata cara yang telah menjadi tradisi dari generasi ke generasi yang menjadikannya sebagai masyarakat yang sangat menghargai etnis, budaya, agama, dan ras yang lain di dalam tatanan kehidupan dan bermasyarakat.

 

back