Kabupaten

Kabupaten BULUNGAN

Profil | Sejarah | Arti Logo | Nilai Budaya

Profil

Nama Resmi :Kabupaten Bulungan
Ibukota :Tanjung Selor
Provinsi :KALIMANTAN TIMUR
Batas Wilayah:

Utara: Kabupaten Nunukan
Selatan: Kabupaten Berau
Barat: Kabupaten Malinau
Timur: Kota Tarakan dan laut Sulawesi

Luas Wilayah:

13.925,72 Km2

Jumlah Penduduk:

131.716 Jiwa 

Wilayah Administrasi:

Kecamatan: 10, Kelurahan: 7, Desa: 74

Website:http://www.-.go.id/ (Belum ada Situs Resmi)

 

(Permendagri No.66 Tahun 2011)

Sejarah

Secara Kronologis, sejarah perjalanan terbentuknya Bulungan sebagai Daerah Otonom, sebagai berikut:

Tahun 1731

  • Awal berdirinya Kesultanan Bulungan.Raja Pertama: Wira Amir gelar Amiril Mukminin (1731 – 1777)
  • Raja Kesultanan Bulungan yang ke-13 (terakhir): Datuk Tiras gelar Sultan Maulana Muhammad Djalalluddin (1931 – 1958)

Tahun 1950

Setelah kemerdekaan Republik Indonesia , Kesultanan Bulungan ditetapkan sebagai Wilayah Swapraja

Tahun 1955

  • Berdasarkan: SK Gubernur Kalimantan No. 186/ORB/ 92/14/1950, kemudian disahkan menjadi UU Darurat RI Nomor 3 Tahun 1953. Status Wilayah Swapraja Bulungan dirubah menjadi Daerah Istimewa Bulungan. 
    Berdasarkan UU No. 22 Tahun 1955 Sebagai Kepala Daerah Istimewa : Sultan Maulana Muhammad Djalaluddin (Datuk Tiras)
  • Terbentuknya Dewan Perwakilan Rakyat di Daerah. 
    Ketua DPRD Pertama : Muhammad Zaini Anwar (1955 – 1959)

Tahun 1959

Status Daerah Istimewa dirubah menjadi Daerah Tingkat II Bulungan. Berdasarkan UU Nomor 27 Tahun 1959

Tahun 1960

  • Tanggal 12 Oktober 1960, Pelantikan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Bulungan Pertama: Andi Tjatjo Gelar Datuk Wiharja (1960 - 1963)
  • Tanggal tersebut kemudian diperingati sebagai Hari Jadi Kota Tanjung Selor dan Kabupaten Bulungan.

Tahun 1997

  • Bulan Desember 1997, Status Kota Administratif Tarakan ditingkatkan menjadi Kotamadya Tarakan (Terdiri dari: 2 Kecamatan, 12 Desa, dan Luas wilayah 507,10 Km' )
  • Berdasarkan UU. Nomor 29 Tahun 1997.
  • Pemekaran Kabupaten Daerah Tk. II Bulungan menjadi 3 (tiga) Daerah Otonom, yaitu: Kabupaten Bulungan, Malinau dan Nunukan (masing-masing membawahi 5 Kecamatan)
  • Berdasarkan : UU. Nomor 47 Tahun 1999

Tahun 2000

  • Perubahan Nomenklatur Kabupaten Daerah Tingkat II Bulungan menjadi Kabupaten Bulungan dan Titelatur Bupati Kepala Daerah Tk. II Bulungan menjadi Bupati Bulungan.
  • Berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 1999 (selanjutnya direvisi menjadi UU Nomor 32 Tahun 2D04 tentang Pemerintahan Daerah)

Tahun 2005

  • Tanggal 27 Juni 2005, pertama kali dilaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara langsung untuk memilih Kepala Daerah ke- 12 (2005 – 2010)
  • Dasar pelaksanaan Pilkada : UU. Nomor 32 Tahun 2004 dan PP. Nomor 6 Tahun 2005.

