Kabupaten

Kabupaten MELAWI

Profil | Sejarah | Arti Logo | Nilai Budaya

Profil

Nama Resmi:Kabupaten Melawi
Ibukota:Nanga Pinoh
Provinsi :Kalimantan Barat
Batas Wilayah:

Utara: Kabupaten Sintang
Selatan: Kec.Tumbang Selam, Kabupaten Kota Waringin Timur provinsi Kalimantan Tengah
Barat: kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang
Timur: kecamatan Serawai Kabupaten Sintang

Luas Wilayah:10.640,80 Km²
Jumlah Penduduk:

195.649 Jiwa 

Wilayah Administrasi

Website

:

:

Kecamatan: 11, Kelurahan:-, Desa:169

http://www.melawikab.go.id

 

(Permendagri No.66 Tahun 2011)

Sejarah

Kabupaten Melawi merupakan salah satu kabupaten baru yang baru terbentuk. Kabupaten Melawi merupakan pemekaran dari Kabupaten Sintang. Sesuai dengan Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 135/1213/SJ tanggal 21 Mei 2004 Perihal Pedoman Teknis Pelaksanaan 13 (tiga belas) Undang-undang tentang pembentukan 24 (dua puluh empat) Kabupaten, di mana Kabupaten Melawi merupakan salah satu dari 24 Kabupaten baru yang dibentuk oleh Pemerintah.

Dasar Pembentukan Kabupaten Melawi adalah Undang-undang Republik Indonesia Nomor 34 tahun 2003 Tentang Pembentukan Kabupaten Melawi dan Kabupaten Sekadau di Propinsi Kalimantan Barat. Peresmian Kabupaten Melawi bersama-sama 23 (dua puluh tiga) Kabupaten lainnya dan 13 (tiga belas) Propinsi dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 7 Januari 2004 di Jakarta.

Pembentukan Kabupaten Melawi tersebut bertujuan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat yang berkembang di Kabupaten Sintang untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di bidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Guna menunjang tugas-tugas pokok pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan dimaksud, ditetapkanlah Penjabat Bupati Melawi pertama melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.41-16 tahun 2003 Tentang Pengangkatan Penjabat Bupati Melawi atas nama Drs. A. SUMAN KURIK, MM yang dilantik pada tanggal 14 Januari 2004 oleh Gubernur Kalimantan Barat. Untuk pertama kalinya Penjabat Bupati Melawi dibantu oleh 9 (sembilan) orang Pegawai Negeri Sipil berdasarkan Surat Tugas Bupati Sintang nomor 824/045/BKD-C tanggal 20 Januari 2004.

Arti Logo

***

Nilai Budaya

Dalam Penelusuran Subsuku Dayak yang ada di kabupaten Melawi ada sedikit dalam lonjakan pengalaman berpikir, hal ini karena literatur tentang suku Dayak yang dibawa sebelum mengunjungi kampung-kampung orang Dayak sangat terasa belum mencukupi, literatur yang belum mencukupi antara lain Peta Kecamatan, laporan ini belum sepenuhnya tercover, sehingga data tambahan harus kita cari dari sumber-sumber lainnya.

Kebetulan Kabupaten Melawi adalah gambaran wilayah yang berbentuk huruf L, dengan sudutnya kota Nanga Pinoh. Mengarah ke Selatan menuju Sungai Pinoh dan ke Timur menuju Sungai Melawi. Lingkup Administrasi wilayah yang kami datangi Mulai dari Belimbing, Belimbing Hulu, Nanga Pinoh, Pinoh Utara, Pinoh Selatan, Menukung dan Nanga Ella mengikuti Sungai Melawi, dan lingkup wilayah kedua Nanga Sayan, Tanah Pinoh, Nanga Sokan dan Tanah Pinoh Barat, mengikuti aliran Sungai Pinoh.

Persoalan identitas subsuku dan bahasa yang ada di Kabupaten Melawi, hampir sama yang ada di Kabupaten Sintang. Hal pertama yang ingin ditekankan adalah bahwa batas Administratif wilayah tidak sekaligus membatasi sub-sub suku. Sebagai contoh sub suku Limbai ada di Manukung (Melawi) ada juga di Kayang Hulu (Sintang), sering dibut suku Limbai Menyeberang. Serta banyak lagi sub – sub suku yang ada di Melawi dan di Sintang.

Percampuran berbagai sub suku, terutama di kecamatan Nanga Pinoh begitu tinggi. Misalnya saja ada sekelompok orang yang mengaku sebagai orang Kubin Iban. Dengan menamakan sub sukunya sebagai Kubin Iban karena menyadari bahwa ada keturunan Kubin dan sekaligus Iban. Karena jumlah mereka relatif banyak dan kemudian membentuk kelompokorang yang tinggal di suatu kampung dan melaksanakan tata aturan sosial yang mereka sepakati bersama, maka mereka merasa memiliki identitas yang baru dan mereka anggap itu sangat tepat untuk mereka.

