Kabupaten

Kabupaten YALIMO

Profil | Sejarah | Arti Logo | Nilai Budaya

Profil

Nama Resmi:Kabupaten Yalimo
Ibukota:Elelim
Provinsi :PAPUA

 

Batas Wilayah

 

:

 

Utara : Airu
Selatan : Walelagama dan Kurulu
Barat : Kobakma dan Megambilis
Timur : Anggruk

Luas Wilayah:

1.253,00 Km2

Jumlah Penduduk:

 

78.926 Jiwa 

 

Wilayah Administrasi:

 

Kecamatan: 5 Kelurahan: -, Desa: 27

 

Website:http://yalimokab.go.id/

 

(Permendagri No.66 Tahun 2011)

Sejarah

kabupaten Yalimo adalah sebuah kabupaten di Provinsi Papua, Indonesia. Kabupaten ini dibentuk pada tanggal 4 Januari 2008 berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2008, bersama-sama dengan pembentukan 5 kabupaten lainnya di Papua. Peresmiannya dilakukan oleh Mendagri Mardiyanto pada tanggal 21 Juni 2008.

Arti Logo

---***---

Nilai Budaya

Setiap daerah pasti punya ciri khas, begitu pula dengan penduduk yalimo.


Di kabupaten ini babi memegang peranan penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Babi merupakan prestise dan melambangkan status sosial seseorang. Tetapi babipun bisa menyebabkan pecahnya perang suku, dan binatang ini juga berperan sebagai mas kawin (uang mahar).
Pakaian adat bagi kaum Pria adalah “koteka” yang terbuat dari kunden kuning dan para wanita menggunakan Sali pakaian yang terbuat dari tumbuhan sejenis rumput/serat.


 Rumah tempat tinggal di sebut“Honai” (gubuk yang beratapkan jerami/ilalang).

Upacara Orang Meninggal

Pada saat ada orang yang meninggal dunia, hal yang biasa dilakukan adalah sanak saudara akan pergi melayat kerumah duka dengan membawa berbagai sumbangan dalam bentuk apa saja. Mayat dapat dibiarkan selama dua sampai tiga hari untuk dilihat oleh seluruh sanak saudaranya, Pada hari yang terakhir akan dikubur. Jika orang yang meninggal adalah orang yang paling dikasihi, biasanya ada sebagian kaum wanita yang memotong jari tangan mereka sebagai lambang kesedihan mereka yang begitu mendalam. Ada sebagian kaum pria yang melakukannya juga tapi tak sebanyak kaum wanita. Selain itu sanak saudara dari almarhum juga melaksanakan puasa dengan cara menggosok wajah dengan becek atau lumpur dan dibiarkan selama 1/2 bulan maksimalnya. Mereka tidak akan mandi sampai masa puasa mereka usai.

Upacara Pernikahan

Pada pernikahan, alat yang digunakan sebagai Mas kawin adalah “WAM” atau yang biasa kita kenal dengan Babi. Karena Babi adalah merupakan harta paling besar yang dimiliki oleh masyarakat Yalimo selain keluarga dan sanak saudara yang dimiliki.
Upacara yang dilakukan adalah hanya dengan membayar mas kawin berupa babi ( wajib ), Noken, Uang, dan perabotan rumah tangga seperti Blang, Kuali, Parang, kampak. Kemudian orangtua dari mempelai wanita meninggalkan anaknya hidup dilingkungannya yang baru bersama sang suami. Setelah pernikahan dilakukan akan diadakan upacara “Bakar Batu” untuk makan bersama. Awalnya Jodoh tidak pernah ditentukan oleh anak, melainkan ditentukan oleh orang tua karena dianggap orangtua lebih paham dan mengerti apa yang terbaik untuk anaknya, tetapi pengaruh perkembangan zaman membuat hal ini mulaih berkurang.
Tata krama orang Yalimo adalah selalu bersalaman dengan semua orang yang ditemui tanpa terkacuali. Para wanita selalu menuruti apa yang diperintahkan oleh kaum pria karena mereka sadar bahwa kaum prialah yang memberikan kehidupan kepada mereka. Orang Yalimo terkenal dengan yang namanya Kasih.

AGAMA

Penduduk di daerah Yalimo sebagian besar Memeluk Agama Kristen Protestan , adapun agama lain seperti Katolik dan Islam namun jumlahnya terbatas

back