Kabupaten

Kabupaten SERAM BAGIAN TIMUR

Profil | Sejarah | Arti Logo | Nilai Budaya

Profil

 
Nama Resmi:Kabupaten Seram Bagian Timur
Ibukota:Dataran Hunimoa
Provinsi :MALUKU
Baras Wilayah:Utara: Laut Seram
Selatan: Laut banda
Barat: Kabupaten Maluku Tengah
Timur: Laut Arafuru
Luas Wilayah:6.429,88 Km2
Jumlah Penduduk:

106.017 Jiwa 

 

Wilayah Administrasi

Website

 

:

:

 

Kecamatan: 6, Kelurahan: , Desa:56

http://www.serambagiantimurkab.go.id

 

(Permendagri No.66 Tahun 2011)

Sejarah

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2003 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN SERAM BAGIAN TIMUR, KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT, DAN KABUPATEN KEPULAUAN ARUDI PROVINSI MALUKU

Arti Logo

Logo ini didesign mengambil bentuk Perisai sebagai wadah yang memuat instrumen-instrumen sebagai berikut :

Nama Kabupaten Seram Bagian Timur
Bidang Warna Kuning Biru Putih Merah diatas dasar Warna Hijau dengan dilingkari warna Hitam pada bagian tepinya.
Cengkih dan Pala yang bersilangan pada bagian tangainya yang diikat dengan Empat simpul tali.
Lingkaran Waran Kuning yang melingkari bidang Biru dengan dasar warna hijau
Satu buah menara Rik berwarna hitam diatas bidang biru.
Pohon Sagu diatas dasar warna biru.
Perahu dengan tulisan Moto Ia Woto NUsa.Gelombang Laut.

Logo ini memiliki komposisi dan makna warna sebagi beriktu :
A. Warna Hijau melambangkan kesuburan dan kehidupan yang menjujuy kepada kesejahteraan masyarkat Kabupaten Seram Bagian Timur.
B. Warna Biru mengandung makna kedalam cinta seluruh masyarakat Kabupaten Seram Bagian Timur baik dalam relasi sosio budaya maupun terhadap alamnya.
C. Warna Merah bermakna keberanian yang dimiliki oleh seluruh masyarkat Kabupaten Seram Bagian Timur dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
D. Warna Putih mengandung makna kesucian dan keluhuran jiwa dari masyarakat Kabupaten Seram Bagian Timur.
E. Warna Kuning mengandung makna kemakmuran dan kebesaran jiwa dari masyarkat Kabupaten Seram Bagian Timur.
F. Warna Hitam mengandung makna kekuatan adat istiadat sebagai bagian dari bdaya yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat Kabupaten Seram Bagian Timur.

Bentuk Perisai mengandung makna filosofi perjuangan masyarakat Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, Bangssa Indonesia untuk membentuk Kabupaten-Kabupaten baru (termasuk Kabupaten Seram Bagian Timur) sebagai bukti upaya Nasional untuk mendorong percepatan pencapaian tujuan kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh Rakyat Indonesia.
- Dengan pendekatan SIMIOTIKA bentuk Persiai mengandung makna pandangan yang selalu mengarah kepada masa depan yang tetap terbuka dan tidak pernah berhenti pada satu titik tertentu. Hal ini mengandung arti bahwa masyarakat Kabupaten Seram Bagian Timur akan selalu menjadi motivator inovator yang akan mengeerakan bebagai potensi bagik potensi sumber daya manusia maupun potensi sumber daya alam dalam sistem kerja sama yang bertumpu pada kekaatan budaya lokal dengan nilai-nail kearifan didalamnya (warna hitam pada tepi perisai) secara internal maupun dengan pihak-pihak terkai nasional, internasional sehingga pada waktunya akan tercapai kehidupan yang aman, damai dan sejhater dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tulisa Kabupaten Seram Bagian Timur dengan warna putih diatas dasar warna merah secara filosofis bermakna adanya keberanian dari seluruh masyarakat Maluku khususnya masyarakat Kabupaten Seram Bagian Timur untuk membentuk suatu Pemerintahan pada tingkat Kabupaten dimana hal tersebut telah diperjuangkan secara berjenjang terstruktur dan pada akhirnya mendapakan legitimasinya dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003.
- Dengan pPendekatan SIMIOTIKA dapat terlihat jelas bahwa keberanian saja tidak cukup untuk menggapai apa yang diharapkan, tetapi juga harus disertai dengan kesucian dan keluhuran budi untuk mewujudkan terbentuknya Pemerintahan Kabupaten Seram Bagian Timur. Oleh karena itu pencipta memilih meletakan warna merah sebagai warna dasr dan menggunakan warna putih pada tulisan Kabupaten Seram Bagian Timur. Hal ini juga berarti bahwa diharapkan sumber daya manusia yang ada pada Kabupaten Seram Bagian Timur tidak hnya mengandalkan keberanian keberanian tetapi juga akal budi dan keluhuran serta kesucian jiwa didalam membangun masa depan Kabupaten Seram Bagian Timur yang lebih baik.

Perahu mengandung filosofi dinamika masyarakat yang selalu bergerak dalam sistem pembagnunan semesta yang berbasis pada paendekatan budaya Mashoi.