 

 

 

 

 


Arti Logo

Makna warna warni pada Lambang Daerah

Terdapat 8 warna pada Lambang Daerah Kabupaten Bulungan, yaitu : hijau, biru, jingga, orange, kuning, merah, hitam dan putih.

Secara umum, kedelapan warna tersebut mencerminkan :

  • Potensi sumber daya alam dan kelautan, serta prasarana dan transportasi yang dimiliki Kabupaten Bulungan
  • Jiwa dan karakter yang menjunjung tinggi dan memelihara seni budaya, mengutamakan keharmonisan, kebersamaan, keseimbangan hidup pribadi dan bermasyarakat, kesucian, keikhlasan dan kejujuran.
  • Sikap dan mental masyarakat Kabupaten Bulungan yang menjunjung keberanian atas kebenaran, Sikap Kesabaran, Prihatin, Toleransi dan Keakraban

Makna Lambang Daerah

Pada gambar lambang daerah Kabupaten Bulungan terdapat terdapat 11 (sebelas) jenis gambar dan dua buah tulisan.

  • Tugu Tapal Batas warna Putih melambangkan Bulungan sebagai garis depan Perbatasan dengan Negara Luar.
  • Bintang Emas melambangkan Pancasila dan kelima silanya sebagai falsafah hidup masyarakat dan negara.
  • Dua Ekor Burung Enggang berhadapan, mencerminkan sifat luhur dan jiwa kepemimpinan.
  • Perisai, Parang dan Sumpit, menggambarkan benteng terdepan yang di lambangkandengan senjata khas penduduk asli.
  • Perahu Hitam adalah lambang sarana transportasi yang abadi.
  • Gambar 4 (empat) Gelombang yang bermakna sebagai urat nadi perekonomian dari 4 sungai yang menghubungkan masyarakat di Pedalaman dengan Daerah Pantai dan Perbatasan (Sungai Kayan, Sesayap, Sembakung, dan Sebuku).
  • Gong adalah lambang keagungan mencintai budaya dan seni.
  • 17 Bestir Padi dan 8 Kapas adalah tanggal kemerdekaan yang berpokok pada Pangan dan Sandang.

Makna 2 (dua) buah tulisan yang terdapat pada lambang daerah :

  • Tulisan 'Kabupaten Bulungan' sebagai pernyataan status wilayah Kabupaten adalah Daerah Otonom.
  • Tulisan ‘Tenguyun' berarti semangat kebersamaan, keakraban, kekeluargaan, kesadaran yang mendalam, mengutamakan unsur musyawarah dan mufakat dalam kehidupari bermasyarakat.

     

 

Nilai Budaya


Perayaan Birau  

Birau pada awalnya dilaksanakan dalam rangka syukuran khitanan anak Sultan Kerajaan Bulungan. Pesta diadakan secara meriah sehingga seluruh masyarakat turut bergembira merayakan telah dikhitannya putra Sultan.

Pelaksanaan Birau telah menjadi agenda resmi Pemerintah yang dilaksanakan setiap tahunnya pada tanggal 12 Oktober bersamaan dengan peringatan HUT Kota Tanjung Selor dan Kabupaten Bulungan. Tujuan pelaksanaan Birau adalah:

  • Upaya untuk melestarikan dan menggali potensi adat dan seni budaya asli Kabupaten Bulungan.
  • Memberikan hiburan kepada masyarakat dan penyampaian informasi hasil pembangunan daerah.
  • Sebagai media promosi pariwisata daerah dan upaya menarik wisatawan.

Sesuai dengan tujuan tersebut, maka dalam pelaksanaan Birau, selain menampilkan atraksi adat dan seni budaya daerah, tari kreasi, juga dipadukan hiburan modern dan kegiatan pameran pembangunan, serta pasar malam

 

back