Kabupaten

Kabupaten KOTA SORONG

Profil | Sejarah | Arti Logo | Nilai Budaya

Profil

Nama Resmi:KOTA SORONG
Ibukota:SORONG
Provinsi :PAPUA BARAT
Batas Wilayah:

 ·     Sebelah Barat      :  Selat Dampir

 ·     Sebelah Utara      :  Distrik Makbon dan Selat Dampir Kab.Sorong

 ·     Sebelah Timur      :  Distrik Makbon, Kabupaten Sorong

 ·    Sebelah Selatan   :  Distrik Aimas & Distrik Salawati, Kab. Sorong.

Luas Wilayah:

656,64 Km2

Jumlah Penduduk:272.827 Jiwa 
Wilayah Administrasi:

Kecamatan : 6, Kelurahan : 31, Desa : -

Website:

http://www.sorongkota.go.id/

 

(Permendagri No.66 Tahun 2011)

Sejarah

Lido - Tembok Berlin (tahun 1959)

 

Nama Sorong berasal dari kata SOREN dalam bahasa Biak Numfor yang berarti laut yang terdalam dan bergelombang, kata Soren digunakan pertama kali oleh suku Biak Numfor yang berlayar pada zaman dahulu dengan perahu-perahu layar dari satu pulau ke pulau yang lain hingga tiba dan menetap di kepulauan Raja Ampat.

Suku Biak Numfor inilah yang memberi nama “Daratan Maladum” dengan sebutan SOREN yang kemudian dilafalkan oleh para pedagang tionghoa, misionaris dari Eropa, Maluku dan Sangihe Talaud dengan sebutan Sorong.

Awal mulanya kota sorong adalah salah satu kecamatan yang dijadikan pusat pemerintahan Kabupaten Sorong. Namun dalam perkembangannya telah mengalami perubahan, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 1996 tanggal 3 Juni 1996 menjadi Kota Administratif. Selanjutnya berdasarkan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1999 Kota Administratif ditingkatkan menjadi Kota Otonom, yakni Kota Sorong pada tanggal 21 Oktober 1999 dengn batas-batas administrative  Kota Sorong bersamaan dengan Pembentukan Propinsi Irian Jaya Tengah, Propinsi Irian Jaya Barat, Kabupaten Paniai, Kabupaten Mimika, Kabupaten Puncak Jaya dan Kota Sorong ( Lembaran Negara RI Nomor 173 Tahun 1999, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor  3894).


Arti Logo

.

Nilai Budaya

Penduduk asli Sorong adalah suku Moi. Secara umum suku Moi dapat kita gambarkan, bagaimana kehidupan, budaya, perekonomian, pola bermukim dan lain sebagainya. Suku di Papua begitu banyak menyimpan suatu keindahan-keindahan, serta keunikan-keunikan tersendiri. Perlu kita ketahui, Papua adalah suatu daerha yang paling majemuk, beraneka ragam dalam segala segi. Bahkan di dalam suatu pulau inipun terdapat banyak suku dan bahasa yang majemuk juga, kemajemukan inipun sangat banyak disamping hal-hal yang lain.

Analisis pola dan tipologi budaya yang ada pada masyarakat Papua yang dimaksudkan dalam hal ini adalah suatu kebiasaan dan tempat tinggal yang berlangsung pada suku ini. Suku ini mendiami beberapa tempat tinggal, diantaranya adalah ada yang tinggal di pesisir pantai, di daerah pedalaman dan daerah pegunungan.

Pada masa sekarang jika kita melihat secara umum bahasa yang digunakan pada masyarakat Moi sendiri adalah bahasa Indonesia dengan dialek yang khas orang Papua. Karena bahasa daerah yang digunakan sudah sangat minim dan hanya ada pada kalangan-kalangan tertentu yakni dikalangan orang-orang tua. Sedangkan menurut masyarakat setempat arti kata Moi itu sendiri adalah bahasa yang satu. Selain itu juga, secara umum kedudukan perempuan atau para istri yang sedang mengandung dianggap sebagai hal biasa. Jadi, tidak mendapatkan perhatian istimewa.

 

back