Kabupaten

Kabupaten SIGI

Profil | Sejarah | Arti Logo | Nilai Budaya

Profil

Nama Resmi :Kabupaten Sigi
Ibukota :Sigi Biromaru
Provinsi :Sulawesi Tengah
Batas Wilayah:
  • Sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Donggala dan Kota Palu
  • Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan
  • Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Mamuju dan Mamuju Utara Provinsi Sulawesi Barat dan Kabupaten Donggala
  • Sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Poso dan Kabupaten Parigi Moutong
Luas Wilayah:

5.196,02 Km2

Jumlah Penduduk:

207.165 Jiwa

Wilayah Administrasi:

Kecamatan: 15, kelurahan: 1, Desa: 155

Website:

www.sigikab.go.id

 

(Permendagri No.66 Tahun 2011)

Sejarah

  1. A.      MASA SEBELUM HINDIA BELANDA

PADA MASA SEBELUM HINDIA BELANDA DIWILAYAH INI YAKNI KHUSUSNYA DI WILAYAH LEMBAH PALU  BAGIAN SELATAN TELAH TERDAPAT BEBERAPA KERAJAAN YANG DIKENAL ANTARA LAIN  :

  1. KERAJAAN SIGI DOLO
  2. KERAJAAN KULAWI.

SELAIN KERAJAAN TERSEBUT DIATAS MASIH ADA LAGI KERAJAAN LAIN YANG PERLU DITELITI SECARA MENDALAM KEBERADAANNYA, TEMPAT PEMERINTAHANNYA DAN HUBUNGANNYA DENGAN KERAJAAN TERSEBUT DIATAS.

GELAR  PEJABAT PEMERINTAH PADA WAKTU ITU DISEBUT : MAGAU, MADIKA, LANGGA NUNU, GALARA, PABISARA, DAN LAIN-LAIN.

STRUKTUR, NAMA DAN JABATAN APARAT KERAJAAN DAN JUMLAH DEWAN ADAT DITETAPKAN MENURUT KONDISI, BAHASA DAN ADAT ISTIADAT YANG BERLAKU DAN MEMBUDAYA OLEH MASYARAKAT PADA DAERAHNYA MASING-MASING, ADA YANG SAMA DAN ADA PULA YANG BERBEDA.

  1. B.       MASA PEMERINTAHAN HINDIA BELANDA

KEDATANGAN BANGSA BELANDA DENGAN MAKSUD MENJAJAH DAERAH INI DISAMBUT DENGAN PERLAWANAN OLEH RAJA-RAJA BERSAMA RAKYATNYA, SEHINGGA PERANG PUN TIDAK TERHINDARKAN. SEJARAH MENCATAT PECAHNYA PERANG DIBEBERAPA TEMPAT, DIMANA RAKYAT MELAKUKAN PERLAWANAN TERHADAP KOLONIAL BELANDA, SEPERTI : PERANG SIGI DOLO, PERANG KULAWI, PERANG PALU, PERANG TATANGA DAN LAIN – LAIN.

PEMERINTAH HINDIA BELANDA DENGAN POLITIK “ DEVIDE ET IMPERA” ATAU POLITIK ADU DOMBA TERHADAP KERAJAAN –KERAJAAN TERSEBUT, BERTUJUAN UNTUK MELEMAHKAN DAN MELUMPUHKAN KEKUATAN RAJA-RAJA. PERANG TERSEBUT DIAKHIRI DENGAN PENANDATANGANAN PERJANJIAN YANG DIKENAL DENGAN “KORTE VORKLARING” YANG INTINYA ADALAH : PENGAKUAN TERHADAP KEKUASAAN BELANDA ATAS WILAYAH-WILAYAH KERAJAAN.

SETELAH WILAYAH-WILAYAH DITAKLUKAN, DAN BERDASARKAN DESENTRALISASI WET 1904, MAKA SELURUH DAERAH KEKUASAAN RAJA-RAJA TERSEBUT DIJADIKAN WILAYAH ADMINISTRATIF BERUPA DISTRIK DAN ONDER DISTRIK. DARI BEBERAPA DISTRIK INI BERGABUNG MENJADI WILAYAH SWAPRAJA ATAU LANDSCHEP ( ZELL GHURTURENDE LANDSCHAPPEND) SEBAGAI DASAR UNTUK MENGATUR PEMERINTAHAN SENDIRI YANG MULAI BERLAKU PADA TAHUN 1927 DAN KEMUDIAN DIUBAH TAHUN1938 DENGAN NAMA “ ZELFBESTUURSREGELEN”.