Nanga Pinoh sebagai pusat pemerintahan sangat besar perannya dalam pembangunan Kabupaten Melawi, kota yang berada tepat dipersimpangan Sungai Melawi dan Sungai Pinoh yang memiliki keanekaragaman Budaya dan Adat Istiadat, karakteristik sosial, ekonomi dan politik. Masyarakat Nanga Pinoh yang didominasi sebagian besar suku Melayu dan Suku Dayak dan sebagian kecil pedagang suku Cina dan Jawa.

Bidang kebudayaan yang terdapat di Kabupaten Melawi sangat bagus, baik seni Musik, Seni Tari, Seni ukir dan Seni Pembuat Mandau. Seni Musik di Kota Nanga Pinoh masih terdapat banyak didominasi suku Melayu Seperti Hadrah dan Barzanzi, sementara untuk  Seni Tari Melayu terdapat Jepin dan Pencak Silat. Kebudayaan Barzanzi, Hadrah dan Tari Jepin sangat masih terjaga dan masih cukup digemari Generasi Muda dan juga masih dijaga dengan baik oleh generasi tua.

Seni Ukir yang mendominasi lebih banyak seni ukir Dayak, seperti Pembuatan Mandau di Desa Kenukuh, Tekelak dan Desa Engkurai sungguh sangat memukau karena dikerjakan oleh pandai besi yang cukup bagus, yang paling pantastis satu desa mengerjakan kerajinan Mandau. Dengan membagi beberapa kelompok, masing - masing kelompok dibagi ada pengerajin khusus Mandau dan kelompok pengerajin sarung Mandau.

Adapun sub suku Dayak yang ada di Kabupaten Melawi antara lain :

  1. Limbai
  2. Barai
  3. Linoh
  4. Kebhan
  5. Ingar Silat
  6. Silath muntok
  7. Sane
  8. Randu’
  9. Batu Entawa
  10. Lamantawa

11.  Keluas
12.  Kepuas
13.  Keninjal
14.  Kubitn
15.  Pangin
16.  Nyadupm
17.  Ella
18.  Kenyilu
19.  Ransa


Selain itu masih banyak suku Dayak yang tergolong cukup besar hampir keseluruhan Kalimantan dan Kalimantan Barat secara sekop kecil.Kabupaten Melawi yang dulunya disebut Tanah Pinoh, dari dulu terkenal dengan potensi kebudayaan yang luar biasa baik. Kami coba menuliskan rumpun suku Dayak yang  semua  Suku yang tergolong dalam rumpun Tanah Pinoh Kabupaten Melawi - Kabupaten Sintang - Kabupaten Ketapang - Kalimantan Tengah, antara lain :

1. Suku Ot Danum (Uud Danum)

Terbagi atas Enampuluh Satu (61) Suku terdiri dari :


1. Suku Lebang 
2. Suku Undan
3. Suku Desa
4. Suku Seberuang
5. Suku Payah
6. Suku Linuh
7. Suku Linuh Pudau
8. Suku Palan 
9. Suku Pandau
10. Suku Rarai
11. Suku Muntak
12. Suku Silang
13. Suku Jungkau
14. Suku Lacur
15. Suku At Danun
16. Suku Penangkuwi
17. Suku Nyangai
18. Suku Asa
19. Suku Banyau
20. Suku Sahiei
21. Suku serawai Danun 
22. Suku Limbei
23. Suku Ransa
24. Suku Kenyilu
25. Suku Iban
26. Suku Tahin
27. Suku Kuhin
28. Suku Pangin
29. Suku Pananyui
30. Suku Ellah 
31. Suku Kebosan

32. Suku Keninjal 
33. Suku Tebidah
34. Suku Ginih
35. Suku Jampal 
36. Suku Kayan Danum
37. Suku Nanga
38. Suku Ulun Daan
39. Suku Mentebah
40. Suku Taman Danun
41. Suku Taman Sibau
42. Suku Mandai Suruk
43. Suku Palin
44. Suku Embaloh
45. Suku Lauk
46. Suku Kalis
47. Suku Lebanyan
48. Suku Sebaung 
49. Suku Tawahui
50. Suku Rahan
51. Suku Pananyari
52. Suku Duhai
53. Suku At Bunusu
54. Suku Tahup
55. Suku At Siang
56. Suku Kalang Lupu
57. Suku Jambung Jaman
58. Suku Gunung Kambang 
59. Suku Nyahing Uhing
60. Suku Babuat
61. Suku Keramai

Sumber : Sejarah Hukum Adat dan Adat Istiadat Kalimantan Barat 1975

back