- Pendekatan SIMIOTIKA tentang Perahu adalah bagwa pemerintah dan masyarakat Kabupaten Seram Bagian Timur harus mampu mewadahi berbgai bentuk dinamika perubahan sehingga akan tercipta daya beradaptasi yang tinggi dari masyarkat terhadap daya tangkal berbagai pengaruh yang ditimbulkan dari perubahan-perubahan diatas.

Lambang Lingkaran tepat diatas perahu menangdung filosofi religius yang sangat dalam bahwa Tuhan Yang Maha Esa telah Meridhoi pembentukan Kabupaten Seram Bagian Timur sehingga akan mensejahterakan seluruh masyarakat bangsa yang berdiam didalamnya.
- Pandangan SIMIOTIKA tentang Lingkaran paham INTEGRALISTIK yang melekat pada masyaraka Kabupaten Seram Bagian Timur sebagai suatu modal dasar pembangunan. Pandangan ini memberi isyarat bahwa seluruh kekuatan potensi yang ada pada Kabupaten Seram Bagian Timur harus menjadi suatu kekuatan yang menyatu untuk membangun masa depan bersama. Dimensi lain didalamnya adalah bahwa masyarakt Kabupaten Seram Bagian Timur adalah bagian integral dari Provinsi Maluku dan Negara Republik Indonesia. Sehingga selalu berada di dalam hubungan yang harnmonis antar Kabupaten, Provinsi dan Nega. Bentuk Lingkaran tidak dimaksudkan untuk mencitrakan masyarkat Kabupaten Seram Bagian Timur sebagai masyarkat yang tertutup dan primordial.
Bidang Biru mengandung filosofi bahwa begitu dalamnya rasa cinta seluruh masyarat Kabupaten Seram Bagian Timur terhadap tanah leluhurnya. tanah tumpah darah dengan seluruh kekayaan alam dan budaya yang terkandung didalamnya.
- Pandangan SIMIOTIKA terhadap Bidan Biru diatas dasar hijau adalah bahwa dengan kukuatan cinta depada derah ini maka seluruh anak negeri harus berjuang diatas dasar keujujran untuk mencapai kesjahteraan bersama. Dengan demikina kemajuan Kabupaten Seram Bagian Timur adalah menjuadi keberhasilan bersama yang diperuntuk sebersa-bersarnya bagi kemakmuiran rakya.

Menara Rik menangung filosoif bahwa bumi Kabupaten Seram Bagian Timur begitu kaya dengan sumber daya mineral sebagai pemberian Allah sang pencipta yang haru dimanfaatkan bagi kesejahteraan seluruh masyarakat.
- Pandangan SIMIOTIKA terhadap Menara Rik adalah bahwa kekayaan sumber daya mineral adalah suatu kebanggaan tetapi bukan sikap primordialis yang penuh dengan penonjolan kekuatan ingroup dengan kecenderungan sifat arogansi. Menara Rik juga menggarkan ketgaran jiwa., dan kegigihan dari seluruh masyarakat untuk mepertahankan dan melestarikan seluruh sumnber daya alam yang bersada pada teritori Kabupaten Seram Bagian Timur.

Pohon Sagu secara filosofi makana identitas masyarakat Kabupaten Seram Bagian Timur sebagai pemilik Pulau Nusa Ina yang meiliki cirih khas makanan pokok yaitu sagu.
- Pandangan SIMIOTIKA adalah Panggilan Sumpan dan Janjhi bagi seluruh masyarakat Kabupaten Seram Bagian Timur untuk tidak melupakan jati dirinya sebagai putra-putri Nusa Ina dan memiliki komitmen moral untuk menjaga kelestarian dan meneruskan Kabupaten Seram Bagian Timur kepada generasi penerus dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Empat Ikatan Tali pada tankai Cengkih dan pala mengandung makna filosofi sejarah berdirinya Kabupaten Seram Bagian Timur yang didukung oleh empat Kabupaten.
- Pandangan SIMIOTIKA adalah komitmen yang kuat dari masyarakat Kabupaten Seram Bagian Timur untuk menngikat diri dalam satu kesatuan masyarakat adat sehingga tidak saja menjadi masyarkat yang maju secara teknologi teteapi juga yang dilandasi dengan adat budaya setmapat.

Nilai Budaya

Nilai – nilai sosial budaya yang telah mengakar pada setiap dusun, desa, atau kecamatan di Kabupaten Seram Bagian Timur masih dipertahankan dan merupakan modal dasar bagi peningkatan persatuan dan kesatuan dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Seram Bagian Timur.
Walaupun masyarakat di kabupaten ini masih mencerminkan karakteristik masyarakat yang multikultur tetapi mempunyai nilai – nilai budaya sendiri - sendiri sebagai representasi kolektif.
Sistem Pemerintahan Adat masih dipertahankan demikian pula Upacara Adat yang masih di gunakan pada ritual adat tertentu.
Ikan asing di Kecamatan Seram Timur(Geser), Gurita Kering di Gorom, Sagu Kering di Werinama serta Umbi – umbian di Bula merupakan makanan khas unggulan daerah masing – masing.

back