DALAM PERKEMBANGAN SELANJUTNYA DAERAH DONGGALA DIJADIKAN AFDEELING DONGGALA YANG ANTARA LAIN MELIPUTI :

-          ONDERAFDEELING PALU

  1. LENDSCHAP KULAWI BERKEDUDUKAN DI KULAWI
  2. LENDSCHAP SIGI DOLO BERKEDUDUKAN DI BIROMARU
  3. LENDSCHAP PALU BERKEDUDUKAN DI PALU
  1. C.      MASA PEMERINTAHAN JEPANG

PADA MASA PENDUDUKAN TENTARA JEPANG TAHUN 1942 S/D 1945 KEKEUASAAN PEMERINTAHAN, BERADA DIBAWAH PEMERINTAHAN BALA TENTARA JEPANG. PEMERINTAHAN PENDUDUK JEPANG MELANJUTKAN STRUKTUR PEMERINTAHAN DAERAH MENURUT VERSI PEMERINTAH BELANDA DALAM BIDANG DEKONSENTRASI DENGAN PEMAKAIAN ISTILAH DALAM BAHASA JEPANG.

PEMERINTAHAN YANG OTONOM DAPAT DIKATAKAN TIDAK ADA SAMA SEKALI KARENA PEMERINTAHAN JEPANG MELARANG KEHIDUPAN POLITIK BAGI RAKYAT INDONESIA. PEMERINTAH JEPANG HANYA MELAKSANAKAN BIDANG DEKONSENTRASI BERDASARKAN OSAMU SOIREI  NOMOR 12 DAN 13 TAHUN 1943. OLEH KARENA MASA PENDUDUKAN JEPANG HANYA DALAM WAKTU YANG SINGKAT, MAKA PERATURAN STRUKTUR PEMERINTAHAN HAMPIR TIDAK ADA YANG MENGALAMI PERUBAHAN.

D. MASA NEGARA KESATUAN RI DAN MASA PERALIHAN

 PADA MASA NEGARA KESATUAN RI, KABUPATEN SIGI SEBELUM TERBENTUK MENJADI SEBUAH KABUPATEN MASIH MERUPAKAN BAGIAN DARI KABUPATEN DONGGALA.

SEIRING DENGAN BERJALANNYA WAKTU SERTA ADANYA ASPIRASI DAN KEINGINAN UNTUK MEMISAHKAN DIRI DARI KABUPATEN DONGGALA, SEBAGAI KONSEKUENSI ATAS TUNTUTAN DAN NUANSA OTONOMI DAERAH. MAKA PERJUANGAN UNTUK MEMBENTUK SEBUAH KABUPATEN DIAWALI DENGAN :

  1. TERBENTUKNYA FORUM KOMUNIKASI PEMEKARAN KABUPATEN MELALUI SK PENGURUS NOMOR: 09/FKKP/VII/2003 TANGGAL 26 JULI 2003 YANG TERDIRI DARI KETUA Drs. HABIR PONULELE, MM, DIBANTU 3 ORANG WAKIL KETUA DAN SEKRETARIS NURZAIN, SH DIBANTU 3 ORANG WAKIL SERTA BEBERAPA BIDANG.
  2. SK BUPATI DONGGALA NOMOR : 188.45/0437/BAG.PEM TANGGAL 11  SEPTEMBER 2003.
  3. MEMORANDUM DPRD KABUPATEN DONGGALA NOMOR 2 TAHUN 2003 TANGGAL 29 OKTOBER 2003.

BERKAT RAHMAT ALLAH SWT, TUHAN YANG MAHA ESA MAKA KABUPATEN SIGI TELAH SYAH MENJADI SEBUAH KABUPATEN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG  NO. 27 TAHUN 2008 TANGGAL 21 JULI 2008.

