Kabupaten

Kabupaten MAJENE

Profil | Sejarah | Arti Logo | Nilai Budaya

Profil

Nama Resmi :Kabupaten Majene
Ibukota :Majene
Provinsi :Sulawesi Barat
Batas Wilayah:

Utara: Kab.Mamuju
Selatan: Teluk Mandar
Barat: Selat Makassar
Timur: Kabupaten Polewali Mandar

Luas Wilayah:

947,84 Km2

Jumlah Penduduk: 

138.176 Jiwa

 

Wilayah Administrasi:

 

Kecamatan: 8, Kelurahan: 14, Desa: 26

 

Website:

http://www.majenekab.go.id/

 

(Permendagri No.66 Tahun 2011)

Sejarah

.

Arti Logo

.

Nilai Budaya

Kompleks Makam Syekh Abdul Mannan

Wisata budaya yagn bisa dikembangkan dan dijaga kelestariannya antara lain adalah Makam Syekh Abdul Mannan yang terletak di Kelurahan Pangaliali Kecamatan Banggae, sekitar 1 km dari Kota Majene. Disini terdapat kuburan tua berupa Makam Syekh Abdul Mannan. Lokasi ini dijadikan sebagai tempat upacara ritual (maulid) setiap tahun, dan sebagian masyarakat datang ketempat ini melakukan sholat tobat. Syekh Abdul Mannan dikenal sebagai penyiar Agama Islam yang pertama di Kabupaten Majene.

Kompleks Makam Imanang

Terletak dilingkungan Pamboâ?Tborang Kelurahan Baru Kecamatan Banggae. Panjang keliling Kompleks ini 197 m dan terletak pada ketinggian 35 M dari permukaan laut. Tokoh utama yang dimakamkan dalam kompleks ini adalah Imanang. Ia adalah seorang Raja yang tidak mempunyai keturunan sehingga disebut Imanang yang berarti Mandul.

Kompleks Makam Tambulese

Berada di wilayah Lingkungan Teppo, Kelurahan Baru Kecamatan Banggae. Letaknya diatas bukit sekitar 55 m dari permukaan laut, jumlah makam yang ada kurang lebih 79.

Kompleks Makam Lombeng Susu/lambe susu

Makam ini terletak di lingkungan Ayulita Kelurahan Tande Kecamatan Banggae dan berada dipuncak Bukit dan berada pada ketinggian 100 dari permukaan laut. Jumlah Makam seluruhnya sekitar 262 buah.

Kompleks Makam Puang Rambang

Secara administrative terletak di Lingkungan Ladang Kelurahan Banggae Kecamatan Banggae. Tokoh yang dimakamkan bernama Puang Rambang. Kata Rambang berarti kandang ternak, sehingga Puang Rambang dikenal sebagai orang yang mempunyai banyak ternak.

Kompleks Makam Nenek Ular

Terletak di Kelurahan Baruga, Kecamatan Banggae. Sedangkan secara geografis terletak pada ketinggian 75m dari permukaan Laut.

Kompleks Makam Nenek Reso

Secara administrasi makam ini terletak pada puncak gunung Pangoarang di ketinggian 135 m.

Kompleks Makam Pappesse Bassi

Kompleks Makam Pappesse Bassi terletak disekitar 300m dari Makam Nenek Reso. Lingkungan Makam ini terletak di Puncak Gunung Sabor dengan ketinggian 155m dari permukaan laut.

Kompleks Makam Maradiâ?Ta Parappe

 

Terletak di Kelurahan Labuang Kecamatan Banggae, Makam ini terletak dikaki bukit dengan ketinggian sekitar 5m dari permukaan laut.

Kompleks Makam Raja-Raja Mandar dan Kaum Hadat Banggae

Kompleks makam termasuk dalam wilayah administrative Kelurahan Pangali-ali Kecamatan Banggae letaknya mudah dijangkau bagi para penunjang.

4. Pertunjukan Tarian

Kabupaten Majene memililki beberapa tarian yang telah dikenal dan dipergelarkan dibeberapa Daerah di Indonesia diantaranya Jakarta, Festifal Nusa Dua Bali, Kalimantan Timur dan juga pada umumnya di Sulawesi dan adapun jenis tarian diantaranya sebagai berikut:

Tari Salabose Daeng Poralle

Tari ini melambangkan perjaungan I Salabose Daeng Poralle salah seorang Maraâ?Tdia (Raja) Banggae menentang kamu perampok (bajak laut) dari suku Tidung.

Tari Pattuâ?Tdu Towaine

Tari ini di ilhami kaum wanita Daerah Mandar kepada pemimpinnya Maraâ?Tdia (Raja). Tari ini biasanya dibawakan pada acara-acara kerajaan diantaranya pelantikan Raja, menyambut Tamu dan lain.

Tari Ello-Ello

Tari ini melambangkan keteguhan dan kesetiaan kaum wanita dan tari ini merupakan salah satu rangkaian upacara paâ?Tbandangan. Manu-manu khususnya di Kecamatan Malunda.

Tari bandungan Manu-manu

Adalah salah satu yang melambangkan bahwa sebelum pelantikan Raja maka terlebih dahulu dilakukan pengusiran roh jahat.

Tari Pattora

Tari melambangkan petani mengelola lahan/ladang perkebunan

Tari Peppyo

Adalah rangkaian Paâ?Tbandangan manu-manu yang dimainkan oleh anak-anak diatas ayunan,anak wanita duduk diatas ayunan dan anak laki-laki yang melakukan ayunan sambil menyanyikan lagu.

Tari Mappande Banua/Maccera Banua

Tari ini dilakukan pada sebelum upacara pelantikan Maraâ?Tdia/Raja dimulai, terlebih dahulu dilakukan pemotongan seekor kerbau dan darahnya diambil dari daun telinganya serta mengambil daun ilalang lalu ditepis kan ke delapan penjuru angin.

Tari Pattuâ?Tdu Tommuane

Tari ini dipakai pada saat Rakyat akan pergi kemedan Perang begitu pula pada saat Rakyat telah tiba dimedan perang dan juga dilakukan pada penyambutan Tamu. Tari ini dilakukan oleh anak laki-laki dan gerakannya didasari oleh gerakan silat dan taktik perang.

Tari Paâ?Tjinang

Tari yang melambangkan salah satu upacara Yang Maha Kuasa.

Tari Cellelua

Tari ini dimainkan oleh anak-anak perempuan pada saat bulan Purnama sambil menunggu orang tuanya pulang dari laut atau pulang dari kerja.

Tari Pallaga

Tari Pallaga adalah salah satu Tari Rakyat/ Tradisional Mandar terutama didaerah Kecamatan Malunda. Tari ini dimainkan dua orang atau lebih dengan menggunakan aksesoris kepala kerbau.

Tari Jekka

Tari Jekka adalah Tari kreasi yang menuntut keterampilan dan keberanian berdiri diatas Jekka (Bambu) yang didesain untuk menjadi tumpuan Kaki berpijak.

Tari Caqbite

Tari ini berasal dari Kecamatan Sendana, Tari ini dimainkan oleh anak perempuan yang masih gadis dan tari ini merupakan hiburan anak-anak disaat bulan purnama

back