Provinsi

KALIMANTAN BARAT

Profil | Sejarah | Arti Logo | Nilai Budaya

Profil

Nama Resmi

:

Provinsi Kalimantan Barat

Ibukota

:

Pontianak

Luas Wilayah

:

147.307,00 Km2  *)

Jumlah Penduduk 

:

5.310.208 Jiwa   *)

Suku Bangsa

:

Melayu, Dayak, China, Jawa, Madura, Bugis

Agama

:

Islam : 61%,  Katholik : 21%,  Protestan :15%, Budha/Hindu : 3%.

Wilayah Administrasi

:

Kab.: 12,  Kota : 2, Kec.: 175,  Kel.: 89, Desa : 1.869  *)

Lagu Daerah 

:

Ci – Cik Periok

Nama Kab/Kota

:

Kabupaten Ketapang, Sanggau, Pontianak, Sintang, Kapuas Hulu, Sambas, Bengkayang, Landak, Melawi, Sekadau, dan Kota Pontianak, Singkawang

Website

:

http://www.kalbarprov.go.id

*) Sumber : Permendagri Nomor 39 Tahun 2015

Sejarah

Sejarah Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat

 Riwayat Singkat Propinsi Kalimantan Barat

  1. Atas dasar undang-undang Nomor 25 tahun 1956, Kalimantan Barat mendapat status sebagai daerah Propinsi Otonom dengan ibukota Pontianak. Kedudukan sebagai daerah otonom ini berlaku sejak tanggal 1 Januari 1957. Selanjutnya tanggal ini dianggap sebagai hari jadi Propinsi Kalimantan Barat. Namun mulai tahun 2002 Hari Jadi Pemerintah Propinsi Kalimantan Barat diperingati setiap tanggal 28 Januari.

    Sejak ditetapkannya sebagai Daerah Propinsi Otonom yaitu pada 1 Januari 1957 maka sampai saat ini, Kalimantan barat telah dipimpin oleh sepuluh Pejabat Gubernur Kepala Daerah. Gubernur Drs. Cornelis, MH adalah Pejabat Gubernur Propinsi Kalimantan Barat pada saat ini dan mulai bertugas sejak 14 Januari tahun 2008.

    Dewasa ini daerah pemerintahan propinsi Kalimantan Barat sejak diberlakukannya otonomi daerah berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999 terbagi menjadi sepuluh kabupaten, dua kota sebagai ibukota Propinsi Kalimantan Barat yaitu Kota Pontianak.

  2. Dasar Hukum
    • Propinsi Kalbar diresmikan    :    Tanggal 1 Januari 1957
    • Dasar Hukum                       :    UU No. 25/1956
    • Ibukota                                :    Pontianak
    • Kepala Daerah                     :    Dipimpin oleh seorang Gubernur dibantu seorang Wakil Gubernur
  3. Nama-nama Gubernur Kalimantan Barat

    Kalimantan Barat sejak berdiri hingga sekarang telah dipimpin sepuluh orang Gubernur terdiri dari:

    1.Adji Pangeran Aflus(1957 - 1957)
    2.Djenal asikin Judadiberata(1958 - 1959)
    3.YC Oevang Oeray(1960 - 1966)
    4.Kolonel Soemadi Bc Hk(1967 - 1972)
    5.Kolonel Kadarusno(1972 - 1977)
    6.Mayjen (Purn) Soedjiman(1977 - 1978)
    7.Brigjen Parjoko Suryokusumo(1987 - 1993)
    8.Mayjen H.A. Aswin(1993 - 2003)
    9.H. Usman Ja`far(2003 - 2008)
    10.Drs. Cornelis, MH(2008 - 2013)

Arti Logo

Lambang Daerah Provinsi Kalimantan Barat sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah TK I Kalimantan Barat No 4 Tahun 1964, Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Barat No. 2 Tahun 1967 tanggal 23 Mei 1967.

Lambang secara keseluruhan bersudut lima Perisai, Mandau dan Keris dengan satu garis melintang di tengahnya.

Bersudut lima berarti Pancasila, dimaksudkan Kalimantan Barat adalah bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bersendikan Pancasila. 

Warna dasar hijau muda adalah lambang kesuburan.

Perisai, Mandau dan Keris adalah lambang pusaka dan kebudayaan warisan leluhur masyarakat Kalimantan Barat.

Padi dan Kapas bersimpul pita dengan sudut empat adalah lambang kemakmuran yang dijiwai oleh semangat catur karsa (em pat kehendak) yaitu : kesungguhan, kejujuran, gotong-royong dan kekeluargaan. 

Jumlah unsur kapas (17), nyala api (8), padi (45) adalah lambang lahirnya Republik Indonesia 17 Agustus 1945.

 

Garis melintang ditengah-tengah adalah lambang bentangan Khatulistiwa tepat pada garis Equator.

 

Kobaran api dalam tungku adalah lambang semangat perjuangan yang tak kunjung padam.

 

Tulisan AKCAYA adalah lambang Tak Kunjung Binasa atau dengan keuletan yang pantang menyerah.

Nilai Budaya

Betang

Rumah panjang di Kalimantan Barat umumnya disebut "betang", adalah suatu bangunan tradisional yang dimiliki oleh beberapa kelompok sub-etnik Dayak yang ada di Kalimantan Barat. Pembagian ruangan atau bilik yang ada didalam Betang mencerminkan stratifikasi dari sistem yang unik dari masyarakat yang tinggal di dalamnya. Bagian tengah dari betang adalah untuk aktivitas yang bersifat publik, sedangkan bagian depan digunakan untuk menjemur padi dan komoditas lainnya. Ruang belakang biasanya untuk keperluan memasak, tidur dan tempat berkumpul bagi seluruh anggota keluarga .Pemisahan ruangan ini mencerminkan pemisahan antara wilayah sosial, individu dan fasilitas umum.


Upacara-upacara adat, yang masih dilestarikan antara lain : Robo-robo, Gawai
Dayak 

 

Falsafah Hidup Masyarakat

-  Dimana Bumi Dipijak, Disitu Langit Dijunjung.

-  Adil ka Talino, Bacuramin ka Saruga, Basangat ka Jubata, artinya adil kepada sesama manusia berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa.

back