DAN PADA TANGGAL 15 JANUARI 2009 MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA MELANTIK PENJABAT BUPATI SIGI YANG PERTAMA Drs. HIDAYAT, Msi , DENGAN 4 (EMPAT) TUGAS POKOK :

  1. MEMBENTUK KELEMBAGAAN / ORGANISASI PERANGKAT DAERAH.
  2. PENATAAN DAN MENYELENGGARAKAN PEMERINTAHAN.
  3. MEMFASILITASI TERBENTUKNYA DPRD.
  4. MEMFASILITASI PENYELENGGARAAN PEMILUKADA.

DIMASA PEMERINTAHAN KABUPATEN SIGI YANG DIPIMPIN OLEH PENJABAT BUPATI Drs. HIDAYAT, MSi, RODA PEMERINTAHAN SECARA EFEKTIF DIMULAI PADA TANGGAL 11 MEI 2009, YAKNI DITANDAI DENGAN DILANTIKNYA PEJABAT KEPALA SKPD KABUPATEN SIGI.

PENJABAT BUPATI Drs. HIDAYAT, MSi BERAKHIR PADA TANGGAL 15 JANUARI 2010, SELANJUTNYA Drs. SUTRISNO N SEMBIRING DILANTIK OLEH GUBERNUR SULAWESI TENGAH PADA TANGGAL 15 JANUARI 2010 MELANJUTKAN TUGAS POKOK TERSEBUT YAKNI ANTARA LAIN :

  1. DILANTIKNYA KEANGGOTAAN DPRD KABUPATEN SIGI PADA TANGGAL, 25 PEBRUARI 2010.
  2. DILANTIKNYA KETUA DAN WAKIL KETUA DPRD KABUPATEN SIGI PADA TANGGAL........... MARET 2010
  3. MEMFASILITASI PENYELENGGARAAN PEMILU KADAKABUPATEN SIGI  YAKNI.

-          DILANTIKNYA SEKRETARIS KPU BERSAMA PEJABAT SEKRETARIAT KPU KABUPATEN SIGI PADA TANGGAL 10 PEBRUARI 2010.

-          TERBENTUKNYA SEKRETARIAT DAN PANWASLU KABUPATEN SIGI.

-          TERBENTUKNYA PANITIA SELEKSI ANGGOTA KPU KABUPATEN SIGI DI UPAYAKAN PELANTIKANNYA PADA BULAN AGUSTUS 2010, UNTUK SELANJUTNYA  KPU  KABUPATEN SIGI AKAN MENGAMBIL ALIH DAN MELANJUTKAN TAHAPAN PEMILUKADA FOTING DAY PADA TANGGAL 16 SEPTEMBER 2010 SERTA TAHAPAN, TUGAS DAN FUNGSI KPU SELANJUTNYA.

  1. LAHIRNYA PERATURAN DAERAH MASING-MASING SBB:

*      PERDA NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG HARI JADI KABUPATEN SIGI HARI INI KITA PERINGATI.

*      PERDA NOMOR 2 TAHUN 2010 TENTANG LEMABAG DAERAH YANG HARI INI LOUNCING / PEMBUKAAN SELUBUNG LAMBANG DAERAH

*      TELAH DISETUJUINYA OLEH DPRD KABUPATEN SIGI 5 PERATURAN DAERAH TENTANG KELEMBAGAAN DAN 10 PERDA LAINNYA YANG AKAN SEGERA DILEMBAR DAERAHKAN, SERTA MENYUSUL BEBERAPA RAPERDA YANG AKAN DI AJUKAN KE DPRD KABUPATEN SIGI.

PENUTUP

                DALAM URAIAN SINGKAT SEJARAH KABUPATEN SIGI TERSEBUT DI YAKINI MASIH JAUH DARI KESEMPURNAAN MASIH BANYAK HAL-HAL YANG BELUM DI TULIS TERUTAMA BERKENAAN DENGAN PELAKSANAAN PROSES  PERJUANGAN PEMEKARAN MAUPUN DALAM PELAKSANAAN RODA PEMERINTAHAN PEMBANGUNAN DAN KEMASYARAKATAN.

SEKIAN TERIMAH KASIH .

PENYUSUN.

  1. KETUA   : SEKRETARIS DAERAH KAB.DONGGALA
  2. ANGGOTA            :  1.   KABAG. PEMERINTAHAN
  3. KABAG. HUKUM DAN ORTAL
  4. KABAG. HUMAS DAN PROTOKOL

Arti Logo

ARTI DAN MAKNA LAMBANG (LOGO) KABUPATEN SIGI

a. Sinopsis Lambang (Logo).

Bentuk lambang (logo) bersegi lima melengkung dan di dalamnya terdapat figur symbol Taiganja (manusia) yang dikelilingi bambu kuning.

b. Arti Unsur Lambang (Logo).

1. Bentuk dasar lambang (logo) perisai bergaris segi lima melengkung kedalam melambangkan dasar Negara: Pancasila.

2 Warna dasar lambang (logo) merah putih: melambangkan semangat persatuan bersama membangun kabupaten Sigi.

3 Nama Kabupaten Sigi di atas warna kuning emas, melambangkan bahwa Kabupaten Sigi memiliki kemandirian dan kemapanan dalam membangun daerah.

4 Simbol Taiganja, melambangkan; kekuatan, keberanian, kesuburan/ kesejahteraan, status sosial, keamanan, keadilan, kedamaian dan Kehormatan.

5. Bambu Kuning Melingkar; 17 ruas, 8 garis gelombang, 45 lembar daun bambu. Melambangkan :

a.) Semangat juang 17 – 8 – 1945 membangun bersama kabupaten Sigi dalam mensejahterakan masyarakat Sigi.

b.) Garis sejajar memiliki gerak yang sama, melambangkan semangat kebersamaan masyarakat Sigi yang tinggi dan gerak dinamis selalu terdepan dalam membangun Kabupaten Sigi.

c.) Tungkai Bambu kuning menghadap keatas melambangkan keterbukaan masyarakat Sigi terhadap orang luar, sepanjang ia dapat memahami dan menghormati adat istiadat, tata karma yang berlaku dalam masyarakat.

6. Pita Putih bertuliskan : “MARESO MASAGENA”

a. MARESO (RESO) Kerja keras, ulet, semangat pantang

mundur, giat, tabah, sabar, amanah

b. MASAGENA (SAGENA) lengkap, serba ada, bersama dan

sejahtera

c. Arti dan makna bahwa bekerja keras dengan kebersamaan

meraih kesuksesan menuju kesejahteraan

7. Burung Alo / Rangkong Sulawesi (PENELOPIDES EXARHATUS) terbang tinggi diangkasa. Melambangkan masyarakat Sigi memiliki harapan mulia dan tinggi untuk mengangkat harkat dan martabat sebagai aktualitas jati diri, dengan usaha kerja keras, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan seni.

8. Garis sejajar memiliki gerak yang sama, melambangkan semangat kebersamaan masyarakat sigi yang tinggi dan gerak dinamis selalu terdepan dalam membangun kabupaten Sigi.

9. Garis melintang melekuk di tengah adalah garis Wallacea memberi makna bahwa letak kabupaten Sigi berada di sebuah lembah dan tepat pada garis wallacea.

10. Inti Figur Taiganja adalah manusia, yang tersusun dalam bentuk bola-bola kecil; 21 buah berwarna hijau dan 7 buah berwarna hitam menunjukkan hari lahir Kabupaten Sigi tanggal 21 – 7 – 2008. (Undang-Undang No.27 Tahun 2008).

11. Bulatan warna biru ditengah melambangkan suatu kedamaian lahir dan bathin.

c. Pemaknaan dan Arti Warna Dalam Lambang (Logo).

Warna yang digunakan adalah warna primer.

a. Warna Kuning : Kemapanan dan kemandirian.

b. Warna Merah : Keperkasaan dan kepahlawanan.

c. Putih : Suci sebagai dasar iman dan taqwa.

d. Hijau : Kesuburan dan kesejahteraan.

e. Hitam : Ketegasan dan kewibawaan.

f. Biru : Kedamaian lahir batin

d. Ukuran Lambang (Logo).

a. Perbandingan antara lebar dan tinggi adalah, 2 : 3.

b. Huruf Kabupaten Sigi; Jenis Huruf Arial Black. Ukuran: 38 PT.

c. Huruf Mareso Masagena; Arial Black. Ukuran: 26

Nilai Budaya

****

back